KAPANLAGI NETWORK
MORE
  1. VEMALE
  2. /
  3. KELUARGA

Tangan Dan Kaki Terasa Dingin, Mengapa?

Senin, 13 Juli 2015 20:05 Penulis: dr. Aria Wibowo
Foto: copyright thinkstockphotos.com

Vemale.com - Anda pernah mengalami tangan dan kaki mendadak dingin? Selain karena udara dingin, tangan dan kaki dapat mengalami suhu dingin akibat adanya berbagai penyakit tertentu. Masalah sirkulasi darah yang buruk, adanya pembuluh darah kecil pada tangan atau adanya kondisi penyakit lainnya dapat menyebabkan tangan dan kaki yang terasa dingin.

Berikut ini beberapa penyakit yang dapat memicu gejala tangan dan kaki yang terasa dingin.

• Frostbite, yang bukan merupakan penyakit namun situasi yang menyebabkan anggota tubuh terekspos dengan cuaca dingin yang ekstrem.

• Anemia, yang dapat menyebabkan kulit memucat, melemah dan menjadi dingin.

• Diabetes dapat pula menyebabkan tangan dan kaki yang dingin karena adanya masalah pada sirkulasi darah, tekanan darah tinggi dan masalah tiroid.

• Penyakit lupus, yang dapat menyerang pembuluh darah bersamaan dengan munculnya kondisi lupus sistemik. Pembuluh darah kecil pada kulit tangan dan kaki dapat mencegah pergerakan normal darah. Tangan dan kaki akan menjadi dingin.

• Penyakit Raynaud’s atau pembuluh darah pada tangan dan kaki yang bereaksi berlebihan pada kondisi tertekan hingga mengecil atau udara dingin adalah penyebab utama dari tangan dan kaki yang terasa membeku. Akibatnya, tangan dan kaki akan memucat warnanya. Faktor penyebab serangan penyakit Raynaud juga dapat diawali dari sentuhan dengan benda dingin dalam waktu yang lama atau tekanan emosi yang dialami penderita.

• Kerusakan pada pembuluh arteri dan penyakit atherosclerosis dapat juga menjadi penyebab tangan dan kaki menjadi dingin. Penumpukan plak pada pembuluh darah dapat menjadi kondisi tangan dan kaki yang terasa dingin.

• Sindrom carpal tunnel, di mana terdapat tekanan pada saraf pergelangan tangan yang menyebabkan rasa sakit, tersetrum hingga dingin dan mati rasa.

• Kebiasaan merokok yang dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah di tangan dan kaki.

• Konsumsi obat beta blockers untuk mengobati tekanan darah tinggi, obat-obatan migrain serta obat flu yang beredar luas dapat memberi efek samping tangan dan kaki terasa dingin.

• Bekerja berdekatan dengan bahan kimia vinil chloride di industri plastik dapat menyebabkan luka pada tangan serta rasa dingin.

• Usia yang semakin bertambah tua serta pengaruh gen dalam keluarga dapat menjadi faktor yang berkontribusi pada kondisi tangan dan kaki yang dingin.

Untuk mengobati gejala tangan dan kaki yang dingin, Anda dapat meminum obat untuk melebarkan pembuluh darah dan menstimulasi sirkulasi darah dalam bentuk kalsium channel blockers, alpha blockers dan vasodilators. Pada penderita tangan dan kaki yang secara konstan merasa kedinginan, konsumsi obat flu yang dijual bebas, obat beta blockers maupun pil KB tidak diizinkan.

Operasi saraf dapat juga membantu. Saraf akan dibedah di sekitar pembuluh darah lewat operasi kecil pada tangan dan kaki. Ada juga penyuntikan bahan kimia untuk memblokir saraf sympathetic yang dapat pula dilakukan beberapa kali. Pilihan lainnya adalah dengan operasi pengangkatan jaringan yang sudah rusak karena kurangnya aliran darah.

Ubah kebiasaan buruk seperti merokok yang dapat menurunkan suhu tubuh dan menyempitkan pembuluh darah. Perbanyak olahraga secara rutin untuk melancarkan sirkulasi darah dan hindarilah stres. Hindari konsumsi kafein dan rawat kondisi tangan dan kaki. Sebisa mungkin, jangan berjalan bertelanjang kaki dan jangan sampai mengalami cedera. Hindari pakaian, aksesoris atau sarung tangan maupun kaus kaki dan sepatu yang kesempitan.

Saat rasa dingin menyerang, Anda perlu mencari tempat yang hangat. Tempatkan tangan dan kaki di bawah air hangat yang mengalir dan lakukan pemijatan dan peregangan pada tangan dan kaki.

Konsumsi suplemen minyak ikan agar tubuh lebih tahan terhadap dingin. Hindari kontak langsung dengan dingin pada tangan dan kaki Anda dengan memakai sarung tangan atau kaki. Atur suhu ruangan agar tidak terlalu dingin.

Sumber: http://meetdoctor.com/

(vem/apl)
KOMENTAR PEMBACA