KAPANLAGI NETWORK
MORE
  1. VEMALE
  2. /
  3. KELUARGA

Waspada Mom, Membentak & Memukul Anak Bisa Membuatnya Depresi

Senin, 27 November 2017 14:15 Penulis: Rohmitriasih
copyright shutterstock.com

Vemale.com - Penting bagi setiap orangtua untuk mendidik anak dengan sabar, merawatnya dengan penuh kasih sayang dan kelembutan. Berlaku kasar pada anak termasuk sering membentak, memukul atau bahkan memberi hukuman yang bersifat melukai fisik bisa meningkatkan risiko depresi pada anak.

Dilansir dari laman asiantown.net, kebiasaan membentak dan memukul anak akan membuat perkembangan psikis anak cukup terganggu. Selain meningkatkan risiko depresi, perlakuan yang cukup kasar dari orangtua ke anak bisa meningkatkan risiko anak menyalahgunakan obat terlarang, berperilaku kasar dengan teman atau orang lain hingga meningkatkan risiko bunuh diri.

Penelitian yang dilakukan di Universitas Manotoba menyebutkan bahwa anak-anak yang tumbuh dan hidup bersama keluarga yang kasar, orangtua suka main tangan dan lebih mudah marah umumnya lebih mudah berperilaku negatif. Sebaliknya, anak-anak yang hidup dan tumbuh kembang bersama orangtua penuh kesabaran akan lebih mudah tersentuh hatinya, punya jiwa sosial tinggi dan senantiasa berpikir positif.

Memukul anak berdampak negatif terhadap tumbuh kembang psikis anak/copyright shutterstock.com

Dr Andrew Grogan-Kaylor dan Dr Shawna Lee mengungkapkan bahwa pengalaman buruk anak di masa kecil berpengaruh besar terhadap kehidupannya saat dewasa. Seseorang yang sering mendapat pukulan atau hukuman berat dari orangtua atas kesalahan-kesalahan yang dilakukannya di masa kecil, ini membuatnya kurang percaya diri saat ia dewasa. Ini juga membuatnya lebih mudah trauma, depresi hingga meratapi kesalahannya.

Penelitian yang dilakukan di University of Texas menemukan, semakin banyak anak dihukum dan dipukul atau dibentak orangtua, semakin besar kemungkinan ia menentang nasehat orangtua dan orang-orang dewasa di sekitarnya. Anak ini juga akan tumbuh lebih agresif, mudah emosi, menurunnya kemampuan kognitif dan anti sosial.

Atas penelitian ini, para peneliti sangat menyarankan agar setiap orangtua mau bersabar, menghindari penggunaan hukuman fisik dan berkata lembut pada anak dalam merawat dan mendidik anak di kehidupan sehari-hari.


(vem/mim)
KOMENTAR PEMBACA