Sukses

Lifestyle

Pria yang Menghamiliku Ternyata Sudah Beristri

Kisah ini berawal di akhir tahun 2017, yakni tanggal 7 Desember. Saat itu aku berkenalan dengan seorang pria melalui social media lalu berkomunikasi via What's App. Kemudian tanggal 9 Desember kami melakukan pertemuan pertama. Di pertemuan itu, aku merasa nyaman karena sosok laki laki ini sangat menghormati perempuan. Setelah pertemuan kedua dan ketiga, aku dan Topan (bukan nama sebenarnya) jadian tanggal 13 Desember 2017. Sangat singkat, bukan?

Mungkin karena aku mau move on dari mantanku yang telah menjalin hubungan selama 5 tahun lebih, keputusan untuk jadian sangat cepat. Bahkan Topan sampai sudah serius ingin bertemu kedua orangtuaku. Sampai kemudian kami khilaf dan melakukan hubungan layaknya suami istri. Sering hampir setiap minggu kami melakukan hal tersebut sampai tiba hari di mana kami harus berpisah karena dia kerja di salah satu perusahaan luar negeri.

Ilustrasi./Copyright pexels.com

Setelah dia di sana, kami hanya berkomunikasi melalui chatting dan telepon. Tapi beberapa hari setelah di sana ternyata dia harus ke Batam dalam waktu 2 hari 1 malam. Karena tak mau menyia-nyiakan kesempatan, aku pun menyusul ke Batam. Sesampainya di sana, aku sangat senang karena Topan menjemputku di Bandara. Oh iya sebelum dia berangkat kerja aku sudah coba testpack dan hasilnya negatif. Aku pun pulang ke Jakarta seperti tak ada beban. Namun, setiba di Jakarta aku bawaannya mual, pusing, dll.

Aku menceritakan kondisiku pada Topan. Dia menyuruhku untuk menunggu seminggu baru mencoba test pack lagi. Namun, di hari ke-6 aku mencoba test pack dan hasilnya positif. Aku langsung memberitahu Topan dan dia pun seegra mengajukan cuti dari kantornya dan datang ke Jakarta pada awal Maret. Dia melamarkau tanpa memberitahu orangtuaku kalau aku sedang hamil. Namun orangtuaku menolak karena waktu itu Topan maunya nikah siri dengan alasan untuk mengurus KUA tidak cukup waktunya. Akhirnya orangtuaku menyuruhnya untuk menunggu sampai kontrak kerjanya habis.

Singkat cerita, Topan kembali ke perusahaannya. Dari sana kemudian aku mengetahui bahwa sebenarnya dia sudah beristri. Ya, Tuhan! Sungguh berat ujian-Mu ini.

Ilustrasi./Copyright pexels.com

Awalnya dia tidak mengakui tapi akhirnya mengakui dan dia minta maaf. Dia bilang benar-benar sayang aku dan dia melakukan kebohongan ini karena dia takut aku tak mau dengannya. Pada saat itu pupus sudah harapanku apalagi anak yang kukandung sudah berusia 3 bulan. Dan Topan bilang dia seperti ini karena istri yang dinikahi ya tidak bisa memberi keturunan karena ada kista dan sudah melakukan operasi.

Soal bagaimana aku mengetahui kalau dia sudah beristri adalah karena aku mencoba mencari tahu tentangnya via media sosial. Bahkan aku sempat mengirim pesan ke istrinya, hanya saja chat-nya dihapus oleh Topan. Kini aku semakin bingung karena aku menghadapi cobaan ini sendiri. Keluarga tidak ada yang tahu aku hamil. Dan istrinya Topan sampai detik ini masih mencari identitasku karena dia tahunya aku adalah pacar suaminya tapi dia tahu bahwa aku sedang hamil. Dan Topan rela bercerai dengan istrinya demi aku dan anak yang sedang aku kandung. Terpaksa bulan April/Mei nanti mungkin aku harus angkat kaki dari rumah dan pindah ke rumah maminya Topan, karena Topan begini juga atas persetujuan ibunya bahkan ibunya yang menyuruh dia mencari perempuan yang cocok di hati lalu dihamili baru dinikahi.

Aku nggak tahu bagaimana nanti aku di sana, di kampung orang. Dan bagaimana nasib mama papaku tapi yang pasti setelah di Surabaya aku pasti nyuruh maminya Topan untuk bicara dengan mamaku. Jujur kalau aku tahu dari awal, aku tidak akan mau dengan Topan. Tapi ini sudah jalan hidupku. Aku harus kuat demi anakku dan menunggu sampai Topan kembali dan akan ke Jakarta setelah Topan menceraikan istri pertamanya. Sejujurnya aku tidak tega dengan perempuan itu karena dia sama sepertiku, hanya korban dari suaminya tapi di sini posisiku membutuhkan status yang jelas untukku dan anakku.

Sekian dari ceritaku semoga dapat menginspirasi kalian semua dalam memilih kekasih atau pasangan hidup. Agar kejadian ini tidak terjadi pada kalian.



(vem/nda)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading