KAPANLAGI NETWORK
MORE
  1. VEMALE
  2. /
  3. KEUANGAN

Mengedukasi Anak Soal Keuangan Sejak Dini, Begini Caranya

Selasa, 05 Desember 2017 13:20 Penulis: Anisha Saktian Putri
Mengenalkan literasi keuangan./Copyright shutterstock.com

Vemale.com - Uang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Untuk memenuhi kebutuhan kita, jelas kita membutuhkan uang. Kemampuan bisa mengelola keuangan yang baik pun sangat diperlukan.

Inilah mengapa pendidikan keuangan harus diajarkan sejak dini. Agar si kecil dapat mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Supaya nantinya ketika tumbuh dewasa bisa mengelola keuangan dengan baik.

Tokoh Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), DR. Mei Tientje mengatakan bahwa mengenalkan anak usia dini dengan literasi keuangan adalah hal yang penting, yang nantinya dapat mengasah keterampilan anak untuk berpikir logis, kritis, dan kreatif.

Mei pun menyarankan untuk mengajarkan anak-anak usia dini dengan hal-hal yang membuat mereka tertarik. Seperti menggunakan warna, karena menurut Mei anak usia dini sangat tertarik dengan warna.

Nah, Moms atau guru PAUD bisa mulai mengenalkan uang pada anak berdasarkan dari warna-warna mereka. Misalnya, untuk yang warnanya merah, nilainya Rp100 ribu, biru Rp50 ribu dan seterusnya.

Mengenalkan literasi keuangan sejak dini./Copyright shutterstock.com

“Agar lebih menyenangkan, orangtua atau guru PAUD bisa sambil mengenalkan uang sambil mencerita dongeng,” ujarnya saat ditemui di Jakarta.

Tapi perlu diingat, kata dia untuk tidak membiasakan sulap uang terhadap anak. Seperti, menyulap uang Rp50 ribu menjadi banyak dan lainnya. Sebab cara ini akan membuat anak menjadi bingung. Hal ini  nantinya bisa membuat mereka justru lebih fokus terhadap jumlah uang daripada nilai uangnya.

Selain itu, anak-anak usia dini juga sudah bisa mulai dikenalkan dengan jenis-jenis uang, yakni uang rupiah kertas dan logam. Dengan pengetahuan ini, diharapkan mereka menjadi paham bahwa uang memiliki nilai.

"Mengenalkan pecahan juga penting. Karena banyak anak yang mengira, semakin banyak uangnya, semakin besar jumlahnya. Padahal tidak begitu. Uang Rp100 ribu satu lembar dengan uang Rp10 ribu sebanyak 10 buah bernilai sama. Jadi, mereka perlu diberi tahu nilainya. Bukan banyaknya," tuturnya.

DR. Mei Tientje juga menambahkan anak juga sudah bisa diberi pengetahuan mengenai uang rupiah sebagai lambang negara.

"Uang tidak boleh diremas-remas, harus bersih. Mereka harus menghargai dan menghormati uang rupiah sebagai lambang negara. Ini juga akan melatih mereka dalam menghargai hal-hal lain," ungkapnya.

Nah, mom ketika anak sudah paham mengenai dasar-dasar uang. Kasubdit Kurikulum PAUD Dikmas Dra Kurniati, mengatakan, orangtua atau guru PAUD bisa mulai mengajarkan hal penting lainnya, seperti manfaat dari rajin menabung, agar membuat anak lebih berbudi pekerti dan jujur.

Sebab, menurut Dra. Kurniati, mengenalkan literasi keuangan pada anak bukan hanya tentang uang, tapi juga bisa membentuk karakter mereka yang bermanfaat di masa depan.

"Banyak hal lebih dari sekadar keuangan saja. Anak sejak dini bisa lebih memiliki tanggung jawab, jujur, dan melatih kemampuannya berkomunikasi. Ini bisa ditanamkan sejak dini," tutupnya.



(vem/asp/nda)
KOMENTAR PEMBACA