KAPANLAGI NETWORK
MORE
  1. VEMALE
  2. /
  3. KESEHATAN

Kenapa di Usia 20an, PMS Jadi Terasa Makin Menyiksa?

Kamis, 16 November 2017 13:00 Penulis: Endah Wijayanti
PMS makin menyiksa./Copyright shutterstock.com

Vemale.com - Setiap kali akan haid, seorang wanita biasanya akan mengalami PMS (premenstrual syndrome). Mulai dari perut kembung, nafsu makan yang berubah, suasana hati yang naik turun (mood swing), kram perut, payudara yang terasa kencang, munculnya jerawat, sakit kepala, hingga gampang capek. Intensitas PMS yang dirasakan bisa berbeda pada setiap wanita.

Gejala-gejala PMS pun bisa memiliki tingkat keparahan yang berbeda setiap bulannya. Dilansir dari health.com, konsistensi PMS bisa terus berubah saat usia makin bertambah. Karena kadar hormon estrogen dan progesteron secara alami naik turun seiring bertambahnya usia, gejala PMS pun bisa ikut naik turun.

Intensitas PMS bisa berubah-ubah setiap bulannya./Copyright shutterstock.com

Pada usia 20an, PMS bisa terasa makin menyiksa. Fluktuasinya ibarat naik rollercoaster. "PMS cenderung makin parah di awal dan akhir usia reproduktif wanita karena terjadi banyak perubahan naik turun hormon pada usia tersebut," ujar Suzanne Fenske, MD, profesor madya di ilmu obstetri, ginekologi, dan reproduksi di Icahn School of Medicine di Mount Sinai, New York City. Memang belum ada alasan pasti wanita mengalami gejala PMS yang lebih parah, atau kenapa sekitar 3%-8% wanita mengalami Premenstrual gangguan dysphoric atau PMDD yang merupakan bentuk lebih ekstrim atau berat dari PMS.

Besar kemungkinan kebiasaan dan pola hidup wanita usia 20an yang menjadi penyebab gejala PMS makin menyiksa. Seperti tidak mencukupi kebutuhan tidur dengan baik, pola makan yang buruk, memiliki kebiasaan merokok, dan jarang olahraga. Dengan pola dan kebiasaan yang makin buruk, gejala PMS pun jadi makin menyiksa.

Sementara itu, di usia 30an gejala PMS bisa terasa lebih ringan. Faktor penyebabnya karena di usia tersebut biasanya seorang wanita sudah menjadi ibu, sudah melewati kehamilan dan masa menyusui yang bisa membuat gejala PMS tak separah sebelumnya.

Satu hal yang perlu digarisbawahi adalah kita perlu menjaga pola hidup dan kebiasaan sehat setiap harinya agar gejala PMS tidak terasa menyiksa setiap bulannya. Sesibuk apapun kita di usia 20an, jangan lupa untuk tetap menjaga pola makan sehat dan olahraga rutin, ya ladies.



(vem/nda)
KOMENTAR PEMBACA