KAPANLAGI NETWORK
MORE
  1. VEMALE
  2. /
  3. CANTIK

3 Mitos Mengenai Skin Care, Percaya Enggak?

Jum'at, 10 November 2017 10:30 Penulis: Ayu Indah
Skin care/Copyright Shutterstock

Vemale.com - Dalam dunia skin care, kita mungkin sering mendengar banyak mitos. Ada yang bilang, penggunaan krim mata itu nggak perlu karena bisa digantikan dengan pelembap. Bahkan, ada juga lho yang bilang produk anti-aging nggak boleh dipakai sama wanita usia 20-an karena takut terjadi penuaan dini, dan lain sebagainya. Nah, di antara kamu, ada yang pernah mendengar mitos tersebut nggak sih? Kalau pernah, apakah mitos tersebut jadi membuat diri kamu ragu dan berpikir dua kali dalam menggunakan skin care? Hmm, daripada larut dalam hal yang nggak pasti, yuk cari tahu kebenaran mitos tersebut!

Pelembap Bisa Dipakai Sebagai Krim Mata

Banyak yang bilang, penggunaan eye cream atau krim mata itu nggak terlalu penting selama kita masih menggunakan pelembap. Padahal, dua produk tersebut fungsinya sangat berbeda. Meskipun tujuannya sama-sama untuk melembapkan, pada dasarnya pelembap diformulasikan hanya untuk merawat kulit wajah. Sedangkan eye cream, formulanya lebih dikhususkan untuk merawat area mata yang kondisi kulitnya cenderung lebih sensitif dan tipis. Nah, dari sini bisa kita simpulkan kalau penggunaan pelembap sebagai pengganti eye cream adalah mitos. Kalau maksa, tentu bisa. Tapi efektivitas krim dan efeknya tentu berbeda.

Tingkat sensitivitas kulit pada wajah dan area mata itu sangat berbeda sehingga produk perawatan yang digunakan pun harus menyesuaikan kebutuhan kulit. Untuk kamu yang mulai ingin menyelipkan penggunaan eye cream ke dalam rutinitas skin care, pastikan kamu mengaplikasikannya dengan menggunakan jari manis dengan tekanan yang tidak terlalu kencang, ya. Karena kulit area mata sangat tipis dan sensitif, pengaplikasian yang terlalu kencang justru malah memicu timbulnya keriput.

Baca juga: Bebas Keriput dan Kantung Mata dengan 5 Rekomendasi Eye Cream Drugstore

Pakai Produk Anti-Aging Terlalu Cepat, Tanda Penuaan Dini Bisa Cepat Muncul Juga

Produk Anti-Aging/Copyright Shutterstock

Hal tersebut jelas-jelas mitos! Faktanya, usia 20-an merupakan masa pra-penuaan. Pada usia ini, tanda-tanda penuaan sebenarnya sudah mulai muncul. Misalnya saja flek hitam, serta garis-garis halus pada area mata dan mulut. Kemunculan masalah ini seringkali disebabkan oleh pengaruh buruk sinar matahari, polusi, tingkat stres, serta gaya hidup yang kurang sehat. Jadi, menggunakan produk anti-aging saat usia 20-an dikatakan dapat mempercepat kemunculan tanda penuaan dini jelas nggak benar. Jika kita menggunakannya sejak usia 20-an malah bisa membantu menjaga keelastisitasan kulit, serta mencegah timbulnya kerutan halus. Selain menggunakan produk anti-aging yang sesuai dengan jenis kulit, jangan lupa untuk menerapkan pengaplikasian sunscreen setiap hari sebelum beraktivitas keluar rumah, ya! Penggunaan sunscreen diketahui dapat membantu melindungi kulit dari bahaya sinar UV yang kerap menjadi sumber utama penyebab timbulnya tanda penuaan di wajah.

Baca juga: Area Tubuh Ini Seringkali Terlupakan Saat Mengaplikasikan Sunscreen. Mulai Aplikasikan di Beberapa Area Ini Juga Ya!

Wanita dan Pria Harus Pakai Produk Skin Care yang Berbeda

Pernyataan ini tidak sepenuhnya benar, bahkan cenderung menuju ke arah mitos! Kulit wajah pria dan wanita memiliki banyak perbedaan. Pada pria, stimulasi hormon testosteron menyebabkan peningkatan ketebalan kulit sebanyak 25% lebih tebal dibandingkan dengan wanita. Rupanya, hal inilah yang membuat produksi minyak atau sebum pada pria cenderung lebih banyak dari wanita. Nah, karena perbedaan kulit inilah pria dan wanita harus menggunakan produk skin care yang berbeda. Namun produk skin care yang dijual secara umum tentu bisa digunakan oleh wanita dan pria. Tinggal pilih yang sesuai dengan jenis dan kebutuhan kulit saja ya.

Baca juga: Pore Strip Membuat Komedo Semakin Banyak? Hmm, Fakta Atau Mitos, Ya?

(vem/sociolla/apl)
KOMENTAR PEMBACA