1. VEMALE
  2. /
  3. LENTERA

Bekerja untuk Kemanusiaan Tanpa Mempedulikan Angka-Angka di Ijazah

Senin, 27 Agustus 2018 13:45 Penulis: Rahmiana Rahman - Kab. Aceh Besar
Ilustrasi./Copyright unsplash.com/sean kong

Vemale.com - Apakah ada sosok pahlawan yang begitu berarti dalam hidupmu? Atau mungkin kamu adalah pahlawan itu sendiri? Sosok pahlawan sering digambarkan sebagai seseorang yang rela berkorban. Mendahulukan kepentingan orang lain daripada diri sendiri. Seperti kisah sahabat Vemale yang diikutsertakan dalam Lomba Kisah Pahlawan dalam Hidupmu ini.

***

Mendapatkan ijazah sarjana pendidikan yang kemudian dilengkapi dengan ijazah master pendidikan akhirnya menghasilkan berbagai pertanyaan untuk saya, misalnya, "Sekarang mengajar di kampus mana?" "Sudah PNS?" "Mau lanjut S3 di mana?" atau kumpulan pertanyaan lain yang menjadi standar sukses kebanyakan orang. Sebuah standar yang hanya bernilai materialistis, menurut pandangan saya.
 
Hingga akhirnya, saya pun menjawab, "Saya sibuk sebagai penggiat sosial atau social worker bersama para relawan di komunitas pendidikan perdamaian Rumah Relawan Remaja di Aceh serta mengembangkan komunitas yang saya dirikan yakni komunitas The Floating School untuk memberikan skills kepada pemuda-pemudi di berbagai pulau (sejak tahun 2016-sekarang) dan komunitas Sahabat Indonesia Berbagi (SIGi) Makassar untuk memberikan wadah belajar alternatif kepada anak-anak miskin kota di Makassar (sajak tahun 2012-sekarang). Pilihan hidup ini adalah bagian dari menjalani passion untuk bermanfaat bagi banyak orang, khususnya di bidang pendidikan."

Ilustrasi./Copyright unsplash.com


 
Meski banyak yang berargumen sinis, “Percuma memiliki ijazah-ijazah dengan nilai-nilai baik,” tapi inilah pilihan hidup. Saya ingin punya manfaat untuk banyak orang, khususnya orang-orang yang kadang terlupakan oleh kebanyakan kita. Bukankah ilmu, kemampuan dan pendidikan sejatinya dimanfaatkan untuk banyak orang?

Lagipula, saya kuliah untuk ilmu dan pengembangan diri, bukan demi selembar ijazah. Panggilan kemanusiaan untuk menjawab berbagai tantangan pendidikan sejatinya adalah kewajiban orang-orang terdidik. Bukan malah setelah mendapat ijazah, lalu berlomba-lomba menggunakan berbagai cara mendapatkan posisi tertentu. Ini memang pilihan hidup menggapai passion yang butuh konsistensi, terlepas dari berbagai pandangan sinis orang lain.

Ilustrasi./Copyright unsplash.com


 
Sebagai social worker, saya bisa belajar dan bekerja dengan berbagai tantangan yang membuat saya tumbuh dengan berbagai pengalaman. Saya bisa hidup bersama masyarakat di desa-desa terpencil, bermain bersama anak-anak korban bencana, mengajari huruf demi huruf anak-anak usia sekolah yang tidak mampu mengecap indahnya pendidikan dan menikmati keramahan masyarakat di pulau-pulau adalah kebahagiaan-kebahagiaan yang saya dapatkan dari pekerjaan saya ini.

Ilustrasi./Copyright unsplash.com


 
Sejatinya pahlawan adalah orang-orang yang berani mengorbankan kepentingan dirinya, demi kepentingan orang lain. Saya percaya, saya adalah pahlawan milenial yang berani mengambil risiko atas pilihan passion bekerja untuk kemanusiaan dengan tidak mempedulikan angka-angka di ijazah di atas pencapaian ilmu dan pengalaman.

(vem/nda)
KOMENTAR PEMBACA
Halangi Bajaj, Pejalan Kaki Tiduran di Trotoar