1. VEMALE
  2. /
  3. BALITA

Mom, Kapan Sebaiknya Buah Hati Dilatih Melepas Popok?

Kamis, 13 September 2018 15:30 Penulis: Rohmitriasih
copyright pexels.com/pixabay.com

Vemale.com - Memakaikan popok pada buah hati memang memberikan banyak manfaat baik buat orang tua maupun buah hati. Tapi, untuk pemakaian popok tentu tidak bisa dilakukan selamanya untuk menampung urin maupun kotoran buah hati kan mom?

Mom perlu mengajarkan dan melatih buah hati untuk melepas popoknya kemudian menggantinya dengan celana dalam atau pakaian biasa. Mungkin hal ini cukup ribet dilakukan. Hanya saja, buah hati akan mulai terbiasa dan memahami bahwa ia sudah tak perlu lagi memakai popok dan kini saatnya buang air kecil maupun air besar di toilet.

Untuk melatih buah hati lepas popok hingga sama sekali tak memakai popok, kapan sebaiknya hal ini dilakukan? Melansir dari laman hellosehat.com, melatih buah hati melepas popok bisa dilakukan saat buah hati sudah berusia antara 18 sampai 24 bulan.

Di usia ini, buah hati mulai bisa memahami apa permintaan dan perintah orang tua. Di usia ini buah hati juga sudah mulai bisa berbicara dan mengatakan apa yang ia rasakan. Termasuk merasakan jika dirinya ingin buang air kecil maupun air besar. Sebuah studi yang dilakukan di American Academy of Pediatrics, menyebutkan bahwa anak-anak sebaiknya dilatih mengenal toilet atau melepas popok secepat mungkin.

Para menyarankan agar orang tua melatih buah hatinya melepas popok saat si buah hati memang sudah siap secara mental. Siap di sini adalah ketika buah hati sudah patuh saat diminta pergi ke toilet saat ia ingin buang air kecil atau air besar. Melatih anak melepas popok sebaiknya juga dilakukan pada buah hati yang sudah bisa bergerak aktif, bisa memanjat, berlari, berbicara dan melepas pakaiannya sendiri.

Semakin cepat buah hati melepas popok, ini tentunya memiliki banyak manfaat buatnya maupun orang tua. Buah hati bisa terhindar dari risiko ruam atau infeksi kulit akibat penggunaan popok. Semoga informasi ini bermanfaat.

(vem/mim)
KOMENTAR PEMBACA
Halangi Bajaj, Pejalan Kaki Tiduran di Trotoar