1. VEMALE
  2. /
  3. LENTERA

Meski Jalan Hidup Tak Sesuai Keinginan, Tetaplah Tegar Hadapi Kenyataan

Kamis, 04 Oktober 2018 18:45 Penulis: Intan Nugraha - Bekasi
Ilustrasi./Copyright unsplash.com/shine tang

Vemale.com - Hidupku saat ini adalah bagaimana aku telah berjuang melewati semua tantangan. Mungkin saja semua orang menjalani hidupnya dengan pilihan mereka, tetapi tidak denganku. Sebagian besar hidupku adalah hal-hal yang tidak aku sukai, bukan merupakan mimpiku sejak kecil, juga bukan sesuatu yang aku dambakan sebelumnya. Hidupku lebih tentang menjalani pilihan yang paling aku hindari. Namun, ternyata aku banyak belajar dari semua itu.

Mulai dari aku masuk SMP yang bukan sekolah pilihanku. Pergaulannya begitu keras, pada saat aku masih bersekolah kala itu, tidak sedikit siswa yang sudah merokok bahkan meminum minuman keras. Siapa sangka aku yang masih dikatakan tidak tahu apa-apa, dihadapkan dengan keadaan yang buruk. Untung saja, pertahananku kuat untuk tidak terjerumus selama tiga tahun lamanya.

Ilustrasi./Copyright unsplash.com

Bukan berarti aku tidak bergaul, aku tetap berteman dengan semuanya. Aku mengamati berbagai macam pergaulan yang ada. Sehingga aku lebih dewasa untuk menyikapi berbagai hal yang terjadi. Selama SMP, aku selalu mendapatkan juara kelas karena prinsipku tidak sama dengan teman-temanku yang lain. Dari situlah aku belajar untuk menjalani secara ikhlas dan melakukannya sebaik mungkin. Hingga aku dapatkan sesuatu yang baik pula pada akhirnya.

Begitu pun ceritaku tentang SMA. Bukan bagian dari apa yang aku inginkan. Pada mulanya, aku bersikap apatis pada lingkungan sekolahku, aku tidak menyapa banyak orang, tidak bersosialisasi seperti teman-teman yang lain. Tetapi, seiring berjalannya waktu pemikiranku berubah, aku harus berusaha untuk berjuang di sini. Mendapatkan teman sebanyak-banyaknya adalah hal yang baik, belajar dengan baik tanpa membuat masalah hanya untuk membuat orangtuaku sedikit lebih bangga denganku.

Ternyata selang beberapa bulan, aku mulai terbiasa dengan lingkungan yang awalnya tidak aku sukai ini. Aku mendapatkan teman yang perhatian, memberikan aku banyak pelajaran juga dari apa yang mereka berikan padaku. Bertukar cerita tentang pengalaman masing-masing dan saling membantu meraih mimpi kami, setidaknya aku berada di lingkungan yang sangat positif kali ini.

Ilustrasi./Copyright unsplash.com

Pada tahun terakhirku di SMA, aku sangat memimpikan untuk bisa menjadi arsitek. Aku berusaha sekeras mungkin untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Namun takdir berkata lain, ayahku meninggal di saat aku sangat membutuhkan supportdari keluarga. Keadaan ekonomi keluargaku pun jatuh, sehingga aku tidak bisa melanjutkan menuntut ilmu di universitas yang aku inginkan, karena biaya yang perlu dikeluarkan sangatlah mahal. Namun, Tuhan tidak pernah membiarkan hamba-Nya terluka, aku diberi jalan untuk masuk di universitas dengan biaya yang rendah.

Walaupun universitas tersebut adalah universitas yang sudah aku blacklistsemenjak aku SMA. Tapi aku tidak bisa berbuat banyak, melihat ibuku yang sekarang tinggal sendirian tanpa suaminya sangat tersenyum bangga melihatku masuk ke universitas dengan biaya yang murah, itu adalah harapannya. Sebagai anak, aku hanya ingin berbakti pada orangtuaku, sehingga aku persiapkan mentalku untuk menghadapi hal yang tak pernah terpikirkan sebelumya. Jurusan yang aku dapatkan adalah di bidang fashion. Aku tidak bisa membayangkan apa-apa pada saat itu, aku bahkan bukanlah orang yang menyukai fashion dan mengikuti tren yang ada.

Aku memutuskan untuk menjalani semuanya dengan keikhlasan, dan berusaha mencintai apapun yang berhubungan dengan kuliahku. Karena jika tidak begitu, aku yakin hidupku akan susah dijalani, aku akan merasa apapun tidak berpihak padaku. Ternyata menyelami dunia fashion menyenangkan juga, aku banyak belajar bagaimana pakaian yang dipakai semua orang itu terbentuk, sebuah proses panjang hanya demi menghasilkan sehelai kain.

Ilustrasi./Copyright unsplash.com

Menjadi arsitek memang keren, tetapi menjadi desainer juga tidak kalah kerennya. Menciptakan tren sehingga diikuti banyak orang juga hal yang hebat. Mungkin takdir tidak mengizinkan aku untuk mendesain bangunan yang sekarang berlomba-lomba mencakar langit, tetapi takdir memintaku menjadi desainer busana, di mana semua orang berlomba-lomba untuk memiliki busana sesuai dengan tren yang sedang berlangsung.

Bisa jadi, takdir juga mengarahkanku pada desainer busana pengantin, untuk mengantarkan setiap pasangan yang bahagia untuk memulai hidup bersama. Aku merasa tidak ada salahnya untuk menjadi bagian yang paling menyenangkan, yaitu memuaskan banyak orang dengan hasil desainku sendiri. melihat senyuman yang terhias di wajah pelangganku sendiri.

Ilustrasi./Copyright unsplash.com

Aku memilih bersyukur dan berjuang meski berada di tempat asing sekalipun. Tangan Tuhan tidak akan pernah berhenti menolongku, hanya itu yang aku tanamkan di hatiku setiap aku menjalani hari-hariku. Dan aku menyadari bahwa inilah pilihan hidupku, menjalani segalanya dengan keikhlasan membuat semuanya akan terasa mudah. Tidak dipenuhi rasa kecewa maupun dendam yang mendalam. Karena apapun yang terjadi di hidupku, selama aku bisa bersabar dan berjuang sebaik mungkin, maka hasil yang didapat tidak akan menimbulkan kekecewaan.

(vem/nda)
KOMENTAR PEMBACA
Klarifikasi Angbeen Rishi Soal Perseteruan Dengan Ibunya