Sukses

Parenting

Penelitian Menunjukkan, Anak Broken Home Di Usia Dini Cenderung Punya Hubungan Buruk Dengan Orangtua

Tidak ada anak yang ingin orangtuanya bercerai, dengan alasan apa pun. Memiliki keluarga bahagia dengan orang tua yang lengkap adalah impian semua anak. Namun kehidupan terkadang tidak sesuai harapan, ada kalanya hubungan suami istri tidak berjalan lancar dan menghadapi masalah yang berat.

Terkadang keputusan cerai adalah hal yang dianggap baik bagi ayah dan ibu. Hal ini tentu saja akan memengaruhi kehidupan anak nantinya. Bukan hanya dalam hal sosial, tapi juga dalam hal mental, pemikiran dan hubungan antara orangtua dan anak.

Hal terakhir lah yang perlu menjadi perhatian penting bagi para orangtua yang memutuskan untuk bercerai. Karena dikutip dari businessinsider.sg, anak yang mengalami perceraian orangtuanya di saat masih berusia dini akan memengaruhi hubungannya dengan orangtua saat tumbuh dewasa nanti.

copyright by businessinsider.sg

Sebuah penelitian yang dilakukan di University of Illinois menyatakan, jika anak menghadapi perceraian orangtua di usia sekitar 3-5 tahun, anak cenderung punya hubungan yang buruk dengan orangtuanya nanti saat dewasa.

Anak akan merasakan insecure relationship, tidak memiliki kepercayaan terhadap orangtua, marah hingga membenci orangtuanya sendiri. Terkadang yang lebih ekstrem, anak jadi tidak punya keyakinan terhadap pernikahan karena ia melihat apa yang terjadi pada kedua orangtuanya. Hal ini bia mengganggu kehidupan sosialnya dan membuatnya sulit menjalin hubungan dan komitmen.

Oleh karena itu Ladies, sebisa mungkin jika ada masalah sebaiknya dibicarakan dan diselesaikan dengan bijak. Jangan sampai mengorbankan anak dan membuat hubungan anak dan orangtua jadi tidak nyaman.

(vem/feb)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading