KAPANLAGI NETWORK
MORE
  1. VEMALE
  2. /
  3. PEOPLE WE LOVE

Setahun Kerja Uang Tak Jelas Ke Mana, Ayu Gani Akhirnya Berubah Jadi...

Kamis, 03 Agustus 2017 10:19 Penulis: Zika Zakiya
Ayu Gani/Instagram.com

Vemale.com - Hidup di dunia modeling artinya harus siap dengan gemerlap dunia. Diri seorang model haruslah tampil sempurna, tanpa cela, dan eksis sepanjang waktu. Namun, pada akhirnya kewajiban eksistensi ini membuat model cantik, Ayu Gani, terkena ganjarannya.

Diceritakan pemenang Asia's Next Top Model Cycle 3 ini bahwa uang hasil pekerjaannya "menguap" entah ke mana. Uang hasil kerja kerasnya tak tersisa di tabungan dan hanya berwujud dalam baju-baju dibelinya dengan kalap. Ini menjadi titik balik buat Gani, sapaan akrabnya, untuk mengubah pemikirannya dari Shopaholic (Gila Belanja) menjadi Shopalogic (Belanja dengan Logis).

"Titik balik menjadi Shopalogic adalah saat saya merasa sudah kerja setahun tapi enggak punya tabungan. Saat itu usia 23 tahun dan uangku enggak tahu lari ke mana. Ternyata uangku ngumpul jadi baju," cerita Gani saat ditemui di acara 'PermataBank Wealth Wisdom 2017 - 3 Seasons of Wealth' di Ballroom Ritz Carlton, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (2/8).

"Akhinya saya belajar ketika sudah punya income juga harus punya tabungan. Jadi jika saya punya uang, langsung saya sisihkan dulu buat tabungan," ujarnya lagi.

Ayu Gani/Instagram

Tapi diakui oleh gadis bernama lengkap Ayu Lestari Putri Gani ini bahwa mengubah diri dari "Si Gila Belanja" menjadi "Si Belanja Logis" tidaklah mudah. Sebab ada saja judgement negatif yang diterimanya melalui media sosial.

"Ada aja follower yang bilang 'Kok Kak Gani bajunya enggak pernah ganti, bajunya itu-itu aja?' atau ada juga yang bilang 'Kok fotonya kaya gitu, harusnya kaya Kylie Jenner donk'. Ya judgement seperti itu yang paling berat," kata Gani.

Menurut psikolog Dra.Kasandra Putranto yang memelajari tingkah laku manusia, apa yang dilakukan Gani artinya sudah ada pembelajaran pada bagian kognitif di otak dan penerimaan pada afeksi diri. Sehingga Gani mampu mengekang hasrat belanjanya. Ini artinya psikomotoriknya pun sudah mampu bekerja menahan diri untuk tidak berbelanja.

Ayu Gani (ketiga dan kanan) dan Psikolog Dra.Kasandra (kedua dari kanan)/PIAR Team

"Yang membedakan Shopaholic dengan Shophalogic adalah mulai dari tatanan pemikiran, perasaan, dan perbuatan. Ketika di pikirannya sudah terpenuhi hal-hal itu akhirnya psikomotoriknya cenderung berbuat. Dengan demikian, untuk kita menjadi Shopalogic, pikiran haruslah cerdas," ujar Dra.Kasandra yang juga akan menjadi pengisi acara workshop di acara PermataBank Wealth Wisdom 2017 - 3 Seasons of Wealth.

Untuk menjadi cerdas dalam berbelanja, Dra.Kasandra menyarankan agar kamu mengedukasi lebih dulu diri kamu mengenai kepuasan berbelanja. Jika diri sudah terpupuk dengan pemikiran cerdas, maka perasaan dan tindakan akan menyelaraskan diri dengannya.

Namun jika memang kamu butuh bantuan saran finansial, kamu bisa kunjungi acara Wealth Wisdom-3 Seasons of Wealth yang merupakan wahana edukasi dengan sasaran keluarga Indonesia agar lebih melek finansial. Acara ini akan berlangsung selama dua hari yakni pada 2-3 Agustus 2017 di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta.

(vem/zzu)
KOMENTAR PEMBACA
Video Skrin.id : Rossa Sempat Ada Pikiran Berhenti Nyanyi