Sukses

Lifestyle

Sendiri Memang Sepi, Tapi Haruskah Mengakhiri Hidup dengan Bunuh Diri?

Akhir-akhir ini banyak berita tragis tentang bunuh diri. Banyak faktor yang menyebabkan seseorang memilih mengakhiri hidupnya alih-alih mencoba bertahan dengan keadaan yang ada. Salah satu alasan yang sering menjadi penyebab seseorang memutuskan bunuh diri adalah karena masalah asmara. Merasa kesepian dan tidak tahan menjadi bahan ejekan sekitar karena statusnya yang jomblo.

Faktanya dibanding wanita, pria lebih berisiko melakukan bunuh diri. Sebuah studi yang dilakukan bersama antara Lund University di Swedia dan Stanford University di California mengungkapkan bahwa bagi wanita, faktor terkuat yang menyebabkan ia memilih untuk bunuh diri adalah masalah pekerjaan. Sebaliknya bagi pria, faktor status jomblo dan masalah percintaan sering kali menjadi penyebab bunuh diri.

Baca Juga: Jangan Menyerah Pada Kemelut Hidup dan Maut, Teman ... Aku di Sini Untukmu

Beberapa kasus yang terjadi juga menunjukkan bahwa pria lebih mudah memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan alasan masalah asmara. Seperti yang dilakukan oleh seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di Jakarta (6/4) seperti yang dikutip dari merdeka.com nekat mengakhiri hidupnya dengan melompat dari gedung tempat ia kuliah. Alasannya pun tidak jauh dari masalah percintaan. Dan yang terbaru (9/8) seorang mahasiswa di Malang pun nekat mengakhiri hidupnya dengan menghirup freon.

Masih ingat dengan kasus bunuh diri yang disiarkan secara live oleh pelakunya? Seperti yang dilansir dari merdeka.com (18/3) penyebab dari bunuh diri ini adalah rasa cemburu pelaku kepada pasangannya. Ia nekat mengakhiri hidupnya dan aksinya diposting live di akun Facebook miliknya.

Cinta memang unik. Ia menguatkan sekaligus melemahkan. Dalam hal ini beberapa wanita mungkin sering mengancam bunuh diri karena kecewa dan patah hati oleh cinta. Tapi karena faktor keberanian para prialah yang berhasil untuk melakukannya.

Banyak orang yang menganggap bunuh diri adalah hal yang tabu untuk dibicarakan. Namun, tahukah kamu jika seseorang yang dalam masa yang sulit, luangkan waktu untuk mendengarkan keluh kesahnya. Berhenti menghakimi. Tidak perlu menyinggung status hubungannya. Menjadikan status jomblo sebagai bahan ejekan. Bukankah setiap orang berhak untuk bahagia? Apapun statusnya hubungannya.

Selamat hari ini.

(vem/apl)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading