Sukses

Parenting

Si Kecil Takut Balon, Batal Pesta Ultah Deh!

Semua orang pasti punya kecemasan atau ketakutan pada sesuatu. Ketakutan yang ekstrim dan terkadang irasional inilah yang disebut phobia. Ada lebih dari seratus jenis phobia, dan sebagian diantaranya dialami orang dewasa atau anak-anak. Bahkan tak jarang, phobia yang dirasakan sejak kecil masih akan bertahan belasan sampai puluhan tahun.

Tentunya menjalani hidup dalam kecemasan tidaklah mudah dan nyaman. Lalu, bagaimana kalau si kecil mulai menunjukkan rasa takut yang berlebihan pada sesuatu?

Yang harus ladies lakukan adalah mencari tahu penyebab ketakutan si kecil. Misalnya, mungkin saja si kecil pernah melihat orang yang terjebak dalam lift atau elevator sehingga ia sangat takut masuk ke dalam lift di mall. Atau, si kecil takut sekali pada balon karena suaranya saat meletus yang membuat ia kaget.

Menurut Klaus Minde, seorang psikiater di Rumah Sakit Anak di Montreal, phobia akan sesuatu bisa muncul karena si kecil menyaksikan peristiwa yang tidak menyenangkan berkaitan dengan hal yang ditakutinya. Seperti yang dijelaskan Minde di laman situs www.todaysparent.com, anak-anak juga bisa meniru reaksi ketakutan orang-orang di sekitarnya. Bahkan phobia bisa lahir dari kecemasan spontan (dan terus-menerus) ketika si kecil sering dibuat takut dengan sengaja.

Ladies, agar phobia pada si kecil tidak berlanjut sampai ia dewasa, anda bisa mengatasinya sejak dini. Reaksi umum yang ditunjukkan si kecil adalah menangis atau memendam takutnya dalam diam. Nah, anda tak perlu berlebihan melindungi si kecil atau memaksanya agar ia mendekati apa yang membuatnya takut. Sebaliknya, elaskan dan kenalkan si kecil bahwa ada hal lain yang jauh lebih berbahaya daripada phobianya.

Ajaklah si kecil melakukan hal yang menyenangkan yang berkaitan dengan phobianya. Tentu saja ini butuh kesabaran ekstra, karena biasanya ia akan menolak. Anda harus menciptakan suasana yang nyaman dan bisa meyakinkan si kecil bahwa ia akan baik-baik saja. Misalnya ketika anda akan merayakan ultah si kecil yang phobia balon, anda bisa memasang balon yang tidak gampang meletus.

Jika phobia masih melekat sampai anak menginjak remaja, ia akan cenderung lebih pintar meutupinya dengan beragam alasan, misalnya tidak tertarik berenang padahal ia phobia kedalaman air. Anda bisa secara bertahap membawanya ke kolam renang, tapi hanya duduk-duduk di ruang tunggu. Biarkan si kecil melihat hal-hal lain yang menyenangkan dilakukan ketika berenang.

Phobia seringkali membuat anak-anak mengalami frustrasi. Semua usaha untuk membuatnya nyaman dan tetap aman di sekitar phobianya harus dilakukan secara bertahap. Ajak si kecil banyak membaca agar ia tahu lebih banyak hal positif dari apa yang dianggapnya menakutkan. Dan berilah pujian setiap kali ia berani lebih dekat dan tenang menghadapi phobianya.


Oleh : Puteri Krisnasekar

(vem/ver)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading