1. VEMALE
  2. /
  3. DEKOR RUMAH

Kiat Dekorasi untuk Rumah Mungil

Selasa, 04 September 2018 13:20 Penulis: The Conversation
Ilustrasi (pixabay)

Vemale.com - Kirsten Day, Swinburne University of Technology

Penelitian menunjukkan bahwa manusia tidak suka merasa terkurung dan lebih memilih ruangan yang lebih luas, dan lebih terbuka. Dan faktor-faktor yang membedakan seperti bentuk ruangan, warna dari permukaan yang ada, serta penempatan dan penerangan lampu, semuanya mempengaruhi bagaimana kita melihat suatu ruang.

Hal-hal tersebut adalah elemen yang diperhitungkan oleh desainer dan arsitek saat membangun sebuah ruang.  Ada beberapa tips yang Anda bisa gunakan sendiri untuk membuat apartemen atau apa pun tempat tinggal Anda menjadi lebih luas.

Memperluas ruang

Jika apartemen Anda memiliki pemandangan ke luar, Anda harus memanfaatkannya. Dengan menghadapkan ruang tamu dan perabotan ke arah jendela atau balkon, lanskap luar ruangan akan menjadi perpanjangan dari ruang yang ada di dalam, meningkatkan persepsi tentang ukuran ruangan.

Arsitek (termasuk Frank Lloyd Wright dengan karyanya yang terkenal, Fallingwater) telah sejak lama menggunakan taktik tersebut dengan mengarahkan pandangan ke luar, sebagai kontras dengan ruangan lebih kecil berlangit-langit rendah. Sebuah jendela tidak perlu terlalu besar untuk menciptakan efek ini, namun penelitian menunjukkan bahwa penempatan jendela membutuhkan sekitar 20% dari dinding untuk meningkatkan kepuasan terhadap interior ruang.

Anda juga bisa menempatkan cermin berseberangan dengan pemandangan yang ada, yang kemudian akan memantulkan ruangan luar tersebut dan menciptakan ilusi luar yang lain. Pantulan cermin ke arah ruangan yang lain juga akan menciptakan efek yang sama.

Penempatan lampu di langit-langit cenderung membuat ruang terlihat lebih kecil. Lampu paling baik diletakkan di dinding, sekitar 300 mm di bawah langit-langit dan diarahkan untuk menyinari langit-langit dan bagian dinding di bawahnya. Menyebarkan cahaya di permukaan yang ada, dibandingkan dengan memusatkannya pada satu arah, menciptakan ilusi tentang ukuran ruangan.

Lampu meja dan lampu lantai juga menciptakan penyebaran dan pantulan cahaya yang sama.

Penggunaan warna

Desainer interior mengikuti panduan yang didasarkan pada studi tentang warna dan teori cahaya untuk menciptakan tampilan lebih luas, meski pun hal ini dapat dipandang sebagai subjektif dan hanya berdasarkan intuisi.

Warna yang lebih terang, misalnya, paling baik dalam memantulkan cahaya dan dengan hal tersebut menciptakan tampilan yang lega. Warna yang lebih gelap, kertas dinding bermotif dan kain bercorak memperkecil ruangan dan menyerap cahaya. Studi telah menunjukkan bahwa langit-langit yang berwarna lebih terang dianggap lebih tinggi dibandingkan dengan yang berwarna lebih gelap.

Warna gelap untuk lantai dapat menyempitkan ruang. Tekstur dan kain dengan hiasan juga mengecilkan volume, begitu pula permadani dan karpet dengan motif berlebihan. Permukaan lantai yang terbuka dan bersambung, seperti papan kayu, lantai buatan, karpet polos, dan ubin lantai, menciptakan tampilan yang lega.

Ruang yang fleksibel

Anda bisa mengatur ulang apartemen untuk mengubah fungsi ruang. Coba pikirkan, misalnya apakah kamar tidur sudah ditempatkan dengan baik, atau haruskah area tempat tidur dipindahkan?

Secara umum, pemandangan luar paling baik diadopsi pada jam-jam siang hari dan begitu pun untuk ruang tamu dan area kerja. Untuk kamar tidur, tidak terlalu mengandalkan pemandangan luar.

Gedung Stanhill milik Roberg yang merupakan peninggalan budaya di Melbourne dirancang pada tahun 1950 sebagai ruang apartemen fleksibel yang bisa digunakan sebagai tempat tinggal, kantor, dan klinik kesehatan.

Renovasi yang dilakukan setelahnya mengalihfungsikan ruang makan dan ruang tamu sebagai kamar tidur yang lebih kecil. Kamar tidur yang asli dirancang ulang menjadi ruang tamu dan ruang makan desain terbuka dengan pemandangan ke arah Danau Albert Park.

Sebuah renovasi studio (lihat gambar di atas) dalam bangunan mengadopsi tempat penyimpanan (menghadap area kamar tidur) hingga setinggi pintu, yang berperan sebagai penghalang antar ruang.

Benda-benda yang biasanya berfungsi untuk satu tujuan dapat digunakan untuk fungsi yang lain, yang membantu pemanfaatan ruang kecil untuk banyak kegunaan. Misalnya, jika Anda adalah pemilik dari apartemen yang Anda tinggali, Anda bisa mengganti bata atau dinding kayu pembatas dengan lemari permanen yang terdiri dari dua sisi yang menghadap ke kedua ruangan.

Untuk renovasi apartemen di gedung yang sama, sebuah unit penyimpanan didesain sebagai rak buku yang menguasai dinding secara keseluruhan (gambar di bawah)

Penggunaan perabotan

Meskipun ada penelitian terbatas tentang dimensi ruang yang dirasakan dan efeknya dari perabotan, studi yang ada menunjukkan bahwa semakin banyak perabot yang diletakkan dalam sebuah ruangan, maka akan tampak  semakin kecil ruangan tersebut. Dan tentu banyak dari kita mengetahui bahwa semakin sedikit barang yang kita miliki dalam apartemen kita maka akan terlihat semakin besar.

Perabotan ruang tamu dengan meja yang menggantung di dinding lebih baik dibandingkan memiliki meja yang besar dan terpisah. TV dan sistem pengeras suara yang dimasukkan ke dalam tempat penyimpanan lebih efisien secara ruang dibandingkan dengan unit yang berdiri sendiri.

Perabot yang besar seperti sofa dan meja kopi, papan di ujung kepala tempat tidur dan kursi nyaman yang besar juga terlalu memenuhi ruangan. Tidak nyaman untuk berjalan diantara perabot berukuran besar dibandingkan dengan ruang yang lapang.

Jenis perabotan terbaik untuk digunakan di ruang kecil adalah kursi sandaran dan meja sederhana, perabot dengan rangka sederhana, material baja atau kayu dan perabotan dengan punggung yang terbuka.

Kirsten Day, Course Director Interior Architecture, Swinburne University of Technology

Sumber asli artikel ini dari The Conversation. Baca artikel sumber.

(vem/kee)
KOMENTAR PEMBACA
Berkaca Pada Kasus Via Vallen Vs Jerinx, Bagaimana Aturan Cover Version?