Sukses

Parenting

Bagaimana Menjelaskan Kejahatan Terorisme Pada Anak?

Beberapa saat setelah tragedi bom Sarinah, seluruh media memberitakan peristiwa memilukan tersebut. Tak hanya itu, social media pun turut dalam arus pemberitaan yang tiada henti. Rekaman peristiwa, foto-foto kejadian bahkan foto korban akibat ledakan bom, terpampang dimana-mana tanpa perlu kita minta.

Sementara hampir seluruh media cetak dan elektronik menyoroti peristiwa ini, pernahkah kita memikirkan, apa dampaknya bagi anak-anak kita? Mau tak mau, anak-anak terkena paparan informasi seputar terorisme. Apakah yang ada dalam benak mereka tentang "terorisme"? Jika orangtua merasa perlu menjelaskan situasi yang terjadi saat ini tentang terorisme, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan baru-baru ini mengeluarkan panduan bagaimana bicara pada anak tentang kejahatan terorisme.

  • Cari tahu apa yang mereka pahami. Bahas secara singkat apa yang terjadi, meliputi fakta-fakta yang sudah terkonfirmasi. Ajak anak untuk menghindari isu dan spekulasi.
  • Hindari paparan terhadap televisi dan media sosial yang sering menampilkkan gambar dan adegan mengerikan bagi kebanyakan anak, terutama anak di bawah usia 12 tahun.
  • Identifikasi rasa takut anak yang mungkin berlebihan. Pahami bahwa tiap anak memiliki karakter unik. Jelaskan bahwa kejahatan terorisme sangat jarang, namun kewaspadaan bersama tetap perlu.
  • Bantu anak mengungkapan perasaannya terhadap tragedi yang terjadi. Bilas ada rasa marah, arahkan pada sasaran yang tepat, yaitu pelaku kejahatan. Hindari prasangka pada identitas golongan yang didasarkan pada prasangka.
  • Jalani kegiatan keluarga bersama secara normal untuk memberikan rasa nyaman, serta tidak tunduk pada tujuan teroris mengganggu kehidupan kita. Kebersamaan dan komunikasi rutin penting untuk mendukung anak.
  • Ajak anak berdiskusi dan mengapresiasi kerja para polisi, TNI dan petugas kesehatan yang melindungi, melayani dan membantu kita di masa tragedi. Diskusikan lebih banyak tentang sisi kesigapan dan keberanian mereka daripada sisi kejahatan pelaku teror.

Anak-anak adalah aset masa depan yang harus dipupuk kesadarannya sejak dini dalam hal membela negara dan memahami kondisi yang terjadi di sekitarnya. Berikan pemahaman yang tepat sesuai umurnya. Semoga tidak ada lagi kejadian teror yang melanda Indonesia ya, Ladies.

(vem/wnd)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading