(c) zimbojam
Vemale.com - Sejenak Cosmo berpikir, wanita agresif pastinya akan dianggap tabu 20 tahun yang lalu. Namun kenyataannya, wanita yang berani melakukan first move – bahkan diikuti oleh second, third, fourth move – tidaklah lagi dianggap tabu zaman sekarang.
Dari sisi pro, Hendra, 28 tahun, mendukung salah satu perwujudan sikap dari era emansipasi ini – mengapa wanita tidak boleh memperjuangkan cintanya demi pria yang ia sukai? “Kan zaman sekarang wanita juga mengerjakan pekerjaan pria. Jadi ya sama saja dengan urusan cinta. Boleh-boleh saja kok wanita maju duluan,” jelas Hendra. Tapi masih ada juga pria yang tetap memegang rambu-rambu budaya Timur – yang mungkin agak terkesan kuno – seperti Yosi, 25 tahun, yang merasa terganggu dengan kiriman BBM terus menerus dari seorang wanita. “Ganggu banget sih. Jadi perempuan nggak usah kegenitan,” ungkapnya.
Perbedaan lainnya, pria zaman sekarang sepertinya lebih menyukai wanita yang dinamis, aktif, dan yang gemar acara party atau pun clubbing ketimbang wanita “rumahan” seperti zaman Kartini dahulu. “Wanita yang dinamis berarti ia terbuka terhadap perubahan dan pastinya ia menarik dan tidak membosankan,” ujar Dimas, 23 tahun. “Suka party itu tidak masalah, asal tetap tahu kewajiban. Keseimbangan seperti itu sangat menarik di mata saya,” tambahnya.
Namun, pendapat yang bertentangan dengan Dimas tetap saja ada. “Saya lebih suka wanita yang keibuan. Ia harus bisa memasak, mengurus anak, yah pokoknya pekerjaan rumah tangga lainnya deh. Seorang wanita kalau terlalu party goers sepertinya jarang ya yang keibuan,” terang Nathan, 27 tahun.
Hal yang paling gamblang tentang selera pria masa kini adalah maraknya pria yang menjalin hubungan dengan wanita yang lebih tua. Lihat saja contoh selebriti kerap disorot oleh media seperti Mike Lewis – Tamara Bleszynski dan Raffi Ahmad – Yuni Shara . Apa sebabnya pria sekarang lebih memilih wanita yang lebih dewasa? “Saya merasa wanita yang lebih dewasa tentunya lebih matang emosinya, tidak sebentar-sebentar ngambek,” kata Roni, 26 tahun. “Selain itu ia bisa membantu saya berpikir tentang pekerjaan”.
Dalam relationship, tidak ada salahnya kok jika pasangan Anda seorang yang agresif, party-goer, ataupun lebih tua. Semua itu hanyalah preferensi dari Anda masing-masing yang sudah bersedia menjalin hubungan dengannya. Yang paling penting, apapun keputusan tentang wanita pilihan Anda, bersikaplah dewasa dengan menjalani relationship itu secara bertanggung jawab. Lebih penting lagi, jangan menuntut perubahan dari pasangan Anda. (Cosmo/miw)
Source: Cosmopolitan Edisi Januari 2012, Halaman 142
