Tradisi Lamaran Unik ala Keturunan Cina

Kamis, 29 Agustus 2013 18:36

(c) shutterstock

Vemale.com - Ladies, banyak sekali masyarakat keturunan Cina yang tinggal di Indonesia. Ada hal yang menarik dalam tradisi China dalam acara pernikahan yang masih mempertahankan tradisinya. Pada situs expat.or.id, menegaskan bahwa dalam proses lamaran etnis keturunan dilakukan kira-kira seminggu sebelum berlangsungnya pernikahan.

Barang yang diserahkan saat lamaran biasanya melambangkan kelanggengan, kesuburan dan juga kebahagiaan untuk pasangan. Ada hal unik dari barang lamaran ini ialah banyaknya nominal 9 (jiu) atau 8 (fat) yang menjadi kunci pokok langgeng dan berkembangnya kebahagiaan bagi kedua mempelai. Barang yang menjadi hantaran biasanya berupa:

1. Uang (mahar) dalam masyarakat Cina biasanya jumlahnya sudah ditentukan bersama contohnya Rp. 8.888.800 atau emas dalam kadar angka 8.

2. Perhiasan berupa kalung, gelang, anting dan harus ditaruh kotak merah.

3. Peralatan sehari – hari, seperti peralatan mandi, peralatan dapur, dll.

4. Satu set peralatan sembahyang, seperti tea pay dan lilin naga.

5. Kue pia yang khusus dibagikan kepada sanak saudara.

6. Makanan laut yang sudah dikeringkan seperti juhi dan sirip ikan.

7. Kacang – kacangan atau bisa diganti dengan kue kacang.

8. Sepasang kaki babi untuk melambangkan keselamatan.

9. Kelapa bulat yang ditempel aksara Cina yang memiliki arti ‘Double Happy’.

10. Buah-buahan segar.

11. Akar teratai, melambangkan rukunnya tiga generasi: orang tua, anak dan cucu. serta buah teratai kering melambangkan keturunan.

12. Permen atau gula batu melambangkan manisnya kehidupan semanis mempelai wanita.

Perlu Anda ketahui, bagi keluarga keturunan Cina penganut agama Kristen atau Islam banyak tradisi leluhur yang telah ditinggalkan, sebaliknya yang menganut agama Budha atau Kong Hucu masih mempertahankan tradisi ini.

Ismaya Indri Astuti

(vem/ova)







ARTIKEL TERKAIT - PERNIKAHAN
 1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  Next  Last 

© 2003-2014 Vemale.com. Hak cipta dilindungi undang-undang.