Sukses

Lifestyle

Agar Hatimu Mantap Menikahinya, Bahas 5 Hal Ini dengan Dirinya

Ketika diri ini sudah merasa mantap menemukan pasangan yang tepat, pastinya pernikahan jadi tujuan akhirnya. Hanya saja tak bisa dipungkiri kalau biasanya masih ada rasa ragu yang kita rasa sebelum melangkah ke gerbang pelaminan. Semacam ada perasaan, "Apakah dia memang orang paling tepat untuk hidupku?"

“A great marriage is not when the 'perfect couple' comes together. It is when an imperfect couple learns to enjoy their differences.”
― Dave Meurer

Sebelum memutuskan untuk menikah, penting untuk membahas sejumlah hal penting bersama. Mulai dari soal keluarga hingga menelisik lebih jauh soal kepribadian masing-masing. Secara umum, inilah lima hal penting yang perlu dibahas untuk memantapkan hatimu menikahinya. Supaya tak ada lagi rasa ragu dalam dadamu dan makin dipermudah prosesmu menuju gerbang pelaminan.

(vem/nda)

Latar Belakang Keluarga

Menikah tak sebatas menyatukan dua insan, tapi juga dua keluarga. Orang tua dan keluarga pasti akan terlibat dalam ikatan pernikahanmu nantinya. Bahagia pernikahanmu juga semestinya jadi bahagia keluarga dan orang-orang terdekatmu.

Jadi, bahas lebih detail lagi soal latar belakang keluarga, riwayat, hingga silsilahnya. Kembali saling mengenal satu sama lain untuk memahami karakter masing-masing. Memahami soal tradisi atau kebiasaan yang ada di keluarga masing-masing. Supaya nantinya juga tidak canggung atau bingung untuk beradaptasi dengan keluarga dari calon suamimu. Pun, calon suamimu juga bisa lebih mudah untuk dekat dan akrab dengan keluargamu.

Soal Hubungan dengan Orang Lain di Masa Lalu

Bukan maksud untuk mengorek luka lama atau menghadirkan lagi trauma dalam hubungan masa lalu. Cuma supaya lebih jelas saja soal siapa saja yang pernah hadir dalam hidupmu dan juga calon suamimu. Sebisa mungkin jelaskan semua yang ada. Agar nantinya tak ada salah sangka atau curiga mengenai orang-orang yang pernah hadir di dalam hidup masing-masing.

Dengan mengetahui masa lalu tersebut, kita pun jadi siap untuk membuka lembaran baru. Belajar dari pengalaman dan kesalahan yang lalu untuk kehidupan yang lebih baik. Bersikap terbuka dan jujur dari awal akan menjadi fondasi yang kuat untuk hubungan rumah tanggamu ke depannya nanti.

Soal Ego dan Amarah

Mungkin untuk yang satu ini tak cukup cuma dibahas. Tapi juga diobservasi dan diperhatikan dari kebiasaan serta gerak-gerik setiap hari. Perhatikan bagaimana caranya mengendalikan ego dan amarahnya. Kenali bagaimana karakternya saat sedang marah atau dalam masalah.

Kepribadian seseorang bisa dilihat dari caranya marah atau menanggapi sebuah masalah atau konflik. Kita bisa mengetahui bagaimana cara ia mengendalikan diri juga memperlakukan orang di sekitarnya saat sedang marah. Dari situ, kita bisa lebih memantapkan hati apakah kita bisa berdamai dengan sikap dan temperamennya itu atau tidak. Jika kamu bisa menerimanya tanpa merasa tertekan atau terbebani, kamu memang sudah siap untuk melangkah ke jenjang pernikahan dengannya.

Rencana Masa Depan

Menikah untuk masa depan yang lebih baik, maka penting untuk memiliki perencanaan yang matang. Untuk lebih memantapkan hatimu menikah dengannya, diskusikan soal rencana masa depan bersamanya. Soal target, harapan, dan tujuan yang ingin dicapai saat sudah menikah nanti.

Kalau ia sudah memiliki rencana yang matang atau setidaknya jelas tentang masa depan bersama, hati ini pasti akan lebih mantap menghabiskan hidup bersamanya kelak. Setidaknya kita sudah punya arah yang ingin dituju. Sehingga tak lagi tersesat atau kebingungan ketika berjalan bersama membangun rumah tangga.

Ambisi Pribadi

Setiap orang pasti punya ambisi atau impian pribadi yang ingin dicapai. Sesuatu yang akan diperjuangkan mati-matian hingga mendapat hasil yang diinginkan. Begitu pula dengan diri kita dan pasangan kita. Pasti ada sesuatu atau harapan yang dicapai dalam ikatan pernikahan.

Diskusikan soal hal ini. Paparkan juga soal komitmen hingga konsekuensi dari setiap impian yang dimiliki tersebut. Apakah impianmu dan impiannya bisa berjalan beriringan? Atau mungkin jauh berbeda? Kalau pun berbeda, bagaimana cara agar selalu bisa saling memotivasi dan memberi dukungan, bukan saling menjatuhkan. Hal-hal seperti ini juga perlu dibicarakan dari awal supaya tak ada salah paham saat berkomunikasi ke depannya.

[pos_1]

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading