Sukses

Beauty

Epilepsi, Ini 4 Hal Yang Perlu Diketahui

Ladies, banyak sekali penyakit yang menyerang tubuh, salah satunya adalah epilepsi. Epilepsi merupakan gangguan di mana penderita mengalami kejang berulang. Kebanyakan epilepsi sudah dimulai sejak penderita masih kecil.

Berdasarkan kutipan laman news.health.com, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang serangan epilepsi, seperti dijelaskan berikut ini

1. Tidak semua kejang mengakibatkan sentakan atau ledakan
Ledakan dalam hal ini adalah kejang yang parah. Ada gejala umum dari kejang epilepsi yang ditandai dengan berkedip cepat atau menatap ke atas langit dengan keadaan parsial kompleks.

Dalam kondisi ini, penderita tampak bingung dan tidak fokus. Pada periode selanjutnya ia akan terjatuh di lantai dan hilang kesadaran dengan tubuh yang menegang disertai kaki dan tangan yang menyentak. Namun bisa juga penderita hanya kejang tanpa epilepsi.

2. Mengalami kejang bukan berarti epilepsi
Kejang bisa datang karena adanya masalah medis seperti demam tinggi, tekanan darah rendah, berhenti dari obat-obatan terlarang dan alkohol atau keadaan gegar otak. Namun kejang bisa berhenti dan tidak sampai mengalami epilepsi.

Meski begitu, jika Anda mengetahui anak Anda mengalami kejang, apalagi untuk pertama kalinya, maka cepat hubungi dokter.

3. Konsumsi obat bebas bisa memicu kejang
Berdasarkan Yayasan Epilepsi, bahan kimia aktif diphenhydramine dalam obat dapat meningkatkan frekuensi kejang pada penderita epilepsi. Obat yang bisa memicu kejang epilepsi adalah obat anti-epilepsi, stress, dan obat haid.

Jika Anda mengalami keracunan karbon monoksida, Anda juga bisa mengalami epilepsi, bahkan jika Anda kurang tidur pun bisa memicu terjadinya epilepsi. Jadi, jika Anda memiliki riwayat epilepsi, tidur yang cukup dan tidak banyak begadang adalah salah satu cara menghindari terjadinya epilepsi.   

4. Penyebab epilepsi biasanya tidak diketahui
Diketahui bahwa hampir dua pertiga dari semua kasus epilepsi tidak diketahui penyebab pastinya. Namun risiko Anda meningkat jika pernah punya riwayat stroke, serangan Palsy, tumor otak, cedera trauma di kepala, dan infeksi meningitis.

Jadi kejang bukan berarti epilepsi, namun epilepsi selalu diawali dengan kejang. Jika epilepsi menyerang, maka biarkan hingga penderita epilepsi selesai dan jaga dari kepanikan orang di sekitar.

(vem/feb)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading