Sukses

Lifestyle

Di Usia 20an, Ujian Hidup Makin Berat Tapi Diriku Lebih Kuat

Semakin bertambah usia, ujian dan tantangan hidup makin banyak. Menjadi tua itu pasti, tapi menjadi pribadi yang dewasa itu lain perkara. Tak mudah memang untuk menghadapi setiap ujian yang ada. Tapi seringkali kita tak sadar kalau kita punya kekuatan dan potensi besar dalam diri untuk menghadapi semuanya.

Kita bukan anak kecil lagi. Meski mungkin belum layak disebut sebagai orang dewasa sepenuhnya, setidaknya kita terus berusaha memperbaiki diri. Ada banyak potensi yang belum kita gali. Ada banyak kemampuan yang selama ini masih terpendam.

Setiap Ujian Akan Membantu Kita Membuka Pintu Baru

Kita berdiri di atas kaki kita sendiri. Tak bisa selamanya menggantungkan hidup pada orang lain. Tak mungkin kita terus menyusahkan orang lain. Setiap kali ada ujian atau masalah yang datang, satu-satunya cara terbaik untuk menghadapinya adalah dengan mencari jalan keluarnya. Setiap ujian dan masalah yang berhasil kita selesaikan akan mengarahkan kita pada pintu baru. Pintu baru yang membuat kita lebih dewasa dan kuat.

Tak Mungkin Kita Bisa Membahagiakan Semua Orang

Inilah kenyataannya bahwa kita tak mungkin bisa membahagiakan semua orang. Tak sanggup rasanya bisa memuaskan hati setiap orang. Tapi jangan merasa bersalah karena hal itu. Akan selalu ada orang yang mencibir atau memandang kita sebelah mata. Ada saja orang-orang yang sok tahu dan menghakimi kehidupan kita. So, nggak perlu buang-buang waktu untuk orang-orang tak penting itu, Ladies.

Life is challenging enough even with the support of positive people, so don’t waste your precious time or energy on those who belittle you, fail to appreciate you, or make you feel bad.

(Jay Hill, "Important Life Lessons To Remind Yourself When Turning 25")

Fokus Saja Melakukan yang Terbaik untuk Saat Ini

Ada banyak kecemasan yang kita rasa. Bagaimana nanti masa depan kita? Apa jadinya hidup kita ke depannya? Apakah semua yang kita perjuangkan ini memberi hasil sesuai dengan harapan kita? Belum lagi dengan masih dihantui perasaan menyesal. Menyesali masa lalu, sulit untuk melangkah maju karena masih ada yang mengganjal di hati.

Whilst it’s preferable to cultivate a positive attitude, sometimes you need to confront your negative feelings and darkest fears.

(Jay Hill, "Important Life Lessons To Remind Yourself When Turning 25")

Daripada cuma menyesali yang telah berlalu dan mencemaskan yang belum tentu terjadi, fokus saja dengan yang ada hari ini. Lakukan yang terbaik detik ini. Waktu nggak akan berjalan terlalu lambat atau terlalu cepat. Kita hanya punya tugas untuk bisa memaksimalkan setiap detiknya.

Kita Sudah Cukup Dewasa Membuat Pilihan

Mau hidup bahagia atau susah? Mau bermalas-malasan atau bekerja sebaik mungkin? Ingin hidup yang bermanfaat atau jadi tak berguna? Kamu sudah cukup dewasa untuk membuat pilihan. Pilihan yang kamu ambil pasti memiliki konsekuensi tersendiri. Tinggal bagaimana kamu bertanggung jawab dengan setiap pilihan itu dan menciptakan hidupmu sendiri.

Aku, kamu, dan kita semua punya masalah dan ujian masing-masing. Kadang kita merasa hidup tak adil. Kenapa kita menderita sementara orang lain bahagia? Kenapa cuma kita yang merasa sepi sedangkan orang lain bisa tertawa tanpa beban? Well,bisa jadi ujian orang lain lebih berat dari kita, hanya saja mereka tak mengeluh. Mereka tetap berusaha mengisi hari-hari dan hidup mereka dengan seutuhnya.

Di usia 20an dan usia berikutnya, akan selalu ada ujian baru yang muncul di hidup kita. Kita cuma perlu ingat kalau ujian itu bagian dari hidup kita. Tak ada ujian yang diberikan yang lebih berat dari kemampuan kita. Dan kita akan baik-baik saja.

(vem/nda)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading