Sukses

Lifestyle

Maaf, Aku Tak Akan Membuatmu Menangis Lagi

Konon ini adalah kisah nyata dari sepasang muda-mudi di Filipina. Adalah seorang gadis bernama Julie yang takut jatuh cinta karena melihat penderitaan ibunya. Julie kehilangan sang ayah saat ia berusia 13 tahun dan hal tersebut membuat sang ibu merasakan kehilangan yang luar biasa.

Julie paling benci dengan rokok. Ayahnya adalah perokok berat dan rokok jugalah yang membuat ayahnya terkena kanker hingga meninggal. Julie berjanji bahwa ia tak akan jatuh cinta pada seorang perokok.

Namun, tak ada yang pernah tahu takdir mereka sendiri bukan? Julie pada akhirnya dipertemukan dengan seorang pemuda yang menjadi teman sekelasnya bernama McCoy. Dan, pemuda ini adalah seorang perokok.

Julie menceritakan pengalamannya tentang sang ayah pada McCoy dengan harapan agar pemuda itu mau berhenti merokok. Begitu gencarnya 'kampanye anti rokok' ala Julie, sampai gadis ini bisa merasakan bahwa pemuda itu mulai menghindarinya. Apalagi teman-teman pemuda itu mengolok-olok saat McCoy tak merokok karena perkataan Julie.

Hal ini membuat Julie berkecil hati. Ia ingin McCoy bahagia, sehingga dirinya mulai berhenti menasehati McCoy dan membiarkannya melakukan apapun sesuka hatinya. Namun, 3 bulan kemudian setelah mereka pacaran, kenyataan pahit menampar McCoy.

Pemuda itu mengalami penyakit baru-paru yang berat bernama Emphysema, karena terlalu banyak merokok. Kondisi McCoy memburuk dan membutuhkan perawatan serius. Makan waktu hingga 2 tahun untuk mendongkrak kondisi kesehatannya yang semakin merosot. Bahkan sang dokter tak yakin McCoy akan bertahan hidup lebih lama lagi.

Di saat seperti ini, meski Julie benci dan trauma dengan masa lalunya, namun kekuatan cinta melebihi segalanya. Ia dengan setia memotivasi dan menemani McCoy selama dirawat di rumah sakit. 2 tahun itu tak sebentar, tapi demi hidup dan mati orang yang ia cintai, trauma masa lalu pun dilalui oleh Julie.Dalam hati, McCoy menyesal membuat Julie sedih dan menangis karena kondisinya sekarang. 

Banyak hal yang dikorbankan Julie demi menjaga McCoy. Julie berhenti kuliah, bertengkar dengan ibunya, menghabiskan uang tabungannya, dan semua ini hanya karena ia mencintai McCoy. Tak jarang ia disebut bodoh, namun Julie yakin ini tak akan sia-sia.

Pemuda bernama McCoy itu pun menunjukkan kondisi kesehatan yang jauh lebih baik. Ia akhirnya sembuh dan tak lagi menyentuh rokok. Julie berani menempuh takdir bersama McCoy meski ia trauma, maka pemuda itu pun mengorbankan rokoknya demi membalas ketulusan cinta Julie. keduanya menikah dan hidup bersama.

Satu hal yang disesali McCoy adalah, tak mendengarkan apa yang dikatakan Julie dari awal. Ada satu pesan yang disampaikan McCoy pada semua orang. "Lakukan 100 hal yang diminta oleh teman-temanmu, tapi tolong, jangan lakukan satu hal yang dilarang oleh kekasihmu," ujarnya.

"Teman, aku tak akan bilang 'merokok itu bahaya bagi kesehatan' karena hal itu sudah tertulis pada kotaknya. Tapi aku ingin mengatakan, kau merokok karena kesadaranmu sendiri, sekarang berhentilah demi orang yang mencintaimu."

Bila suatu ketika rokok membayangi Anda dan kehidupan orang yang Anda cintai. Ingatlah kisah ini. Semoga kita bisa bersama lebih lama, lebih sehat, bersama orang yang kita cintai.

(vem/gil)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading