KAPANLAGI NETWORK
MORE
  1. VEMALE
  2. /
  3. LENTERA

Bantu Bayi Prematur, Wanita Ini Donasikan ASI Hingga 5 Ribu Botol

Rabu, 02 Agustus 2017 12:30 Penulis: Rohmitriasih
Cooyright odditycentral.com/video screengrab

Vemale.com - Wanita berhati mulia ini bernama Elisabeth Anderson-Sierra. Ia merupakan wanita berusia 29 tahun yang telah dikaruniai 2 buah hati. Di usianya yang masih sangat muda, ternyata produksi ASI (Air Susu Ibu) miliknya begitu melimpah.

Karena melimpahnya ASI yang ia punya, wanita asal Oregon, Amerika Serikat ini setidaknya telah menyumbangkan 5 ribu botol ASI untuk bayi prematur dan kurang mampu di luar sana. Dikutip dari laman odditycentral.com, dalam seharinya Elisabeth bisa memeras hingga 7 liter ASI. Jumlah yang sangat banyak yakni 10 kali lipat dari jumlah produksi ASI wanita pada umumnya.

ASI di lemari pendingin rumah Elisabeth/copyright Elisabeth Anderson-Sierra/Facebook

Lantas, apa yang membuat Elisabeth memiliki produksi ASI yang begitu melimpah? Rupanya, ia menderita sindroma hiperlaktasi. Sebuah sindrom di mana ia bisa menghasilkan ASI dalam jumlah yang sangat banyak di atas rata-rata.

Untuk mendapatkan setidaknya 7 liter ASI setiap harinya, Elisabeth harus meluangkan waktunya selama 7 jam untuk memeras ASI. Meski begitu, ia tak pernah lupa untuk tetap memberi ASI buah hatinya yang masih berusia 6 bulan, membereskan rumah dan menjadi ibu rumah tangga yang baik.

ASI ini akan disumbangkan ke banyak bayi prematur di luar sana/copyright Elisabeth Anderson-Sierra/Facebook

Sang suami David Sierra (52) sehari-hari juga membantu Elisabeth untuk mengemas ASI yang telah diperas serta menyimpannya di lemari pendingin. Sang suami begitu bangga ketika mendapati sang istri begitu peduli dengan bayi-bayi yang membutuhkan asupan ASInya di luar sana.

"Sekali memeras aku bisa menghasilkan 2 liter ASI. Aku sadar bahwa memproduksi lebih banyak ASI saat hamil anak pertama. Ketika hamil anak kedua, produksi ASIku terus bertambah. Kini putriku telah berusia 6 bulan. Aku memeras ASI 5 kali dalam sehari. Memeras ASI bukan pekerjaan yang nyaman, ini cukup sakit dan melelahkan. Tapi aku melakukannya dengan cinta. Aku bahagia bisa berbagi dan meringankan beban orang lain dengan apa yang aku punya," ungkap Elisabeth.

Elisabeth dan keluarganya/copyright swns.com

"Ke mana aku menyumbangkan ASIku? Itu akan diberikan ke ibu penderita kanker payudara atau pasangan yang memiliki bayi namun tak mampu memproduksi ASI. Tapi, penerima ASIku kebanyakan adalah bayi-bayi prematur yang dirawat di rumah sakit. Aku melakukan ini dalam hal kemanusiaan. ASI adalah emas cair, sehingga jangan disia-siakan karena banyak yang membutuhkan ASI di luar sana," tambah Elisabeth.

(vem/mim)
KOMENTAR PEMBACA