1. VEMALE
  2. /
  3. KESEHATAN

Diet Ketat demi Obsesi Kurus, Gadis Ini Jadi 'Mayat Hidup' dan Nyawanya Terancam

Selasa, 22 Desember 2015 11:20 Penulis: Endah Wijayanti
Foto: copyright dailymail.co.uk

Vemale.com - Masih banyak anggapan yang beredar di masyarakat kalau wanita cantik itu yang punya tubuh langsing. Bahkan sampai ada yang mengidentikkan kepopuleran dengan langsing tidaknya tubuh yang ia miliki. Seperti yang dialami gadis bernama Elle Lietzow ini.

Elle, saat berusia 17 tahun ia hampir kehilangan nyawanya. Dilansir dari dailymail.co.uk, berawal dari obsesinya ingin punya tubuh kurus dan populer, ia nekat diet ketat sampai puasa selama seminggu penuh. Selama seminggu itu, ia tak makan juga tak minum sama sekali. Ia pun terancam kehilangan nyawanya kalau saja tak mendapat pertolongan.

Jempol kaki dan jari-jarinya tak mendapat aliran darah. Kukunya bahkan sangat rapuh, berwarna kehitaman, dan gampang patah. Rambut pirangnya rontok parah. Siklus haidnya berhenti. Tubuhnya tinggal kulit dan tulang seperti mayat hidup saja. Dokter bahkan terkejut ia masih bisa bertahan hidup dengan indeks massa tubuh 12 (yang normalnya sekitaran 18,5-24,9).

Elle mengaku keinginannya menurunkan berat badan adalah karena mau jadi gadis populer. "Aku ingin kurus agar bisa diterima semua orang. Aku bisa dapat banyak sekali teman ketika bobotku tak sengaja berkurang saat ikut renang dan semua orang memujiku. Aku berpikir meski aku berhenti renang aku akan tetap membuat tubuhku kurus agar mereka masih mau berteman denganku. Karena kalau bobotku naik, tak ada lagi yang mau berteman denganku," ungkap Elle.

Tubuh Elle yang seperti mayat hidup akibat diet ketat. | Foto: copyright dailymail.co.uk

Gadis yang kini berusia 19 tahun asal Melbourne, Australia ini mengaku dulu sering di-bully. Meski berat badannya hanya kelebihan beberapa kilogram, teman-teman sekolahnya suka menendang dan mendorongnya. Bahkan Elle diejek "paus gendut" ketika berjalan di lapangan bermain. Saat akhirnya bergabung di tim renang dengan jadwal latihan ketat enam jam per hari, bobotnya berkurang dan dapat banyak teman.

Tapi Elle berhenti ikut tim renang karena ingin fokus ke sekolahnya. Agar bobot badannya tetap stabil, ia olahraga dua jam sebelum sekolah dan jalan kaki jauh di dekat rumahnya. Dia pun mulai berdiet dengan hanya makan ikan dan sayuran. Dalam dua bulan, bobotnya turun 12 kilogram dan masuk rumah sakit untuk pertama kalinya. Keluarga dan teman-temannya menyuruhnya untuk menaikkan bobotnya lagi. Elle akhirnya malah tak bisa mengendalikan nafsu makannya dan bobotnya naik jadi 78 kilogram.

Merasa jijik dengan tubuhnya sendiri, Elle mulai diet lagi. "Kebiasaan makan sehat akhirnya berubah jadi hanya kebiasaan makan salad atau kubis kukus untuk makan malam yang dibumbui banyak garam. Lalu aku berhenti makan total," kata Elle. Dalam beberapa bulan saja, bobotnya berhasil turun 40 kilogram.

Namun, efek sampingnya dia jadi susah bangun dari tempat tidur dan harus di rumah tak bisa ke sekolah. Dia mulai merasa kalau nyawanya terancam. "Tubuhku memberiku sinyal kalau aku sebenarnya sedang membunuh diriku sendiri. Jadi aku harus berhenti," kata Elle. Hubungannya dengan orang tua dan teman-temannya juga makin renggang. Elle jadi sering bohong dengan kebiasaan makan dan olahraganya yang di luar batas wajar.

Sampai puncaknya Elle memutuskan berhenti total makan dan minum selama seminggu penuh. Wah, tak terbayangkan bagaimana rasanya, ya Ladies. Dan ketika akhirnya Elle memutuskan untuk minum karena rasa haus yang tak tertahankan, baru saja seteguk ia mengalami kejang parah. Dia terbaring di lantai kamar mandi dengan pecahan gelas kaca dan air tumpah di mana-mana. "Aku tak punya energi sama sekali. Aku sadar aku sekarat," ungkapnya.

Elle harus dirawat karena dietnya yang di luar batas wajar (kiri) dan kini akhirnya bisa kembali pulih (kanan). | Foto: copyright dailymail.co.uk

Elle akhirnya mengaku pada ibunya kalau ia sengaja menahan rasa lapar. Saat dilarikan ke rumah sakit, hati dan ginjalnya mengalami masalah. Dengan berat badan yang hanya 35 kilogram, Elle harus segera melakukan perubahan total.

Kini pola makan Elle berubah. Ia jadi seorang vegetarian. "Hidupku sekarang berubah setelah proses penyembuhan itu. Aku sekarang sudah lebih mudah bergaul, aku jalan-jalan dengan teman-temanku dan tak lagi menutup diri. Aku ingin menginspirasi orang lain melalui Instagram dan YouTube dengan gaya hidup vegetarianku. Pesan yang ingin aku sampaikan pada para penderita anoreksia adalah satu-satunya orang yang bisa menyelamatkanmu adalah dirimu sendiri. Kamu harus membuat perubahan kalau mau tetap hidup," papar Elle.

Elle kini menjalani pola makan yang lebih sehat. | Foto: copyright dailymail.co.uk

Elle sudah lebih menyadari pentingnya kesehatan tubuhnya. Kini alih-alih kembali terobsesi jadi kurus, ia memilih pola makan yang lebih sehat. Misalnya untuk sarapan, ia memilih makan buah seperti pepaya, apel, kiwi, dan pisang. Untuk makan siang, ia makan ubi manis dan salsa alpukat serta sop kare Thailand. Untuk makan malam, ia makan ubi bakar.

Ladies, kesehatan tubuh kita bagaimana pun lebih penting dari sekadar obsesi ingin punya tubuh langsing atau ingin diakui orang lain. Jangan sampai kita menyiksa tubuh kita sendiri dan tak menyadari bahaya yang mengancam.


(vem/nda)
KOMENTAR PEMBACA
Nikita Mirzani Menghapus Semua Foto di Instagramnya