1. VEMALE
  2. /
  3. KELUARGA

Gangguan Pelakor dalam Rumah Tangga, salah Siapa?

Jum'at, 23 Februari 2018 16:45 Penulis: Dewi Ratna
© iStockphoto

Vemale.com - Yang namanya rumah tangga, tak selamanya berjalan mulus dan selalu bahagia. Ada saja kerikil atau bahkan batu besar yang menghambat di tengah perjalanannya. Termasuk salah satunya adalah pelakor atau perebut laki orang.

Pelakor (perebut laki orang) tidak bisa begitu saja disalahkan saat suami kamu ketahuan selingkuh. Boleh saja menilai perempuan idaman lain (PIL) suami kamu itu jahat dan tega, tapi kamu juga harus menyadari, pelakor tidak akan ada jika hubungan kamu dan suami baik-baik saja.

"Ketika (hubungan suami istri) ada gap dan jarak, kekosongan di antara suami dan istri itu (akan) diisi oleh orang lain (pelakor)," kata Psikolog Klinis dan Praktisi Hipnoterapi di Dharmawangsa Mental Health Clinic, Liza M Djaprie saat dihubungi Health Liputan6.com pada Kamis, 22 Februari 2018.

Liza mengatakan ada tiga pihak yang harus disalahkan dalam kasus perselingkuhan. Bukan hanya pelakor itu saja, tapi suami dan istri yang meski dalam hal ini posisinya adalah korban.

"Dia korban, tapi ada kontribusi sampai hal ini bisa terjadi. Walaupun kontribusi itu minimalis banget, ternyata bisa membuat pria melihat wanita lain," kata Liza.

Seorang istri bisa introspeksi ke diri sendiri saat tahu ada pelakor yang siap menerkam sang suami. Istri terkadang tidak menyadari bahwa sedang ada kesenjangan di antara mereka, yang mungkin tidak terbahas atau terlewatkan begitu saja.

"Atau mungkin tampak hangat, tapi (kalau diperhatikan) cenderung individualisme," kata Liza.

Pelakor Muncul karena Ada Kesenjangan Dalam Hubungan

Menurut Liza, 80 persen perselingkuhan bisa terjadi karena hubungan suami dan istri yang berjarak. Sisa 20 persen disumbangkan oleh pria itu sendiri.

"Ada memang pria yang tidak bisa berkomitmen. Mau pasangan secantik kayak apa, dia tidak pernah puas," kata Liza.

Liza pun berpesan, daripada repot-repot dan menghabiskan tenaga buat memarahi pelakor, mending energi itu dipakai buat refleksi.

"Balik lagi, tanya ke diri sendiri, salah dan kurangnya di mana? Misal, jangan-jangan karena terlalu dominan, sampai-sampai suami menjadi takut. Misal lagi, saking keasyikan kerja, sampai-sampai tidak bisa menyiapkan sarapan buat suami," kata Liza menambahkan.

Tak jarang, ada hal yang tidak bisa dilakukan istri, tapi sudah dimaklumi terlalu lama oleh si suami, sampai kemudian muncul perempuan yang disebut pelakor itu, bisa melakukan apa yang tidak bisa dilakukan istri sendiri.

Sumber: Liputan6.com

(vem/dew)
KOMENTAR PEMBACA
Sosok Pahlawan Masa Kini