Sukses

Parenting

Penderita Gangguan Jiwa Berhak Hidup Bahagia, Keluarga Penentunya

Ladies, apa sih arti keluarga buat kamu? Yang pasti, keluarga merupakan sandaran sekaligus tiang penopang setiap kali kita diterpa masalah. Baik itu masalah yang ringan, cukup berat atau yang sangat berat. Keluarga, juga merupakan benteng pertahanan yang pertama buat kita setiap kali ada pihak asing yang mencoba menyakiti kita.

Siapa itu pihak asing? "Pihak asing" itu merupakan berbagai ragam penyakit. Dan salah satunya adalah penyakit gangguan jiwa. Seperti yang kita tahu, saat ini berbagai masalah kesehatan jiwa banyak terjadi di kalangan masyarakat untuk segala usia mulai dari anak-anak, ibu hamil maupun usia lanjut. Tentunya, kesemuanya membutuhkan pencegahan dan pengendalian agar tidak berkelanjutan dan menimbulkan berbagai masalah lain yang lebih buruk.

Asal kita tahu, peran keluarga dan lingkungan dalam memberikan pertolongan pertama bagi mereka yang hidup dengan masalah kejiwaan akan sangat berpengaruh. Keluarga, bisa membentuk proses terbentuknya keadaan yang menaikkan martabat, menghilangkan stigma, dan diskriminasi.

Mahasiwa turut memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia sekaligus mengajak semua orang memperlakukan penderita gangguan jiwa dengan baik | Photo: Copyright merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Demikian ini seperti yang menjadi tema besar dalam puncak acara Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) 2016 yang diperingati setiap tanggal 10 Oktober. Untuk peringatan ini sendiri belum lama ini telah digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Dengan menekankan arti penting 'Jiwa yang Sehat Berawal dari Keluarga Sehat', acara ini diharapkan bisa menyadarkan pemerintah, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, maupun kelompok masyarakat  untuk memberikan perlakuan dan pertolongan yang sama kepada setiap orang yang membutuhkan pertolongan pertama secara mental.

"Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat memberi gambaran kepada kita semua tentang kesehatan jiwa yang lebih menyeluruh dan bermartabat, yang dapat kita terapkan dalam lingkungan terdekat kita, yaitu keluarga,” ujar dr. Fidiansyah, SpKJ, MPH selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kemenkes RI.

Acara puncak ini sendiri diisi dengan jalan sehat bertema 'Walk the Talk'. Rangkaian acaranya terdiri dari jalan sehat, senam bersama, permainan board game yang dapat memicu kesehatan kognitif, sesi edukasi, dan layanan konseling.

Johnson & Johnson Indonesia, sebagai pihak swasta pendukung acara ‘Walk the Talk’ menyambut gembira antusiasme dan keterlibatan masyarakat. "Kami berharap orang dengan gangguan jiwa dapat kembali diterima keluarga dan menikmati hidup berkualitas layaknya manusia normal lainnya,” tutur Vishnu Kalra, President Director, PT Johnson & Johnson Indonesia.

So, agar keluarga senantiasa bahagia selalu, pastikan bahwa peran semua anggota keluarga senantiasa maksimal antara satu dengan lainnya. Ketika ada anggota keluarga yang menderita gangguan jiwa, keluarga harus memberikan pelayanan yang maksimal untuknya, tidak mendiskriminasikannya dan pastikan untuk selalu memberi dukungan penuh demi menggapai kesembuhannya.




(vem/zzu/mim)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading