Sukses

Parenting

Stop! Jangan Panggil Anak 'Princess' atau Terbiasa Dongeng Puteri

Anak-anak perempuan yang masih kecil pasti akan sangat suka dengan berbagai tokoh puteri dari berbagai cerita dongeng, entah itu Cinderella, Puteri Salju dan lain sebagainya. Tak ada yang salah dengan hal ini Moms, tapi pernahkah kamu merasa risih saat anak mulai sangat suka dan menyebut dirinya sendiri "Princess"?

Well, bukannya anti-princess sih. Tapi alangkah baiknya jika Moms mulai mengajarkan anak untuk tidak terlalu terbiasa mempercayai cerita dongeng seperti apa adanya. Apalagi ketika anak sudah mulai merajuk ingin dibelikan baju princess, mahkota dan segala hal mengenai Tuan Puteri.

Anak akan sangat mudah terpengaruh dan percaya dengan sebuah cerita. Tidak menutup kemungkinan ia pun membayangkan hidupnya seperti puteri, yang bisa mendapat segalanya di rumah, dianggap paling penting dan lain sebagainya.

Terkadang cerita dongeng hanya menampilkan sisi happy ending, sedangkan di kehidupan nyata, tak seperti itu. Anak sudah perlu diajarkan menerima kenyataan (well, tak seberat itu sih). Moms bisa mengajarkan hal-hal kecil yang terjadi dalam hidup, termasuk rasa sedih, kecewa dan terpukul karena tak semua harapan bisa terkabul.

Tentu saja, Moms juga harus mendampingi si kecil untuk tetap memberi semangat dan bangkit saat mereka sedih. Memberi penjelasan dan hiburan kepada si kecil bahwa ia akan mendapatkan kesempatan di lain waktu, mengapa hal yang diinginkannya tak terwujud dan lain sebagainya. Moms bisa tetap memberi bersemangat sehingga anak tetap bisa berpikiran positif setelah kejadian yang membuatnya sedih.

Dengan bimbingan Ibu, anak jadi lebih memahami, mengerti dan berpikiran terbuka serta memiliki perasaan yang fleksibel, bahwa terkadang ia pun bisa merasa sedih, kecewa dan terpukul karena keinginannya tak sesuai harapan.

Agar anak bisa memiliki lebih banyak pengalaman, Moms juga bisa mengenalkan berbagai permainan beragam lainnya seperti misalnya lompat tali, petak umpet, memanjat pohon, dan lain sebagainya sehingga anak tidak terpatok dengan cerita dongeng puteri.

Hal ini sekaligus akan membiasakan anak tak manja karena menganggap segala hal yang ia inginkan akan terwujud. Semoga bisa jadi orangtua yang lebih baik ya Moms.

(vem/feb)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading