Sukses

Lifestyle

Menjawab Amukan di Facebook, Kenapa Ibu Hamil Diprioritaskan?

Hamil itu tantangan. Bukan hanya karena bobot tubuh yang bertambah, hamil juga tantangan berjalan di tempat umum. Maklum saja ya Ladies, hamil itu membuat tubuh seorang perempuan berubah total. Semua bobot dan beban itu harus dibawa selama sembilan bulan sebelum akhirnya melahirkan.

Beban itu rasanya menjadi dua kali lipat ketika ada orang lain yang mencibir kondisi kehamilan. Seperti yang dilakukan gadis muda Shafira Nabila Cahyaningtyas yang mengunggah status kebencian di Facebook karena harus memberikan tempat duduk kepada ibu hamil.

Postingan Shafira/Facebook

 

postingan Shafira

Yes, yes we know banyak orang hamil di luar sana yang kuat dan strong banget. Tapi tidak semua memiliki kondisi seperti itu. Jadi wajar ketika seorang ibu hamil membutuhkan kursi di fasilitas umum macam kereta, bijaklah memberinya. Suatu saat, kamu dan orang-orang tersayang di sekitar kamu, akan mengalaminya.

Tapi jika kamu belum paham juga kenapa ibu hamil harus diberikan tempat duduk, mungkin jawaban dari blogger bernama Zaskia Ghazi bisa membuka wawasan dan meredakan amarahmu.

"Saya hanya ingin meneruskan pengetahuan, kenapa harus ada yang namanya kursi prioritas. Di Indonesia, hanya dikenal satu nama : Kursi Prioritas. Kursi ini diperuntukan pada manula, penyandang cacat, ibu hamil, dan orang yang membawa anak kecil. Di beberapa negara lain, ada yang membedakan antara kursi yang harus diberikan dan kursi yang harus ditawarkan.

Priority Seating means must be vacated for persons with disabilities (khusus untuk penyandang cacat) dan Courtesy Seating means please offer your seat if someone is in need (untuk orang yang membutuhkan karena satu situasi atau keadaan, misalnya hamil, manula, atau membawa anak balita). Setiap alat transportasi umum, akan memasang tanda ini di atas dua atau tiga buah kursi, artinya kursi ini disediakan untuk mereka yang membutuhkan.

Mungkin yang paling susah dicerna dengan akal sehat, kenapa sih ibu hamil itu perlu dikasih kursi? Katanya hamil itu bukan penyakit, bukan hambatan, bukan gangguan, tidak termasuk difabel pula. Kalau nggak mau ribet, ya, jangan hamil! Kalau begitu, kenapa ibu hamil punya jatah di kursi prioritas?

1. Di trimester pertama, saat perut belum membesar dan bahkan terlihat belum hamil, justru merupakan saat paling rawan dalam masa kehamilannya. Bayangkan, ada banyak hal yang bisa menyebabkan keguguran di masa rawan ini, salah satunya adalah terlalu lelah.

2. Ketika perut mulai membesar, kemungkinan terjatuh karena kurang keseimbangan sangat mungkin terjadi. Kalau ibu hamil tersebut jatuh, sudah tahu, dong apa, risiko bagi si bumil tersebut?

3. Selain ketidakseimbangan yang suka datang tanpa diundang, hormon yang pergerakannya bagai roller coaster saat hamil ini, suka tiba-tiba menyebabkan sakit kepala, kaki kram (jangankan berdiri, lagi duduk saja bisa kram tiba-tiba), kaki bengkak, sesak nafas, heart burn, mual, muntah, dan perasaan tidak terduga lainnya.

Tidak sedikit teman yang cerita kalau dirinya sempat pingsan di KRL, setelah beberapa kali meminta tempat duduk karena badan mulai terasa tidak enak, tapi diabaikan oleh orang sekitar.

4. Ibu hamil punya insting melindungi. Bagaimana cara melindungi janin dalam rahimnya? Dengan menjaga tubuh agar tidak terlalu lelah. Makanya, kadang jika terlalu lama berdiri dengan bobot badan yang mungkin sudah naik 10 kg, rasanya ingin istirahat sejenak. Tahu tidak risiko jika terlalu lelah? Bisa keguguran di trimester pertama atau kelahiran dini di trimester tiga.

Perkara ini mungkin tidak bisa dibandingkan dengan negara lain, karena masalahnya tidak hanya pada budaya dan sistem tapi juga individunya. Tapi boleh deh, kita cek satu negara, untuk membandingkan sistem saja. Di Jepang, ketika periksa dan dinyatakan hamil oleh dokter kandungan, ibu hamil akan langsung diberi pin sebagai tanda bahwa dirinya mengandung dan berhak atas beberapa fasilitas.

Jadi tanpa perlu meyakinkan orang lain bahwa diri sedang hamil padahal perut buncit belum terlihat, ibu hamil bisa langsung diberikan tempat duduk, masuk di line antrean khusus, dan sebagainya. Di Indonesia kapan, ya?

Nah, saya yakin sekali, deh, tidak ada ibu hamil yang ingin hamilnya drama. Semua ingin merasakan kehamilan yang santai dan indah, semacam iklan-iklan di tv. Tapi memang hamil itu ajaib, dan jika belum pernah merasakannya, at least turn your empathy button on."

Empati. That's the right word. Ibu hamil bukan butuh rasa kasihan, tapi empati terutama dari sesama perempuan. Karena bagaimana pun kamu akan dan pasti merasakan yang namanya mengandung. Ceup-ceup, tahan amarahmu sesaat saja. Ikhlaskan kursi itu untuk si bumil. Karena bagaimana pun setiap perbuatan baik akan mendapat ganjaran yang baik pula.

(vem/zzu)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading