Sukses

Lifestyle

Hati-Hati Hoax, Berikut Tips Mengetahui Kebenaran Informasi di Media Sosial

Media sosial seperti jamur di musim penghujan, banyak jumlahnya. Penggunanya pun sudah tak pandang bulu, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Di Indonesia sendiri lebih dari 132 juta pengguna, atau sekitar 51 persen dari total populasi Indonesia terhubung satu dengan yang lainnya melalui dunia maya dengan berbagai perangkat digital.

Bukan hanya konten positif saja yang tersedia di media sosial, melainkan konten-konten bersifat negatif dan tidak benar pun sudah banyak tersebar dan tak jarang membuat pertikaian antar pengguna media sosial. Apalagi dinamika politik, ekonomi, serta sosial di Indonesia belakangan ini di Indonesia yang tinggi. Tak jarang atmosfer sosial media Indonesia belakangan memanas.

Seharusnya media sosial dapat menyatukan bangsa. Untuk itu sebagai pengguna media sosial kita harus lebih bijak agar tidak terprovokasi. Samuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jendral Aplikasi Informatika, Kementrian dan Informasi pun mengatakan, untuk mengetahui ciri informasi hoax atau tidak benar yang membuat kita emosi.

"Konten-konten negatif sekarang telah menjadi industri, jadi banyak akun-akun palsu. Jadi harus hati-hati. Kalo berita membuat kita marah, itu bisa jadi akun atau informasi hoax. Seharusnya akun-akun media sosial harus menginspirasi. Jadi kita harus membuat konten kreatif dan positif agar informasi negatif tersingkir," ujarnya saat ditemui dalam peluncuran #BijakBersosmed, di kantor Indosat, Jakarta.

Selain itu, menurutnya kita harus lebih memperhatikan lagi siapa yang menulis berita tersebut, lihat medianya sudah terkridibilitas atau belum, lalu lihat sudah sesuai dengan kaidah jurnalistik atau belum.

"Siapa orang yg menulisnya. Orang yang menulis punya kridibilitas tidak? kalo belum yakin ya tanya dulu namanya internet kan bisa nanya, bisa browsing tapi waktu nanya itu jangan disebarin. Yang sekarang terjadi waktu nanya juga disebarin, secara tidak langsung kita termasuk nyebarin, jadi browsing jika rasanya ada yang aneh. Jadi kesadaran, kewaspadaan lebih ditingkatkan," tambahnya.

Samuel pun menyarankan agar jangan pernah berbuat kejahatan di internet karena dapat meninggalkan jejak yang bisa ditelusuri.

"yang harus diperhatikan di internet itu kita tidak bisa bersembunyi saat kita melakukan kejahatan. Hanya butuh waktu saja kalo kamu canggih bisa agak lambat kami mencarinya tapi kami punya sistem yang lebih canggih lagi akan lebih cepat," tutupnya.

(vem/asp/apl)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading