KAPANLAGI NETWORK
MORE
  1. VEMALE
  2. /
  3. LOVE

Cunduk Mentul Kahiyang Jumlahnya 7, Sudah Tahu Makna Filosofisnya?

Rabu, 08 November 2017 14:30 Penulis: Endah Wijayanti
Kahiyang mengenakan 7 cundul mentul./Copyright twitter.com/inyonkamali

Vemale.com - Istilah paes ageng memang sudah tidak asing di telinga kita. Paes ageng adalah riasan adat tradisional Jawa yang dikenakan oleh sepasang pengantin. Pada umumnya, paes ageng ini ada dua jenis, yaitu paes Solo dan paes Jogjya.

Dalam riasan paes ageng, setiap atributnya memiliki makna yang begitu mendalam. Ada unsur doa dan makna filosofis pada setiap atributnya. Salah satunya adalah jumlah cunduk mentul (kembang goyang) yang disematkan pada sanggul pengantin wanita.

Jumlah cunduk mentul memiliki makna filosofisnya sendiri. Cunduk mentul merupakan atribut cantik yang menjulang tinggi di kepala pengantin wanita. Jumlahnya bisa 1, 3, 5, 7, atau 9. Jumlah cunduk mentul ini pun masing-masing memiliki makna filosofisnya sendiri.

Jumlah cunduk mentul memiliki makna filosofisnya sendiri./Copyright twitter.com/inyonkamali/status/928096759997276160/photo/1

Kalau kita melihat riasan Kahiyang pada acara akad nikahnya, tampak bahwa ada tujuh cunduk mentul yang disematkan di sanggulnya. Tujuh dalam bahasa Jawa adalah pitu. Kata "pitu" ini merupakan simbol dari "pitulungan" atau dalam bahasa Indonesia artinya pertolongan. Sehingga diharapkan nantinya dalam mengarungi bahtera rumah tangga bisa selalu dalam pertolongan Yang Maha Kuasa. Biasanya gaya paes Solo yang menggunakan cunduk mentul berjumlah 7.

Lalu bagaimana dengan pengantin yang mengenakan jumlah cunduk mentul berbeda, seperti 1, 3, 5, atau 9? Masing-masing angka tersebut pun memiliki maknanya masing-masing. 1 cunduk mentul melambangkan Tuhan Yang Maha Esa. Pada masa budaya Hindu, 3 melambangkan nilai-nilai Trimurti. Sementara 5 melambangkan rukun Islam. Dan kalau jumlahnya 9, melambangkan jumlah wali sanga.

Dalam sejarahnya, cunduk mentul sendiri sendiri mengalami transformasi dari budaya Hindu ke Islam. Selain itu, jumlah cundul mentul selalu ganjil. Kenapa? Karena angka ganjil ini diyakini mempunyai kekuatan sebagai penolak bala.

Setiap riasan dan atribut dalam paes ageng memang memiliki makna filosofis yang mendalam, ya ladies. Simbol-simbol dan makna kebaikan di dalamnya pun tak luput dari doa-doa baik untuk kehidupan pengantin dalam membina dan membangun rumah tangganya kelak.

(vem/nda)
KOMENTAR PEMBACA