KAPANLAGI NETWORK
MORE
  1. VEMALE
  2. /
  3. RAGAM

'Surat untuk Istriku Tercinta' Isinya Bukan Cuma Pembelaan Soal Tanam Ganja

Kamis, 10 Agustus 2017 12:00 Penulis: Endah Wijayanti
Fidelis dan istri tercinta./Copyright dok. keluarga Fidelis

Vemale.com - emi orang yang kita cintai, kita bisa rela melakukan apapun. Apalagi kalau sudah berurusan dengan usaha menyelamatkan nyawanya, kita bakal mencari berbagai jalan untuk mencari jalan keluarnya. Seperti yang dilakukan oleh Fidelis Arie Sudewarto ini. Masih ingat kan dengan sosoknya? Kisahnya viral saat ia kedapatan menanam ganja yang sebenarnya digunakan untuk pengobatan istrinya.

Seperti yang dikutip dari merdeka.com, karena perbuatannya tersebut Fidelis divonis 8 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Sanggau, Kalimantan Barat. Cukup memilukan sebenarnya. Karena ganja yang ditanam itu sebenarnya digunakan untuk mengobati istrinya, Yeni Riawati yang mengidap syringomyelia (tumbuhnya kista berisi cairan dalam sumsum tulang belakang).

PNS di Pemda Kabupaten Sanggau ini memang menggunakan ekstrak ganja untuk menyembuhkan penyakit istrinya atas inisiatif pribadinya. Dia melakukan berbagai riset dan menerima  masukan dari sejumlah pihak di luar negeri melalui internet terkait menggunakan ganja untuk kepentingan medis. Sebagai seorang suami, pasti ia juga merasa sedih dengan kondisi sang istri. Kejadian bermula ketika istri Fidelis mengandung anak kedua pada tahun 2013 lalu, kaki kanannya mendadak tak bisa digerakkan. Lalu pada bulan Januari 2016, kondisi Yeni makin parah dan akhirnya diketahui kalau ia megidap syringomyelia.

Fidelis dan sang buah hati./Copyright kalbar.deliknews.com

Dari situ, Fidelis pun memutuskan untuk menanam ganja. Tapi kemudian dia ditangkap BNN. Karena di negeri ini, ganja masuk sebagai Narkotika Golongan I. Dan terkait kepemilikan dan ancaman hukumannya, diatur dalam Pasal 111 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sejak Fidelis ditangkap, kondisi sang istri makin parah. Karena ia tak lagi bisa mendapatkan pengobatan dari ekstrak ganja yang ditanam oleh Fidelis. Sampai akhirnya mimpi buruk itu menjadi nyata. Yeni menghembuskan napas terakhirnya di RSUD Mth Jaman Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, 25 Maret 2017 lalu. Dengan kata lain, dalam kurun waktu sekitar satu bulan Fidelis ditahan, Yeni wafat. Padahal sebenarnya kondisi Yeni sudah berangsur membaik ketika diberi ekstrak ganja. Sungguh sangat disayangkan, ya ladies.

Fidelis kemudian menyampaikan nota pembelaan atas tuduhan menanam ganja yang terlarang tersebut pada tanggal 19 Juli 2017 lalu. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Fidelis hukuman lima bulan penjara dan denda Rp 800 juta subsider satu bulan penjara. Dia pun diberi kesempatan untuk membela diri.

Namun, bukannya menggunakan kesempatan itu untuk membela diri, ia malah memanfaatkannya untuk menulis surat untuk sang istri tercinta.

(vem/nda)

KOMENTAR PEMBACA