1. VEMALE
  2. /
  3. CANTIK

Makna di Balik Paes Pengantin Jawa

Selasa, 28 April 2015 12:10 Penulis: Andwi F. Larasati
Foto: copyright thinkstockphotos

Vemale.com - Indonesia memiliki beraneka ragam adat dan budaya. Hal inilah yang menyebabkan tradisi di masing-masing daerah mempengaruhi bagaimana sebuah pernikahan berlangsung. Ya, seperti pernikahan adat Jawa misalnya. Dalam pesta pernikahan dengan upacara adat Jawa, salah satu elemen makeup wedding yang khas bagi mempelai wanita adalah paes. Rias wajah berupa lekukan-lekukan yang berwarna hitam di atas dahi pengantin wanita yang ternyata memiliki makna yang mendalam.

Paes adalah riasan pengantin adat Jawa yang merupakan simbol dari kecantikan dan kedewasaan seorang wanita Jawa. Riasan paes ini memiliki beberapa lekukan yang memiliki makna yang mengandung kesakralan maupun makna filosofi dalam setiap detailnya. Lantas, apa makna-makna yang terkandung pada hiasan Paes Jawa itu sendiri? Simak informasi berikut ini.

  • Rerenggan

    Hiasan pada dahi pengantin putri tidak semata-mata ditatahkan untuk mempercantik saja. Lebih dari itu, terdapat makna filosofis di dalamnya. Dan setiap bentuknya mewakili pengharapan dan doa bagi sang mempelai dan keluarganya kelak.

  • Penunggul atau Gajahan

    Lekukan yang berbentuk seperti setengah bulatan ujung telur bebek ini bermakna harapan bahwa seorang wanita akan ditinggikan derajatnya dan dihormati. Diharapkan agar kedua mempelai dapat menjadi pasangan yang sempurna. Wanita selalu dihormati dan ditinggikan derajatnya.

  • Pengapit

    Lekukan yang berada di samping kiri dan kanan penunggul yang disebut pengapit. Lambangnya mengapit atau mengontrol penunggul agar jalannya selalu lurus, sehingga tidak ada rintangan yang berarti dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

  • Penitis

    Lekukan yang berada di sebelah kanan dan kiri pengapit yang adalah penitis.Melambangkan bahwa segala sesuatu harus ada tujuan dan tepat sasaran. Seperti dalam menentukan anggaran rumah tangga.

  • Godheg

    Lekukan yang memperindah cambang yang disebut godheg. Mempunyai makna agar kedua mempelai selalu introspeksi diri, dan dalam melaksanakan segala sesuatu tidak gegabah dan terburu buru.

  • Cithak

    Untuk memperindah paes, dipasang hiasan pada tengah-tengah dahi yang disebut cithak. Hiasan yang berbentuk belah ketupat ini bermakna penutup agar terhindar dari perbuatan tercela yang dilakukan oleh orang lain.

Agar terlihat lebih anggun, wedding makeup artist ternama Marlene Hariman yang kerap berkolaborasi dengan perias paes untuk pengantin Jawa, menyarankan untuk memilih makeup yang lebih natural. “Di pernikahan tradisional, biasanya pengantin sudah terlihat menonjol dengan paes dan kebaya. Saya biasanya mengimbangi dengan makeup yang natural. Tonjolkan bagian mata dan bibir dengan bulu mata tambahan dan warna lipstick yang sesuai,” ujarnya.

(vem/bridestory/yel)
KOMENTAR PEMBACA
Viral, Kaesang Pangarep jadi Tukang Foto Warganet