KAPANLAGI NETWORK
MORE
  1. VEMALE
  2. /
  3. KESEHATAN

Gagal Jantung Tak Bisa Sembuh, Begini Cara Mempertahankan Hidup Penderita

Selasa, 01 Agustus 2017 13:15 Penulis: Anisha Saktian Putri
Awas bahaya gagal jantung/copyright Shutterstock.com

Vemale.com - Penyakit gagal jantung memang perlu perhatian khusus, sebab penyakit ini pelan-pelan mematikan. Namun masih banyak masyarakat Indonesia yang ingin sembuh secara instan.

Padahal menurut Prof. Dr. Bambang Budi Siswanto dari Rumah Sakit Pusat Jantung Harapan Kita, jika ingin sembuh, pasien gagal jantung butuh ketekunan berobat. Sebab, penyakit gagal jantung seperti fenomena gunung es.

"Gagal jantung tidak pernah bisa sembuh. Jadi jangan berhenti minum obat, kalau berhenti akan rawat ulang lagi. Karena gagal jantung bisa berpotensi gagal ginjal dan stroke. Jadi jangan dengar tetangga kalau nggak minum obat itu sembuh," ujarnya saat ditemui dalam acara 'Set Your Life Back In Motion', di Jakarta.

Jantung sendiri ialah salah satu organ terpenting, namun terkadang orang cenderung mengabaikan gejala yang mengisyaratkan bahwa jantung mereka sedang bermasalah. Gagal jantung adalah kondisi kronis yang serius ketika jantung tidak dapat lagi memompa cukup darah demi memenuhi kebutuhan oksigen tubuh akibat melemahnya otot jantung seiring berjalannya waktu. Hal Ini bisa mempengaruhi tiap individu berapa pun usianya.

Dibandingkan dengan negara Barat, gagal jantung pada pasien Asia Tenggara terjadi pada usia yang lebih muda dan ditandai dengan kondisi klinis yang lebih parah, dengan faktor risiko vaskular seperti hipertensi, obesitas dan diabetes.

Secara konsisten selama satu dekade, pasien gagal jantung di Asia telah terbukti lebih muda dari pasien di Eropa. Studi juga menunjukkan bahwa kualitas hidup pasien gagal jantung lebih buruk dibandingkan kondisi kronis lainnya.

Pasien gagal jantung di Asia berusia lebih muda dibanding Eropa/ copyright Shutterstock.com

Hal ini mengganggu pasien untuk melakukan tugas sederhana dan berpartisipasi dalam aktivitas sehari-hari dengan teman dan keluarga. Statistik menunjukkan bahwa 76% pasien berjuang untuk melakukan aktivitas sehari-hari pasca diagnosis dengan gagal jantung. Secara global, meningkatnya beban hidup dari gagal jantung memberikan beban yang sangat berat kepada masyarakat, terutama pada pasien, caregiver dan sistem jaminan kesehatan.

Beban ekonomi yang diakibatkan oleh penyakit gagal jantung, sebagian besarnya berasal dari seringnya dan lamanya perawatan di rumah sakit bagi para pasien. Menanggung beban emosional, fisik, dan finansial yang tinggi ketika mereka merawat anggota keluarganya yang menderita gagal jantung juga menjadi beban tersendiri.

Melihat masalah tersebut dan demi mengurangi memburuknya kondisi pasien gagal jantung, Novartis menghadirkan pengobatan gagal jantung baru LCZ696 dengan nama molekul sacubitril valsartan sodium hydrate di kelas perawatan ARNi (Angiotensin Receptor-Neprilysin inhibitor) di Indonesia, sejak pertama kali diluncurkan di Eropa dan Amerika Serikat 18 bulan yang lalu.

"Kami selalu siap untuk mendukung pemerintah Indonesia dan bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan untuk membantu pasien Indonesia yang menderita penyakit kardio-metabolik, seperti diabetes, hipertensi dan gagal jantung, baik melalui JKN maupun pasar komersial. Dengan ini, kami juga berharap dapat membantu meringankan beban sosial maupun ekonomi sebagai akibat penyakit ini," ujar Presiden Direktur Novartis Indonesia, Milan Paleja.

Nah, ladies agar tidak terkena gagal jantung, kita harus menjalankan pola hidup sehat, olahraga teratur, makan-makanan bergizi, serta hindari rokok ya.

(vem/asp/feb)
KOMENTAR PEMBACA