KAPANLAGI NETWORK
MORE
  1. VEMALE
  2. /
  3. SEGAR DAN RILEKS

Bunuh Diri Banyak Terjadi, Sadarkan Bahwa Kesehatan Mental Itu Penting!

Jum'at, 28 Juli 2017 17:00 Penulis: Indah Mustikasari - iPrice
Jangan remehkan depresi dan stres tinggi/copyright Pexels.com

Vemale.com - Beberapa hari lalu kita dikejutkan dengan berita meninggalnya vokalis band Linkin Park, Chester Bennington karena bunuh diri. Kasus serupa juga banyak terjadi pada orang-orang terdekat kita. Sudah saatnya semua elemen masyarakat mulai meningkatkan kesadaran akan peristiwa bunuh diri.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengungkapkan bahwa angka bunuh diri di Indonesia adalah sebesar 2,9 kasus dari 100.000 populasi pada tahun 2015. Secara umum, angka tersebut masih lebih rendah dari Thailand (16 kasus dari 100.000 populasi). Namun, ada banyak kasus-kasus yang tidak dilaporkan.

Jika kita kembali pada bulan Maret 2017, ada seorang lelaki yang melakukan bunuh diri dan mempublikasikannya menggunakan Facebook Live. Kejadian tersebut tersebar sangat cepat ke masyarakat. Namun, ketika saya melihat komentar-komentar yang ada, masih banyak sekali orang yang cenderung mengejeknya dan juga mengatakan ia hanya ingin mencari sensasi.

Kasus di atas dapat menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia masih belum sadar dan mengerti akan pentingnya kesehatan mental. Banyak yang tidak berpikir bahwa tingkat depresi dan stres yang parah dapat berujung kepada kegilaan, gangguan jiwa dan juga bunuh diri.

Depresi bisa menyerang siapa saja/copyright Pixabay.com

Depresi tidak memandang umur, ras, jenis kelamin dan juga status. Bahkan orang-orang sesukses Chester Bennington atau Robbin Williams tidak kebal dari pemikiran bunuh diri. Gangguan jiwa merupakan hal penting yang harus disadari semua orang, khususnya para generasi millenial yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap depresi. Sudah saatnya kita sama-sama sadar dan lebih terbuka terhadap pemahaman kesehatan mental dan juga pemikiran bunuh diri.

Saat ini saya bekerja menjadi penulis di perusahaan startup Malaysia, iPrice. Namun beberapa waktu lalu saya ada di posisi yang mungkin tidak semua orang pernah mengalami. Saya pernah depresi dan juga berpikir menyudahi hidup saya.

Lewat tulisan ini, saya ingin membagikan beberapa hal gara kita bisa melakukan suatu hal untuk menolong diri kita dan juga orang lain. Apa yang bisa kita lakukan ketika merasa depresi dan mulai berpikir untuk mengakhiri hidup? Ini ada beberapa hal yang bisa kita lakukan:

  • Cari Orang yang Bisa Kita Percaya

    Saya percaya bahwa kita memiliki orang-orang dekat dan bisa dipercaya. Mereka adalah orang-orang yang bersedia mendengarkan curahan hati dan juga masalah yang sedang kita alami. Jangan sungkan untuk menghubungi mereka, jelaskan bahwa kita membutuhkan bantuan mereka. Jangan memendam permasalahan sendiri, ceritakan hal-hal tersebut ke orang-orang terdekat.

    Berdasarkan penelitian, berbagi cerita ke orang-orang yang dekat dengan kita dapat menurunkan tingkat stres. Mereka dapat menjadi pendengar dan juga memberikan masukan yang membantu kita agar merasa lebih baik.

  • Jauhi Media Sosial

    Media sosial terbukti dapat meningkatkan tingkat stres dan mendorong depresi. Berdasarkan penelitian dari Universitas Brown, risiko depresi orang yang secara aktif menggunakan media sosial adalah 3.2 kali lebih besar dibandingkan dengan yang tidak menggunakan media sosial.

    Kita bisa mulai melakukan “diet” media sosial. Batasi waktu penggunaan media sosial. Jika sebelumnya hampir setiap saat kita menggunakan media sosial, mungkin bisa mulai berhenti pada saat kita bangun tidur, makan siang bersama teman dan juga pada saat malam hari. Simpan telepon genggam kita, dan nikmati kebersamaan dengan orang-orang yang ada di dekat kita.

  • Lakukan Aktivitas yang Bisa Mengalihkan Perhatian

    Depresi dan pemikiran bunuh diri sering kali muncul karena seseorang merasa kesepian. Berdasarkan pengalaman saya, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk keluar dari perasaan kesepian ini adalah melakukan berbagai aktivitas.

    Kita bisa melamar untuk magang, ikut kompetisi, menjadi volunteer, ikut kelas-kelas pelatihan singkat, atau olahraga. Aktivitas fisik yang reguler dapat memperlancar aliran darah yang bermanfaat untuk berbagai hormon yang ada di otak.

    Buat diri sibuk dengan berbagai kegiatan untuk menghilangkan pikiran dan juga perasaan negatif dan mengubahnya menjadi positif. Saya sadar ini tidak mudah, namun saya terus memaksa diri saya agar dapat tetap berpikir positif dalam hidup saya.

  • Cari Bantuan Dari Tenaga Profesional

    Jika kita sudah melakukan hal-hal di atas namun masih tidak menolong, maka ini saatnya kita mencari bantuan dari tenaga profesional. Hal ini sangat penting untuk kita lakukan jika terus ada di dalam kondisi depresi dan berpikir untuk membunuh diri.

    Jika belum siap untuk berbagi masalah ini secara langsung ke psikolog karena merasa tidak percaya, kita bisa mendaftar ke konsultasi online gratis dan menjadi anonim. Pastikan mencari konsultasi psikolog online yang terpercaya.

Saya yakin bahwa pemahaman mengenai kesehatan mental berperan besar bagi lingkungan yang positif dan juga dapat menyelamatkan banyak jiwa. Bayangkan jika kesehatan mental bukan hal yang tabu dan negatif, akan banyak orang-orang yang mulai angkat suara dan berbagi mengenai pertarungan yang mereka lalui.

Sumber artikel: iPrice

(vem/feb)
KOMENTAR PEMBACA
Video Skrin.id : Tips Agar Anak Bebas Sakit Saat Musim Hujan Tiba