Sukses

Lifestyle

5 Alasan Kenapa Wanita Butuh Curhat

Berapa lama waktu  yang dibutuhkan seorang wanita untuk curhat? Wah, jawabannya bisa sangat beragam. Tergantung topik apa yang sedang dibicarakan. Atau seberapa besar masalah yang dimiliki. Ketika mencurahkan hati (curhat), seorang wanita bisa lupa waktu. Bahkan ada wanita yang secara khusus meluangkan waktunya untuk bertemu sahabat demi mendapatkan “sesi curhat bersama”. Well, sebenarnya kenapa sih wanita sangat butuh curhat?

Ladies, setiap manusia punya masalah. Terkadang permasalahan itu membuat kita merasa kesepian. Kehadiran seorang teman atau sahabat pun akan jadi penawar rasa sepi tersebut. Mencurahkan semua uneg-uneg pun bisa membuat perasaan kita lebih baik. Berikut ini akan Vemale uraikan lima alasan kenapa wanita sangat butuh curhat. Siapa tahu alasan ini pula yang membuat hidup Anda tak terpisahkan dari sesi curhat bersama orang-orang terdekat yang Anda percayai.

(vem/nda)

Mengeluarkan Emosi Negatif

Kesal akan sesuatu. Merasa marah karena sebuah persoalan. Tapi tak bisa meluapkan semuanya di depan orang yang sedang punya masalah dengan kita. Dan kalaupun kita mengungkapkan amarah di depannya, masalah kita bisa jadi makin rumit. Solusinya? Mencari teman curhat yang siap mendengarkan semua kekesalan dan kemarahan. Ehm, meski kesannya kita menjadikan teman curhat itu sebagai tong sampah. Tapi pada intinya kita hanya perlu seseorang yang mau mendengar kita dan memahami perasaan kita yang sesungguhnya.

Mengobrol dan membicarakan sesuatu yang selama ini kita tahan akan meringankan beban kita. Emosi negatif kita bisa dikeluarkan dengan lebih mudah. Anda pun pasti pernah merasa sangat lega kan ketika berhasil meluapkan semua kekesalan Anda dengan mengobrol bersama teman curhat Anda? Emosi memang tak baik jika dipendam atau ditahan terlalu lama. Salah-salah kita malah tertekan dan depresi sendiri dengan emosi yang kita pendam tersebut.

Mencari Sudut Pandang Baru

Stuck dengan sebuah masalah? Bingung mencari solusi atau jalan keluarnya? Bisa jadi ini karena kita terjebak dalam sudut pandang kita sendiri. Kita terperangkap dalam satu kotak pikiran kita sendiri. Dan cara untuk menyelesaikannya adalah dengan mencari sudut pandang baru dari orang lain.

Misalnya nih, ketika baru putus cinta, Anda merasa sangat sulit untuk move on. Yang ada di pikiran Anda hanyalah perasaan ingin balikan dengan sang mantan. Tapi ketika Anda curhat dengan sahabat Anda yang lain. Bisa jadi sahabat Anda akan memberikan sudut pandang yang baru. Sahabat Anda bisa berkata bahwa perasaan yang Anda rasakan hanyalah perasaan sedih yang terlalu mendalam. Dan jalan keluarnya adalah mencari cinta yang baru, karena sang mantan sudah jadi bagian dari masa lalu Anda.

Masing-masing orang punya jalan pikiran mereka sendiri, kan? Inilah kenapa mengobrol atau curhat bisa membuat pikiran kita makin terbuka. Kita jadi sadar bahwa sebenarnya ada sudut pandang lain yang bisa kita pilih dalam menyelesaikan persoalan.

Mencari Rasa Senasib

Ladies, pernahkah Anda dengan sengaja mencari teman curhat yang pernah mengalami masalah yang Anda hadapi saat ini? Ini hal yang sangat lumrah. Karena pada dasarnya kita tak mau sendirian. Kita tak berani jadi orang yang kesepian dengan masalah yang kita hadapi saat ini. Itulah kenapa kita mencari teman curhat yang pernah berada di posisi sama seperti yang kita rasakan saat ini.

“Seberat apapun masalahku saat ini, aku tetap baik-baik saja karena ternyata ada orang lain yang punya masalah lebih berat daripada yang kurasakan.” “Kalau sahabatku saja pernah berhasil melewati masalah ini, seharusnya aku pun bisa.” Hal-hal itulah yang akan kita cari setiap kali curhat dengan seorang sahabat yang pernah bernasib sama dengan kita.

Mungkin terkesan sedikit egois. Karena kita malah membanding-bandingkan masalah kita dengan orang lain. Mencari titik aman sendiri dan “bersyukur” masalah orang lain ternyata lebih berat dari milik kita. Ada baiknya kita tetap berpikir bijak dan jernih setiap kali curhat dengan orang yang pernah mengalami masalah yang serupa dengan masalah yang kita hadapi saat ini. Don’t even hurt their feeling, agree?

Next

Pergi sejenak dari rutinitas. Istirahat dulu dari semua pekerjaan dan kesibukan. Demi bisa mendapatkan “me-time” bersama orang-orang terdekat. “Me-time” atau waktu untuk menikmati diri sendiri ini bisa didapatkan dengan berkumpul bersama orang-orang yang sudah Anda kenal lama. Lalu mencurahkan semua kepenatan dan masalah yang akhir-akhir ini dihadapi. Begitu saja rasanya sudah membuat mood membaik dengan sendirinya.

Tertawa atau bahkan menangis bersama ketika mencurahkan perasaan mengobrol dengan sahabat, misalnya. Ini bisa jadi semacam terapi yang dapat merilekskan pikiran. Mengenyahkan tekanan. Dan menenangkan diri. Hingga ketika akhirnya kembali ke rutinitas kita yang biasanya, kita sudah punya semangat baru karena perasaan kita sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Kita seperti baterai dan curhat adalah cara untuk mengisi ulang daya baterai tersebut. Ketika daya baterai kita melemah, kita hanya perlu curhat beberapa saat. Then, voila! We’re fully recharged!

Mengembalikan Mood

“Lagi sibuk nggak? Butuh curhat nih.” Pernahkah Anda mendapatkan pesan teks seperti itu? Atau ada sahabat Anda yang mendadak telepon dan mengajak bertemu karena ingin curhat? Jika ia mendadak menghubungi Anda seperti itu, ada kemungkinan dia hanya ingin berusaha untuk mengembalikan mood-nya. Misal, ia baru saja merasa sakit hati karena orang yang ia sukai diam-diam ternyata sudah punya kekasih. Ia sedang dalam kondisi sangat labil. Dan untuk mengembalikan kestabilan emosinya, ia hanya perlu curhat. Mungkin saja ia baru mengalami hari yang super berat.

Kita sendiri pun pasti pernah tiba-tiba hanya ingin curhat ketika mood benar-benar sangat buruk. Melihat senyuman orang yang mendengarkan curhat kita saja sudah bisa jadi mood booster yang paling ampuh. Pelukan sahabat atau keluarga yang mau mendengarkan curhat kita pun sudah bisa membuat kita kembali tersenyum lebar. Sometimes, we need nothing but someone who is able to listen to all of our stories patiently.

Ladies, bagaimana dengan Anda sendiri? Biasanya apa yang mendorong Anda untuk curhat? Atau alasan apa yang bisa membuat Anda ingin segera bertemu seseorang untuk diajak curhat?

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading