KAPANLAGI NETWORK
MORE
  1. VEMALE
  2. /
  3. KESEHATAN

Rutin Konsumsi Ramuan Kunyit, Seberapa Baik Buat Kesehatan Tubuh?

Kamis, 14 September 2017 11:00 Penulis: Rohmitriasih
Copyright Thinkstockphotos.com

Vemale.com - Siapa yang tak kenal dengan rempah kunyit. Dipastikan bahwa semua orang tahu akan kunyit. Aromanya yang khas dan warnanya yang cantik, sering kali menjadikan kunyit sebagai bumbu aneka masakan. Kunyit juga sering dijadikan sebagai bahan utama untuk membuat jamu atau ramuan yang menyehatkan tubuh. Lantas, seberapa baik manfaat kunyit buat kesehatan?

Dikutip dari laman prevention.com, studi terbaru di Jerman menemukan bahwa nutrisi yang terkandung di dalam kunyit sangat baik buat kesehatan. Nutrisi berupa antioksidan, vitamin dan senyawa lainnya memiliki segudang manfaat untuk kesehatan. Ini baik untuk kesehatan organ luar maupun organ dalam tubuh seperti halnya jantung, hati, saluran pencernaan, ginjal dan paru-paru.

Brian St. Pierre, MS, MD, CSCS dari Precision Nutrition mengungkapkan bahwa ada beberapa senyawa dalam kunyit yang bisa membunuh sel kanker, sel tumor dan sel lain penyebab risiko penyakit mematikan. Peneliti di American Cancer Society juga menemukan bahwa selain bermanfaat mencegah risiko kanker, kunyit juga bisa mencegah risiko jantung, paru-paru, stroke, tekanan darah tinggi dan diabetes.

Konsumsi kunyit rutin setiap hari setidaknya 1 sdm bubuk kunyit atau 1 rimpang kunyit yang diperas, ini bisa mencegah berbagai risiko penyakit mematikan. Ini juga akan meningkatkan daya tahan tubuh dan membuat pikiran lebih fresh. Meski begitu, konsumsi kunyit beserta ampasnya sangat tidak disarankan.

Peneliti mengatakan jika ampas kunyit atau sari pati kunyit yang dikonsumsi terlalu berlebihan dalam jangka waktu yang panjang, dikhawatirkan ini justru berbahaya buat kesehatan khususnya kesehatan pencernaan dan rahim.

"Konsumsi kunyit dalam porsi yang pas dan tidak berlebihan memiliki segudang manfaat sehat. Tapi, jika dikonsumsi berlebihan, ini akan sangat berbahaya buat kesehatan," ungkap Keri Gans, RD, penulis buku The Small Change Diet.

Semoga informasi ini bermanfaat.

(vem/mim)
KOMENTAR PEMBACA