KAPANLAGI NETWORK
MORE
  1. VEMALE
  2. /
  3. KESEHATAN

Jarang Diketahui, 4 Pengaruh Stres terhadap Siklus Haid Wanita

Sabtu, 18 November 2017 14:30 Penulis: Endah Wijayanti
Stres mempengaruhi siklus haid./Copyright Unpopulart

Vemale.com - Mengelola stres terkadang sangat sulit dilakukan. Apalagi kalau memang sedang ada banyak pekerjaan, kesibukan, dan tekanan yang sulit untuk dicegah, kita sulit untuk mencegah pikiran dari stres. Saat stres ini, kondisi tubuh bisa ikut terpengaruh, termasuk siklus haid.

Saat berada dalam kondisi stres, biasanya gejala PMS akan makin parah. Dr. Jenny Abrams, dokter ntegrative Family Medicine di Seattle, seperti yang dikutip dari elitedaily.com menjelaskan bahwa hormon stres yang berlebihan bisa memicu premenstrual syndrome yang membuat wanita mengalami mood swing, nyeri haid, perut kembung, payudara yang terasa kencang, dan migrain. Selain bisa membuat PMS makin parah, stres juga bisa mempengaruhi siklus haid. Lebih jelasnya, yuk kita bahas di sini.

Telat Haid
Stres dan siklus haid bisa saling mengacaukan satu sama lain. Stres mengganggu keseimbangan hormon dan meningkatkan produksi kortisol dalam tubuh. Saat hal ini terjadi, kortisol akan menghambat ovulasi dan bisa membuat haid jadi telat. Telat haid karena disebabkan oleh stres juga bisa berdampak buruk karena darah yang keluar biasanya tidak seperti biasanya.

Kadar Estrogen dalam Tubuh Menurun
Pada masa ovulasi, biasanya akan ada peningkatan hormon estrogen. Tapi kalau sedang stres, rasa cemas akan mempengaruhi sistem tubuh dan membuat keseimbangan hormon ikut terganggu. Dr. William Leininger, dokter obgyn di San Diego menjelaskan kalau stres meningkat mendekati siklus haid, kadar estrogen akan menurun. Akibatnya, siklus bisa jadi nggak beraturan atau malah sangat terlambat. Untuk mengatasinya, penting untuk menjaga pola makan sehat dan olahraga rutin untuk mengatasi stres dan menjaga keseimbangan hormon dalam tubuh.

Jangan sampai stres, ya./Copyright thinkstockphotos.com

Sebulan Bisa Nggak Haid
Periode telat haid bisa mencapai satu bulan. Ketika hormon yang diproduksi otak dan sistem tubuh terganggu karena stres, akibatnya bisa jadi tak sekadar telat haid beberapa hari saja, tapi bisa sampai sebulan. Jadi ada kemungkinan dalam waktu sebulan kamu nggak haid.

Haid Bisa Lebih Sebentar atau Bahkan Lebih Lama
Dilansir dari pinkparcel.co.uk, hormon stres kortisol bisa mempengaruhi produksi estrogen dan progesteron yang dikeluarkan tubuh. Kalau tubuh terlalu banyak memproduksi kortisol, efeknya bisa mempengaruhi lamanya kamu haid. Bisa lebih sebentar atau bahkan lebih lama.

Sebaiknya memang kamu selalu menandai siklus haidmu setiap bulan, ya ladies. Jadi bisa lebih mudah menjaga pola makan dan kebiasaanmu, khususnya ketika sudah mendekati tanggal akan haid.  



(vem/nda)
KOMENTAR PEMBACA