1. VEMALE
  2. /
  3. LENTERA

Demi Kuliahku, Ibu Kunjungi Kerabatnya Cari Pinjaman

Selasa, 21 Agustus 2018 13:05 Penulis: M. - Bandung
Ilustrasi./Copyright pexels.com

Vemale.com - Apakah ada sosok pahlawan yang begitu berarti dalam hidupmu? Atau mungkin kamu adalah pahlawan itu sendiri? Sosok pahlawan sering digambarkan sebagai seseorang yang rela berkorban. Mendahulukan kepentingan orang lain daripada diri sendiri. Seperti kisah sahabat Vemale yang diikutsertakan dalam Lomba Kisah Pahlawan dalam Hidupmu ini. Seorang pahlawan bisa berasal dari siapa saja yang membuat pengorbanan besar dalam hidupnya.

***

Jika bicara mengenai pengorbanan, tentu kita tak akan lepas dari pengorbanan seorang ibu. Banyak hal yang ia lakukan untuk hidup saya. Mungkin untuk beberapa orang, mendengar pengorbanan seorang ibu merupakan hal biasa. Tapi untuk saya, pengorbanannya merupakan hadiah terindah dalam hidup saya.

Kisah saya bermula ketika saya akan lulus SMA. Mendekati masa kelulusan, kedua orangtua saya mengajak saya bicara empat mata untuk membahas apa yang akan saya lakukan ke depannya. Saya dengan percaya diri mengatakan bahwa saya ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Begitu mendengar hal tersebut, orangtua saya tidak menyanggupi hal tersebut. Kondisi keuangan tidak memungkinkan saya untuk melanjutkan kuliah.

Ilustrasi./Copyright pexels.com

Mendengar hal itu, hati saya langsung dilanda kecewa berat. Bagaimana tidak, impian saya untuk kuliah sepertinya sudah tidak mungkin diwujudkan. Saya pun menangis dan berserah kepada Tuhan. Rasa kecewa tentu nampak jelas pada raut wajah saya. Setelah itu saya pun merenung di kamar.

Beberapa hari kemudian, ibu memanggil saya untuk bicara dengannya. Beliau memberitahukan bahwa setelah lulus nanti, saya bisa melanjutkan kuliah. Mendengar hal itu, saya syok bukan main, antara percaya dan tidak. Saya bertanya pada beliau, bagaimana bisa? Ibu hanya menyuruh saya untuk tidak memikirkan hal tersebut. Dia tidak ingin saya tahu apa yang sudah ia lakukan hingga saya bisa melanjutkan kuliah. Dalam hati kecil saya ingin menanyakan lebih , tapi mungkin ibu memiliki maksud tersendiri sampai ia tidak ingin bercerita lebih jauh.

Ketika saya sudah resmi menjadi mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta di Bandung, barulah ayah memberi tahu saya apa yang ibu lakukan agar saya bisa masuk ke perguruan tinggi. Ternyata, ibu mengunjungi kerabat-kerabatnya untuk memberi pinjaman dana agar saya bisa kuliah. Namun, banyak kerabat-kerabatnya yang menolak untuk memberikan pinjaman pada ibu. Ayah saya sudah menyuruh ibu untuk berhenti mengunjungi mereka dengan alasan itu adalah suatu yang sia-sia. Tetapi ibu tetap gigih ingin saya melanjutkan ke perguruan tinggi. Dia kembali menghubungi kerabatnya yang masih bisa ia temui.

Ilustrasi./Copyright pexels.com

Hingga tibalah ia di satu rumah kerabat jauh. Ibu menceritakan maksud kedatangannya dan tanpa diduga, kerabat tersebut bersedia memberikan dana agar saya bisa kuliah. Ibu berjanji untuk mengembalikan dana tersebut, tetapi mereka menolak. Mereka akan memberikan dana pendidikan hingga saya lulus kuliah. Saya tak kuasa menahan tangis dan ayah ingin saya untuk tetap merahasiakannya. Ayah bercerita hal ini agar saya  bisa lebih bersyukur kepada Tuhan dan membuat saya semakin tekun dalam belajar, juga berterimakasih kepada ibu.

Saya berpikir, mungkin anugerah Tuhan bekerja dari pengorbanan ibu lakukan. Bisa kalian bayangkan bagaimana perasaan yang berkecamuk dalam hati ibu saya ketika mengunjungi rumah kerabat-kerabatnya hanya untuk mencarikan dana pendidikan kuliah saya. Dalam doa, saya tak henti-hentinya mengucapkan syukur atas segala pengorbanan yang ibu lakukan.

Ilustrasi./Copyright pexels.com

Hingga tulisan ini dibuat, ibu tidak mengetahui bahwa saya sudah tahu tentang apa yang ia perbuat untuk diri saya. Hari demi hari, saya makin bersemangat untuk menjadi lebih baik di masa depan.

Terima kasih ibu, kau telah menjadi pahlawan untuk hidupku. Aku bersyukur atas segala pengorbanan yang kau lakukan hingga saat ini untuk diriku. Maafkan anakmu yang belum bisa memberikan lebih untuk dirimu. Perlahan tapi pasti, akan kuharumkan nama keluarga dan membanggakan ibu juga ayah.



(vem/nda)
KOMENTAR PEMBACA
Halangi Bajaj, Pejalan Kaki Tiduran di Trotoar