Sukses

Lifestyle

4 Tanda Kamu Nggak Patah Hati, Cuma Terbawa Perasaan Aja

Kadang kita suka melebih-lebihkan masalah hati dan perasaan. Saat dia yang begitu kamu cintai pergi, mungkin kamu akan merasa depresi dan kehilangan akal sehat. Kamu merasa hatimu patah dan hancur lebur sampai-sampai putus asa dan kehilangan harapan untuk hidup. Tapi pernah nggak menyadari kalau sebenarnya situasimu saat ini bukanlah sakit patah hati tapi cuma terbawa perasaan saja.

β€œTo be rejected by someone doesn't mean you should also reject yourself or that you should think of yourself as a lesser person. It doesn't mean that nobody will ever love you anymore. Remember that only ONE person has rejected you at the moment, and it only hurt so much because to you, that person's opinion symbolized the opinion of the whole world, of God.”

― Jocelyn Soriano, Mend My Broken Heart

Saat ia akhirnya pergi dan menganggapmu bukan yang terbaik untuknya bukan berarti kamu adalah wanita yang tak layak dicintai. Bukan berarti kamu tak bisa mencintai atau dicintai oleh orang lain. Jadi jangan sampai hanya karena seseorang yang tak bertanggung jawab itu, kamu merasa hidupmu tak berarti.

Sekarang, yuk coba kenali lagi empat tanda bahwa sebenarnya kamu tuh nggak patah hati. Cuma terbawa perasaan saja dan situasi ini bisa kamu atasi dengan cara yang cukup mudah.

(vem/nda)

Kamu Merindukannya, Tapi Ya Sebatas Itu Saja

Kamu memang merindukannya. Ingin sekali bisa kembali bersamanya. Rindu sekali dengan semua momen yang pernah kalian punya. Rasanya ingin sekali menatap wajahnya. Tapi ya sebatas itu saja.

Kamu masih bisa merasa baik-baik saja. Ada keyakinan dalam hatimu kalau suatu hari nanti akan ada seseorang yang lebih baik untukmu. Bukan dia yang telah melukai hatimu. Melainkan seseorang yang lebih layak dan sempurna untuk hidupmu. Dan yang kamu rasakan saat ini hanyalah perasaan kecewa yang akan luntur dengan sendirinya seiring perjalanan waktu.

Dari Awal Kamu Memang Tak Benar-Benar Cinta

Selama ini ternyata rasa sukamu padanya hanya sebatas obsesi. Bukan karena benar-benar cinta atau sayang. Tapi lebih karena obsesimu untuk memiliki dirinya seutuhnya dan tak mau ia dimiliki oleh wanita lain.

Jadi saat kamu dan dia benar-benar berpisah, itu jadi hal yang baik untukmu. Kamu jadi lebih bisa lebih memahami perasaanmu. Lebih paham mana cinta yang sesungguhnya dan mana yang cuma pura-pura belaka. Jadi yang kamu rasakan saat ini bukanlah patah hati melainkan karena kamu sedang didorong untuk lebih membuka hati dan pikiranmu tentang siapa yang layak untuk dicintai dan siapa yang tidak.

Kamu Masih Bisa Mengetahui dan Menentukan Prioritas Hidupmu

Ngakunya patah hati tapi ternyata kamu masih bisa mengetahui dan menentukan prioritas hidupmu. Kamu masih melakukan aktivitasmu seperti biasa. Memang sih awalnya kamu menangis dan dibuat tak tenang, tapi tak lama kemudian kamu sudah bisa melakukan kesibukan seperti biasa.

Ternyata kamu masih bisa berpikir jernih. Menyelesaikan suatu pekerjaan pun masih bisa. Jadi yang kamu rasakan saat ini bukanlah patah hati. Terluka iya, tapi itu akan sembuh sebentar lagi. Nyatanya kamu masih kuat dan yang kamu alami saat ini cuma karena terbawa perasaan saja.

Kamu Bisa Menertawakan Dirimu Sendiri

Sekalipun kamu menangis dan sedih tapi ternyata kamu masih bisa menertawakan dirimu sendiri. Kamu tak merasa terlalu tertekan atau serius dengan yang kamu alami. Masih bisa kamu mengendalikan diri dan mengontrol perasaanmu.

Meski dia pergi meninggalkanmu atau dia pindah ke lain hati, kamu masih bisa merasa baik-baik saja. Kamu benar-benar sadar kalau yang kamu alami ini akan segera berlalu. Semua ada masanya sendiri. Yang perlu kamu lakukan adalah tetap berusaha bertahan dan kembali menata hatimu.

[pos_1]

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading