KAPANLAGI NETWORK
MORE

Rahasia CEO Mustika Ratu Turunkan Berat Badan Setelah Melahirkan

Jum'at, 17 Maret 2017 15:28 Penulis: Anisha Saktian Putri
Foto: copyright thinkstockphotos.com

Vemale.com - Setiap wanita pasti pernah merasakan kelebihan berat badan setelah melahirkan. Memang hal ini cukup membuat kita stress ladies, sebab untuk menurunkan bobot tumbuh tak semudah membalikkan telapak tangan.

Masalah tersebut pun sempat dirasakan petinggi Mustika Ratu generasi kedua, Putri Kuswisnu Wardani.

Wanita kelahiran 20 September 1959 ini sempat mengalami kelebihan berat badan hingga 17 kilogram dari berat badan normalnya. CEO Mustika Ratu ini mengaku sempat kesulitan menurunkan berat badan pasca melahirkan.

"Pada saat melahirkan 33 tahun yang lalu, saya kelebihan berat badan 17 kilogram. Padahal itu sudah keluar ari-ari dan ketuban," ungkap Putri saat ditemui di Twin House, Jakarta Selatan.

Beruntungnya, hanya butuh 3,5 bulan untuk Putri menurunkan bobot tubuhnya. Lalu apa rahasianya menurunkan berat badan dengan cepat? Nyatanya, ia hanya rajin mengonsumsi jamu demi mengembalikan bobot normal tubuhnya.

"Saya sudah menopause ya kalau sekarang. Tapi dulu sampai umur 52 tahun berat hanya 45 kilogram. Sekarang hampir 60 tahun berat naik 10 kilogram jadi 55 kilogram," tambahnya.

Bertambahnya usia, Putri mengaku sangat berpengaruh terhadap melambatnya proses metabolisme. Untuk itu, banyak usaha untuk memperlancar pencernaan, termasuk mengeluarkan lemak jahat dari dalam tubuh.

Dalam mengurangi bobot tubuhnya, Putri tak hanya mengandalkan jamu. Namun, ia mengimbanginya dengan berolahraga sehingga tidak menimbulkan risiko lain. Dan tak lupa, minum air putih minimal 7-8 gelas sehari.

"Nanti setelah melewati batas 35-40 tahun, kalian akan mulai merasakan penurunan fungsi tubuh. Jadi kalau dari muda nggak dijaga dengan benar maka akan terasa saat tua," terangnya lebih lanjut.

Sayangnya, masih banyak yang tidak mengetahui fungsi jamu dan masih banyak ketakutan bila mengonsumsi jamu seperti efek samping pada ginjal. Itulah sebabnya, Putri menyarankan untuk mengonsumsi air putih dalam kondisi hangat ketika ingin minum jamu.

"Bubuk jamu nggak bahaya asal didorong keluar dengan air. Kalau bisa dengan air hangat. Sudah ada riset minum air hangat 2-3 gelas di pagi hari dan setelah makan dapat meluruhkan lemak-lemak yang kita makan. Bayangkan wastafel saja kalau nggak dikasih bubuk luruhnya lama. Apalagi usus kita akan dipakai sampai tua nanti," tutupnya.

(vem/asp/yel)
KOMENTAR PEMBACA
Video Skrin.id : Aktivitas Nge-Date Ideal Dilihat Dari Zodiakmu