KAPANLAGI NETWORK
MORE
  1. VEMALE
  2. /
  3. KESEHATAN

Cara Cegah Demam Berdarah Selain Menguras, Mengubur, dan Menutup

Selasa, 10 Oktober 2017 15:30 Penulis: Anisha Saktian Putri
Nyamuk demam berdarah/copyright: thinkstockphotos.com

Vemale.com - Penyakit demam berdarah memang tidak dapat disepelekan. Penyakit yang ditularkan oleh nyamuk ini sudah banyak memakan korban jiwa. Tahun 2016 badan kesehatan Internasional atau WHO membuat peta penyebaran DB di dunia. Di Indonesia sendiri sejak tahun 1970 sudah ditemukan virus dengue. Saat ini di hampir seluruh propinsi di Indonesia sudah terjangkit virus dengue. Selain di Eropa, kasus dengue juga ditemukan di perbatasan di Meksiko dan Amerika.

 "Ini menjadi salah satu penyebab jumlah kasus DB meningkat karena penyebaran nyamuk semakin meluas,” Ujar DR. dr. Leonard Nainggolan SpPD-KPTI, Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi dari Perhimpunan Peneliti Penyakit Tropik dan Infeksi Indonesia (PETRI), saat ditemui di Jakarta.

Nyamuk Aedes betina lebih suka darah manusia, dan dia lebih menyukai aroma manusia, termasuk aroma tubuh manusia yang tertinggal di pakaian. Oleh karena itu, pakaian yang habis dipakai sebaiknya dimasukkan ke keranjang pakaian dalam kondisi tertutup.

Nyamuk Aedes bertelur di air tergenang. 1 cc air tergenang saja sudah bisa jadi media berkembang biaknya nyamuk. Namun jangan lengah, karena pada keadaan kering pun, telur nyamuk Aedes dapat bertahan sampai 6 bulan. Ketika terendam air, telur-telur kering ini dapat menetas menjadi larva. Nyamuk Aedes tidak dapat bertahan di iklim dingin.

“Perubahan demografi dan urbanisasi meningkatkan populasi nyamuk Aedes. Di musim hujan, suhu dan kelembaban sangat kondusif untuk perkembangbiakan dan kelangsungan hidup nyamuk yang lebih lama. Tetapi suhu tinggi dapat mempercepat siklus hidup Aedes aegypti. Di musim panas, ukuran telur yang dihasilkan lebih kecil sehingga nyamuk membutuhkan darah lebih banyak untuk membesarkan telur. Di musim panas ini semakin banyak gigitan sehingga meningkatkan jumlah individu yang terinfeksi dan memperpendek masa inkbasi nyamuk,” papar Leonard.

Hal itulah yang menjelaskkan bahwa kasus dengue sangat bergantung suhu dan musim di mana kejadian DB banyak ditemukan di akhir musim hujan karena banyak air tergenang dan nyamuk tengah dalam puncak masa berkembang biak.

Pencegahan nyamuk penyebab penyakit perlu dilakukan dengan pendekatan terpadu. Tidak hanya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M (menguras, menutup dan mengubur) yang sekaran dikembangkan menjadi 3M plus, ditambah memodifikasi atau mendaur ulang benda-benda yang menjadi sarang nyamuk menjadi benda lain yang lebih berguna.

Pengendalian dengan bahan kimia yang menyebabkan nyamuk menjadi resisten juga perlu dikurangi. Beberapa zat kimia yang dibatasi adalah DDT dan organofosfat. Tadinya senyawa kimia efektif membasmi nyamuk, tetapi nyamuk dapat beradaptasi dengan lingkungan termasuk senyawa pembasmi nyamuk (DDT dan organofosfat) sehingga resisten. Penggunaan obat nyamuk organoosta dalam waktu lama menyebabkan nyeri kepala dan kelelahan kronis.

Obat anti nyamuk kimiawi generasi sekarang, tambah Leo, konsepnya bukan lagi membunuh nyamuk tetapi membuat pingsan nyamuk bahkan sampai 24 jam. Diharapkan selama dia pingsan itu, tidak mendapatkan asupan makanan sehingga akan mati. Ini lebih ramah lingkungan dan manusia. Pencegahan lainnya adalah dengan perlindungan perorangan yaitu dengan penggunaan pakaian pelindung, menggunakan insektisida rumah tangga seperti koil nyamuk, aerosol, electric vaporizer mats, atau liquid vaporizer. Bahan-bahan penolak nyamuk seperti ekstrak tumbuhan juga dapat dimanfaatkan.

(vem/asp/ivy)
KOMENTAR PEMBACA