Anak Rentan Alami Masalah Mental Karena Terlalu Banyak Les, Benarkah?

Sabtu, 18 Agustus 2018 13:00

Oleh: Febi Anindyakirana



Anak les/copyright Unsplash.com/pan xiaozhen

Vemale.com - Setiap orangtua tentu menginginkan anaknya bisa memiliki kecerdasan cemerlang dan bisa mengikuti setiap pelajaran di sekolah dengan baik. Dan salah satu cara orangtua agar anak bisa mendapatkan hal ini adalah dengan mengikutkan beberapa les.

Mengikuti les tentu punya manfaat baik, karena bisa mendukung waktu belajar anak. Namun banyak pula yang mengira bahwa anak yang terlalu banyak mengikuti les juga punya pengaruh tidak baik terhadap kesehatan mental anak.

Seperti dijelaskan Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani, "Anak yang kebanyakan les tidak sampai gangguan jiwa. Kalau pun (menderita) gangguan jiwa, anak itu mungkin mengalami kekerasan tertentu di tempat les dalam jangka waktu lama."

Jika banyak mengikuti les, efek yang dialami anak mungkin mencakup stres dan kelelahan saja. Hal ini bisa diatasi dengan cara mengurangi waktu les atau menambah waktu istirahat dan bermain untuk anak.

Anak tidak akan mengalami gangguan jiwa jika tidak ada pemicu kuat, dan salah satu pemicunya adalah kekerasan. Selama tidak ada tidak kekerasan yang diterima anak selama menjalani les, orangtua tidak perlu terlalu khawatir.

Namun harus ditekankan pula Moms, bahwa perlu pemahaman orangtua terhadap kesehatan mental dan fisik anak sehingga bisa menentukan apakah anak perlu mendapat banyak les atau tidak. Karena jika anak sebenarnya tidak mau mengikuti les namun masih dipaksakan, bukan hanya bisa membuat anak stres namun juga merusak hubungan antara anak dan orangtua.

Sumber: Liputan6.com

(vem/feb)







© 2003-2018 Vemale.com. Hak cipta dilindungi undang-undang.