1. VEMALE
  2. /
  3. KELUARGA

Mendidik atau Tidak? Ini Komentar Para Ibu Terhadap Tayangan Televisi Lokal

Rabu, 14 Maret 2018 14:01 Penulis: Anisha Saktian Putri
Tayangan tv lokal/copyright Pixabay.com

Vemale.com - Kemudahan internet membuat banyak orang memanfaatkannya. Mulai dari mencari informasi hingga memberi opini seperti yang dilakukan Deddy Corbuzier.

Pria kelahiran 28 Desember 1979 ini baru saja mengunggah video opininya tentang artis alay. Berjudul ‘Artis Alay Kenape Makin Banyak Sih!’ pada akun YouTube-nya. Ia menilai alay merupakan sikap yang terbentuk dari lingkungan sekitar dan sulit artis alay menjadi lebih berkelas.

“Gue pernah coba bikin artis alay berkelas, nggak bertahan lama balik lagi jadi alay. Kenapa? Because it's an attitude. It's a character yang dibangun dari keluarganya, dari sosialnya, dari lingkungannya," ungkap Deddy dalam video yang diunggahnya ke YouTube, Jumat (9/3). 

Video Deddy Corbuzier, tersebut sontak membuat netizen berkomentar. Banyak yang menyangka, video tersebut ditujukan untuk Sisca Jessica atau sering dipanggil Chika Jessica. Seperti diketahui, Chika pernah menjadi rekan pembawa acara Deddy dalam acara talkshow miliknya. Namun terhitung Februari 2018, presenter berambut pendek itu sudah tak terlihat lagi menjadi co-host di acara itu.

Namun, kabar tersebut ditepis oleh Deddy di akun Instagramnya. Pria berpenampilan plontos ini mengatakan, video opininya tentang artis alay itu semua tak merujuk pada Chika Jessica.

“Bukan untuk menyindir Chika tapi semua artis atau celebrity alay yang merusak anak-anak kita di masa depan," tulisnya dalam akun Instagram, Minggu (11/3/2018).

Komentar pro dan kontra para artis

Bukan hanya saja dikaitkan dengan Chika, video tersebut pun menuai pro-kontra di kalangan artis ibukota. Seperti yang dilakukan oleh Astrid Kuya yang mengatakan ‘Alay Tidak Haram’ pada Instagram Story-nya.

"Alay itu tidak haram!! Tapi sombong bisa jadi dosa," tulis Astrid di Instagram Story-nya yang kini sudah menghilang.

Selain itu, Ivan Gunawan mengunggah foto dirinya bersama Ruben Onsu di atas kapal. Desainer tersebut juga menuliskan sebuah caption dengan menyebut kata 'alay' di dalamnya.

"Enjoy shay... pose biar kaya alay," tulis Ivan Gunawan di Instagram Story-nya.

Foto Ivan Gunawan bersama Ruben Onsu/copyright instagram.com/ivan_gunawan

Namun komentar berbeda ditunjukkan oleh kedua penyanyi, Erdian Aji Prihartanto, lebih populer dengan nama Anji atau Manji dan Melly Herlina atau yang lebih dikenal sebagai Melly Mono Anji dan Melly.

Mereka memiliki komentar pro terhadap video yang diunggah Deddy. Seperti halnya Anji yang menulis pada Instagram Storynya, “Awalnya merasa gak enak kalau bilang artis alay, karena banyak artis yang saya kenal masuk kategori itu. Tapi harus ada orang-orang yang bersuara. Terdorong sama apa yang dilakukan @mastercorbuzier, saya berharap acara-acara alay di tv diganti,” tulisnya.

Sedangkan Melly menuliskan, “Anak saya jarang sekali nonton acara tv lokal, ya dan itu betul sekali. Tapi sungguh nggak punya pilihan dan akhirnya memilih program acara anak dan keluarga di tv kabel. Saya sedih banyak tayangan yang ngambil untung dari ngebuka aib orang. Di sini saya nggak nyangkut pautkan dengan alay. Hanya terganggu acara tv yang menurut saya nggak ada manfaatnya,” ungkapnya pada Instagram storynya @Melly_Mono.

Komentar para ibu

Selain para artis, para ibu yang sudah memiliki anak pun berkomentar mengenai apakah mereka memberikan tayangan tv lokal untuk anak-anak mereka?

Seperti mom dengan satu anak berusia 3 tahun, Cut Murdom Ratna, mengatakan ia tidak pernah memberi tayangan tv lokal pada anaknya. Bahkan ia lebih memilih untuk tidak tersambung dengan tv lokal.

“Saya nggak pernah ngasih anak nonton, kecuali disney channel junior. Anak kan suka saya tinggal, kalau tv-nya nyambung tv lokal takut pas dia ngidupin langsung acara ‘gituan’. Jadi mending tv lokalnya dimatiin sekalian. Soalnya tayangannya suka gak bener sih. Kalau tv kabel biar ngajarin bahasa Inggris juga,” ujarnya saat dihubungi redaksi Vemale. Com.

Begitu pula yang diungkapkan mom Romauli Gultom, dirinya melarang anaknya untuk menonton tayangan lokal, terutama sinetron. Ia lebih memilih tayangan sesuai dengan umur si kecil yang masih 4,5 tahun.

"Jangan nonton sinetron, paling penting. Karena gak bagus buat anak-anak kan? Moral dan pemikirannya bisa rusak. Apalagi sinetron sekarang kebanyakan soal pelakor lah, berantem, cinta-cintaan anak sekolah. Jadi saya lebih suka kasih program anak, masih bolehlah kartun anak, atau lagu-lagu anak."

"Paling saya temenin kalo nonton, seperti ganti channel TV palingan kalo nggak sesuai. Pilih yang sesuai tontonan dia. Kalau nggak ada, ya matiin aja tuh TV. cari aktivitas lain, macam mewarnai, main puzzle,” tuturnya.

Mom Amelia yang memiliki anak berusia 6 tahun pun membatasi anaknya untuk menonton tv lokal, begitu pun dengan dirinya yang sangat membatasi menonton tayangan lokal. Alasannya, mayoritas tayangannya tidak mendidik.

“Kemasannya acara talkshow, tapi isinya hanya orang saling cela dengan bahasa yang kasar. Terkadang malah mereka saling mencela fisik. Sangat tidak mendidik. Lebih baik saya pasang disney channel, di sana lebih banyak nilai positif yang bisa saya ajarkan ke anak saya,” paparnya.

Untuk ibu bekerja seperti mom Desy Susilawati, dirinya lebih memilih untuk menggunakan dvd dan download video yang sesuai untuk anak-anak. Walau di rumah tidak diberikan tayangan lokal, ia mengaku jika anaknya sedang dititipkan ke rumah orangtuanya, mau tidak mau si anak menonton televisi. Namun tetap ada batasannya.

“Kalo di rumah memang nggak dikasih nonton tv. Tapi kalau lagi di rumah neneknya terpaksa dibolehin. Itu karena memang di rumah neneknya nggak disediain dvd dan download-an. Tapi dibatasi hanya beberapa jam. Misalnya mau jalan sekolah sebentar karena tayangan anak adanya pagi. Sama sore-sore,” ujar ibu yang memiliki anak usia 5.5 tahun dan 3 tahun ini.

Sedangkan, mom Silvia Ismayati mengaku dirinya masih memberikan tayangan lokal, namun tetap dengan pengawasan.

“Suka kok kasih tayangan tv lokal, saya mah apa aja, tapi di filter juga. Jadi kalau tv nggak begitu di batesin. Tapi yang boleh acara kartun, acara anak. Biasanya sih kalau dia nggak suka acaranya, minta diganti channel-nya. Terpenting di temenin kalau lagi nonton. Dia juga nggak terus-terusan nonton tv, pasti bosen dan lebih main bersama temannya,” ujarnya.

Nah moms, bagaimana dengan kamu? Memberi tayangan lokal atau tidak nih? Ceritain di sini juga ya.

(vem/asp/feb)
KOMENTAR PEMBACA
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah