1. VEMALE
  2. /
  3. CANTIK

Review: Colab Dry Shampoo, Solusi Praktis untuk Jadikan Rambut Lebih Harum

Kamis, 01 November 2018 14:00 Penulis: Devina Ellora
Ilustrasi/copyright sociolla.com

Vemale.com - Lepek dan mudah bau menjadi dua permasalahan rambut yang saya dan mungkin saja banyak wanita lainnya alami. Naik motor selama 10-15 menit dari rumah ke kantor saja, rambut langsung bau asap kendaraan dan tidak lagi segar. Bahkan, meskipun saya sudah keramas sebelumnya, masalah tersebut tetaplah terjadi. Hmm, kalau sudah rajin keramas saja rambut mudah lepek, bisa kamu bayangkan dong bagaimana kondisi rambut saat saya sedang malas keramas?

Biasanya sih, selama ini saya selalu mengkamulkan parfum untuk meminimalisir bau tak sedap pada rambut akibat polusi. Dulu saya pernah mencoba dry shampoo, tapi entah mengapa hasilnya menurut saya kurang maksimal. Harganya pun tergolong cukup mahal. Tapi, saat saya tahu kalau Colab Dry Shampoo hadir di Indonesia, jadi penasaran lagi nih untuk mencoba. Apalagi, klaimnya pun cukup menjanjikan dan menggoda; formula transparan yang mampu menyerap minyak tanpa residu warna putih dan sempurna untuk semua jenis dan warna rambut. Nah, apakah dry shampoo ini ampuh di rambut hitam kecokelatan saya yang tipis dan mudah lepek ini? Yuk, langsung saja lihat ulasannya di sini!

Kemasan

Colab Dry Shampoo /copyright sociolla.com

Colab Dry Shampoo dikemas dalam botol kaleng berukuran 200 ml dengan nozzle dan tutup plastik. Dari segi bentuk kemasan, produk ini memang serupa dengan dry shampoo pada umumnya. Namun, yang membuat produk ini terlihat lebih menarik adalah ilustrasi pada bagian badan kalengnya. Colab Dry Shampoo memiliki desain yang berbeda dan disesuaikan dengan jenis variannya. Oh, iya, meskipun ukurannya cukup besar, namun kemasannya tetap ringan dan handy. Dibawa bepergian pun rasanya tidak terlalu makan tempat.

Varian Colab Dry Shampoo

Kali ini, saya berkesempatan mencoba tiga varian Colab Dry Shampoo, di antaranya:

Tropical Fragrance: Colab Tropical Fragrance Dry Shampoo memiliki wangi segar dari campuran aroma nanas dan pepaya. Untuk kemasannya, varian ini tampil menarik dalam nuansa pink lembut yang dilengkapi dengan motif daun.
Fruity Fragrance: Colab Fruity Fragrance Dry Shampoo memiliki aroma manis dari kombinasi buah apel dan melon. Kemasannya pun didesain menyesuaikan dengan variannya, yakni dengan backgroundkuning yang dihiasi dengan ilustrasi buah-buah menggemaskan.

Active Dry Shampoo+: Colab Active Dry Shampoo+ memiliki wangi segar yang sedikit maskulin. Berbeda dengan dua varian Colab Dry Shampoo lainnya, Colab Active Dry Shampoo+ diperkaya dengan kandungan aktif moringa seed extract yang baik untuk melindungi rambut dari sinar UV dan polusi.

Selain ketiga varian ini, Colab Dry Shampoo juga memiliki empat varian lainnya, yakni Paradise, Original, Fresh, dan Exotic, yang bisa kamu dapatkan di sini.

Cara Pemakaian

Kocok botol dengan baik, posisikan botol berjarak sekitar 20 cm dari rambut. Semprotkan produk secukupnya dan sisir rambut dengan jari untuk meratakannya.

Pendapat BJ Editors

Mengingat ada tiga varian berbeda, saya pun mengajak Ammy dan Nisita untuk turut mencoba sekaligus memberikan ulasan singkat mengenai varian Colab Dry Shampoo yang mereka gunakan. Nah, berikut pendapat kami setelah mencobanya:

Ammy – Colab Dry Shampoo Fruity

Punya rambut tipis dan mudah lepek itu terbilang susah-susah gampang dalam mengurusnya. Selain harus rajin keramas (saya keramas hampir setiap hari), pemilik jenis rambut ini juga perlu ‘bersahabat’ dengan yang namanya dry shampoo. Apalagi, saat rasa malas untuk keramas datang, produk yang satu ini pun benar-benar jadi penolong yang ampuh. Nah, sudah beberapa bulan belakangan ini saya pakai Colab Dry Shampoo varian Fruity. Pertama coba, saya langsung suka dengan aromanya yang manis dan menyegarkan. Selain itu, produk ini pun tidak meninggalkan residu yang mengganggu dan cukup ampuh dalam mengurangi minyak di rambut.

Hasil akhirnya? Rambut pun jadi terasa lebih ringan, bebas lepek, dan tentunya terasa segar. Bonusnya lagi, desain kemasannya yang gemas banget! Jadi, kalaupun produk ini sudah habis, rasanya saya akan tetap menyimpannya di meja rias. 

Devina – Colab Dry Shampoo Tropical Fragrance

Dari pengalaman saya sebelumnya dalam menggunakan dry shampoo, keluhan yang kerap ditemukan adalah adanya residu berwarna keputihan pada rambut dan tetap saja terasa lepek. Oleh karena itulah, saya sempat enggan menggunakan dry shampoo lagi. Namun, setelah mencoba dry shampoo ini, saya pun langsung dibuat takjub dengan hasilnya. Sesuai klaim, produk ini sama sekali tidak meninggalkan residu putih mengganggu tampilan rambut. Menariknya lagi, aroma dari varian Tropical Fragrance yang saya gunakan pun sangat segar dan tidak terlalu manis. Suka sekali, deh!

Biasanya, saya hanya menggunakan dry shampoo saat sedang tidak sempat keramas atau ketika rambut sedang lepek dan bau setelah naik ojek. Kemampuannya dalam mengurangi lepek pada rambut juga patut diacungkan jempol. Selain itu, rambut juga jadi lebih mudah disisir dan wangi seketika.

Nisita – Colab Dry Shampoo Active+

Lepek karena keringat, kusam karena paparan matahari, dan bau asap karena polusi udara adalah beberapa masalah rambut yang sering saya alami semejnak punya kebiasaan bepergian naik ojek. Cukup menyebalkan juga sih, soalnya rambut yang baru dicuci jadi tidak segar lagi. Nah, saat ditawari untuk mencoba Dry Shampoo dari Colab, saya pun langsung tertarik mencoba varian ini. Colab Dry Shampoo Active+ sebenarnya ditujukan untuk seseorang yang aktif berkegiatan dan ingin mendapatkan rambut segar sehabis berolahraga. Namun, saat mengetahui bahwa produk ini punya klaim UV and pollution protection, saya langsung mantap dan yakin bahwa varian ini sesuai dengan yang saya butuhkan.

Setelah mencobanya, saya cukup puas dengan performa dari dry shampoo ini. Meskipun digunakan dalam takaran yang banyak, produk tetap tidak meninggalkan residu putih pada rambut. Aromanya juga segar, seperti habis sehabis keramas saja rasanya. Kalau untuk hasil akhirnya, dry shampoo ini berhasil membuat rambut saya jadi lebih lembut dan mengurangi efek lepeknya. Nah, untuk menjadikan tampilan rambut jadi lebih bervolume, biasanya saya selalu menyusir rambut dan mengibaskannya usai menyemprotkan dry shampoo ke rambut.

Nah, itu dia ulasan singkat dari kami mengenai tiga varian Colab Dry Shampoo. Bagi kamu yang ingin mengatasi permasalahan rambut lepek ataupun mudah timbul bau tak sedap akibat terpapar polusi, bisa mengkamulkan produk-produk dari Colab Dry Shampoo.

Baca juga: Sudah Pakai Dry Shampoo Tapi Rambut Masih Lepek? Ini Tips Tepat Mengaplikasikannya

(vem/sociolla/apl)
KOMENTAR PEMBACA
KapanLagi Dangdut