KAPANLAGI NETWORK
MORE
  1. VEMALE
  2. /
  3. RAGAM

Kasihan... Bayi Ini Ditemukan di Laci, Orangtuanya Masih Remaja

Kamis, 07 Desember 2017 17:45 Penulis: Rohmitriasih
copyright thinkstockphotos.com

Vemale.com - Jika melihat pergaulan para remaja di era modern seperti sekarang ini, nampaknya terlihat semakin memprihatinkan dan bikin miris. Anak-anak remaja saat ini tidak sedikit yang salah bergaul hingga membuat masa depan mereka perlahan hancur. Tidak sedikit pula remaja yang gaya berpacarannya sudah kelewat batas. Seperti sepasang remaja di Sibu, Malaysia berikut ini.

Dilansir dari laman worldofbuss.com, beberapa hari yang lalu netizen di Negeri Jiran tersebut dibuat heboh lantaran adanya penemuan seorang bayi di laci lemari di sebuah rumah di Sibu. Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, bayi tersebut rupanya anak dari seorang ibu yang masih terbilang remaja atau anak-anak.

Ibu bayi adalah anak angkat dari pemilik rumah yang usianya masih 12 tahun. Dikabarkan bahwa anak tersebut melahirkan bayinya pada 05/12/17 sore hari sekitar pukul 18.00. Ia melahirkan seorang diri di rumahnya kemudian menyembunyikan bayinya di laci lemari yang ada di gudang rumah tersebut.

Bayi yang disimpan di dalam laci oleh ibunya yang masih berusia 12 tahun/copyright worldofbuzz.com

Martin Koo, seorang petugas polisi yang dipanggil oleh pihak keluarga ibu bayi mengatakan, "Remaja ini meletakkan bayinya yang baru lahir di laci lemari yang ada di gudang rumahnya. Ia meninggalkannya di sana. Kakaknya yang berusia 16 tahun terkejut karena mendengar suara bayi di rumah mereka kemudian mencarinya. Kakak ibu bayi ini menemukan si bayi di dalam lemari dan terbungkus kain jarit."

Remaja yang tak lain adalah ibu bayi mengaku bahwa ia telah melahirkan. Remaja yang tidak disebutkan namanya ini juga mengaku hamil setelah melakukan hubungan intim dengan kekasihnya yang masih berusia 15 tahun. Kasus ini kemudian dilaporkan ke pihak berwenang. Untuk sementara ayah bayi telah ditahan di kantor polisi setempat.

Kita semua tentu berharap bahwa kasus seperti ini tak pernah terjadi lagi apalagi untuk anak-anak kita di rumah. Agar kasus seperti ini tak terjadi pada anak-anak tercinta di sekitar kita, pastikan untuk memantau pergaulan mereka dengan baik. Pastikan pula untuk memberi pengarahan, nasehat dan bekal ilmu agama yang cukup pada mereka.


(vem/mim)
KOMENTAR PEMBACA