1. VEMALE
  2. /
  3. BALITA

Kenali dan Pahami Shaken Baby Syndrome yang Mematikan

Selasa, 13 Maret 2018 14:00 Penulis: Ayu Puji Lestari
Shaken Baby Syndrome/copyright pixabay

Vemale.com - Sering merasa gemas saat si kecil menangis? Kemudian mom melempar si kecil di udara dan mengayunkannya dengan kencang, berharap tangisnya akan mereda. Mungkin mom merasa tenang karena akhirnya si kecil berhenti menangis. Sayangnya tindakan ini bisa berbahaya bagi kesehatan otak si kecil dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Well, sebaiknya mom menghindari hal ini ya.

Guncangan yang terlalu keras dapat mengakibatkan Shaken Baby Syndrome yang fatal. Sindrom ini mengakibatkan cidera pada otak yang menyebabkan kerusakan yang parah. Jangan salah, Shaken Baby Syndrome bisa terjadi bahkan hanya dengan guncangan selama 5 detik saja. Perlu diketahui, bayi memiliki otak yang lembut dan otot leher yang yang lemah.

Seperti yang dikutip dari healthline.com, Shaken Baby Syndrome banyak dialami oleh bayi usia dibawah 2 tahun namun juga bisa terjadi pada bayi diusia 5 tahun. Bahkan banyak kasus mencatat jika Shaken Baby Syndrome banyak terjadi pada bayi 6-8 minggu saat ia masih suka menangis.

Bayi yang mengalami Shaken Baby Syndrome menjadi mudah rewel, sering muntah, tidak merasa lapar, detak jantung melambat dan sulit mendengar. Gejala ini bisa terjadi pada bati yang mengalami Shaken Baby Syndrome dengan cidera yang berat.

Bagaimana Mengatasi Shaken Baby Syndrome?

Saat bayi mengalami Shaken Baby Syndrome, mom dapat melakukan berbagai cara seperti yang direkomendasikan American Red Cross di bawah ini.

  1. Hati-hati dengan punggung si kecil. Jika ia mengalami cidera punggung sebaiknya rebahkan si kecil dengan hati-hati.
  2. Jika bayi berusia 1 tahun, pasang dua jari di tengah tulang dada. Jika si kecil di atas usia 1 tahun, letakkan satu tangan di tengah tulang dada. Letakkan tangan yang lain di dahi bayi agar kepalatidak miring ke belakang. Jangan miringkan kepala anak, dan buka mulutnya dengan menarik rahang.
  3. Periksa napas anak setelah memberikan kompresi. Jika tidak ada tanda-tanda bernapas, lakukan napas buatan dengan menutup mulut dan hidung bayi dengan mulut. Pastikan jalan napas terbuka, lalu berikan dua hembusan napas.

Well, Shaken Baby Syndrome selain menyebabkan kematian tapi juga dapat menyebabkan kebutaan, kesulitan dalam belajar dan mempengaruhi emosi anak di masa depan. Jadi, mulai sekarang bijaklah saat mengontrol emosi, stay calm mom. Semoga informasi ini bermanfaat.

(vem/apl)
KOMENTAR PEMBACA
Raditya Dika Terinpsirasi Game Untuk Film Terbarunya