KAPANLAGI NETWORK
MORE
  1. VEMALE
  2. /
  3. LOVE

Cinta Butuh Kedewasaan! 4 Alasan Menikah Nggak Harus Buru-Buru

Kamis, 14 September 2017 14:30 Penulis: Endah Wijayanti
Menikah jangan terburu-buru./Copyright pexels.com

Vemale.com - Sudah sering kan mendengar kalau pernikahan itu bukan perlombaan? Meski sering mendengar ungkapan itu, tapi kita kadang merasa galau juga saat orang-orang terdekat kita sudah menikah sementara kita masih saja sendiri. Namun, jangan sampai karena alasan itu kita jadi gegabah dan nekat untuk buru-buru menikah.

Bagaimana pun sebuah hubungan itu perlu dibangun dengan kedewasaan. Kita juga perlu memikirkan soal masa depan dan jangka panjangnya. Jangan sampai kita terlalu terburu-buru sampai salah memilih orang dan menghabiskan sisa usia tanpa kebahagiaan. Ladies, penting untuk membuat pertimbangan yang matang untuk menikah, jangan sampai terburu-buru.

Pernikahan Itu Juga Menyatukan Dua Keluarga
Penting banget nih untuk saling mengenal keluarga masing-masing. Pernikahan bukan cuma menyatukan dua individu. Lebih dari itu, ada keluarga yang juga memegang peranan penting dalam keharmonisan rumah tangga. Jadi pastikan kamu dan pasanganmu juga sudah bisa mengenal keluarga masing-masing dengan baik sebelum melangkah ke pelaminan.

Menikah butuh persiapan./Copyright id.pinterest.com/xoalyssamarie

Persiapan yang Matang Diperlukan untuk Pernikahan yang Bahagia
Terlalu terburu-buru bisa membuat kita mengabaikan sejumlah aspek lain yang sangat penting dalam sebuah pernikahan. Pastinya kita ingin memiliki pernikahan yang bahagia, kan? Untuk mewujudkannya, persiapan yang matang memegang peranan yang sangat krusial. Kalau terlalu terburu-buru, takutnya nanti malah kesulitan untuk membangun pernikahan yang kokoh untuk masa depan yang lebih baik.

Selain Perkara Hati, Logika dan Berpikir Realistis Juga Penting
Menikah karena cinta? Itu penting. Sangat wajib malah. Nggak kebayang deh kalau membangun pernikahan tanpa disertai cinta. Tapi jangan sampai lupa, kita juga perlu berpikir realistis dan memakai logika. Maksudnya, kita juga perlu berpikir soal masa depan. Kira-kira apa saja yang ingin dibangun dan dicapai dalam pernikahan. Agar nantinya bisa menyusun target dan tujuan untuk membuat pernikahan lebih bermakna.

Menikah untuk bahagia bersama./Copyright homean.me

Menikah Butuh Dua Individu yang "Utuh"
Jangan hanya karena kamu, misalnya, ingin balas dendam dengan mantan yang menikah duluan, kamu langsung menerima sembarang orang dan menikah dengannya. Atau karena takut pasanganmu kembali ke mantannya, kamu memaksanya untuk segera melamarmu. Sebuah pernikahan butuh dua individu yang sama-sama "utuh". Dalam arti memang sudah benar-benar siap menikah untuk tujuan yang mulia, dan bukan menjadikan pernikahan sebagai "tumbal" untuk menyembuhkan lukanya.

Menikah memang perlu disegerakan. Tapi bukan berarti harus serba terburu-buru. Kalau menurutmu sendiri bagaimana, ladies? Haruskah menikah dilakukan dengan buru-buru? Atau kamu lebih mementingkan persoalan waktu yang tepat dengan orang yang tepat untuk menikah?



(vem/nda)
KOMENTAR PEMBACA