Sukses

Parenting

Makan Ari-Ari Bayi Agar Awet Muda, Efektif Atau Berbahaya?

Beberapa bulan yang lalu, selebritis Hollywood, Kim Kardashian melahirkan bayi perempuan. Bukan berita tentang bayinya yang jadi sorotan, tetapi keinginan Kim untuk memakan plasenta atau ari-ari bayinya. Tren ini sedang menjamur di kalangan ibu muda. Kabarnya makan ari-ari bayi bisa membuat awet muda, benarkah?

Makan ari-ari adalah tradisi ratusan tahun yang lalu

Makin banyak ibu muda yang memakan ari-ari bayinya karena percaya hal itu bisa membuat cantik dan awet muda. Tren ini bisa saja terus berkembang, karena pada dasarnya wanita ingin selalu cantik (walaupun dengan cara yang aneh). Sebenarnya, memakan plasenta bukan hal yang baru, tradisi ini sudah dilakukan ratusan tahun lalu di China.

Awalnya, ari-ari bayi banyak digunakan sebagai obat penghilang rasa sakit, melancarkan ASI bahkan mengobati impotensi. Beberapa budaya lain juga mengenal tradisi makan ari-ari bayi. Sedangkan di Indonesia, para ibu lebih memilih mengubur ari-ari bayinya. Namun bisa saja tren ini membuat ibu di Indonesia memakan plasenta anak mereka sendiri.

Belum ada bukti ilmiah plasenta bisa membuat awet muda

Dalam situs Foxnews.com (4/6), Dr Manny Alvarez menjelaskan fenomena yang makin hangat setelah disebar oleh Kim Kardashian. Memakan ari-ari bayi bukanlah hal yang bisa dibenarkan atau dilarang. Sejauh ini, belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa makan ari-ari bayi bisa memberi manfaat lebih awet muda.

Letak ari-ari dalam kandungan | gambar: eurosciconnews.com

"Selama bertahun-tahun, saya telah mendengar bahwa beberapa pasien meminta plasenta mereka, meskipun saya sendiri belum pernah memiliki pengalaman ini dalam praktek saya sendiri," ujar sang dokter. "Namun tren yang berkembang adalah meningkatnya jumlah ibu baru melahirkan yang ingin memakan plasenta mereka sendiri," lanjutnya.

Sang dokter mengatakan bahwa di rumah sakit, plasenta dianggap sebagai bahan hayati yang diperlakukan khusus karena bisa berbahaya. Ari-ari atau plasenta adalah jaringan tubuh manusia, yang secara teori sangat besar kemungkinan membawa penyakit menular berbahaya. Karena itu, harus ada pertimbangan matang jika pihak tertentu ingin memanfaatkan ari-ari, baik sebagai obat atau dimakan untuk kecantikan.

Yang pasti, kalaupun Anda percaya ari-ari bisa membawa manfaat kesehatan atau kecantikan, penanganannya haru sangat hati-hati. Hal tersebut dilakukan untuk melindungi diri Anda sendiri dan orang di sekitar Anda dari bahaya penularan penyakit melalui ari-ari. [initial]

BACA JUGA:

Diet OCD: Seminggu Turun 4 kg, Tetap Bisa Makan Enak

6 Mitos dan Fakta Tentang Aborsi

9 Lagu Kutukan dan Kisah Misterius Para Musisi Terkenal

Kejam, Anak Ini Diculik dan Buta Karena Bola Mata Diambil Paksa

5 Sifat Wanita Yang Membuat Pria Terpesona

(vem/yel)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading