Sukses

Parenting

Dianggap Mengacau, Staf Supermarket Memukul Bocah Berusia 4 Tahun

Bunda, waspadalah dalam menjaga anak Anda, khususnya di tempat umum. Ada berbagai macam orang dengan berbagai perilaku yang dapat membahayakan anak-anak dan terkadang pelaku tak peduli sekalipun sang anak berada dalam pengawasan orang tuanya, seperti yang terjadi Selina Johnson dan putranya.

Beberapa hari yang lalu, Selina Johnson yang berasal dari Chorley, Lancashire dengan berang menulis post di halaman Facebook resmi supermarket Morrisons. Pasalnya, sang putra yang baru berusia 4 tahun, dipukul oleh salah satu staf supermarket tersebut. Dilansir oleh dailymail.co.uk, tindakan tersebut dilakukan oleh staf saat sang putra terpisah dari ibunya.

Selina dan putranya yang menjadi korban pemukulan | Foto: copyright dailymail.co.uk

Selina menemukan putranya telah terduduk di lantai memegangi kakinya sambil menangis setelah dipukul. Alasan staf toko tersebut memukul anak Selina karena sang anak yang dianggap mengacau toko. Kontan Selina marah dan menghubungi manajer toko dan polisi setempat untuk menindak kejadian ini.

"Saya tahu ini mungkin akan dihapus tetapi saya akan tetap memposting ini. Hari ini saya mengalami pengalaman yang buruk sebagai seorang ibu/orangtua yang pernah saya rasakan. Hari ini salah satu staf Anda memukul kaki anak saya yang berusa 4 tahun. Anak saya menangis. Saya telah mengirimkan komplain kepada manajer toko dan menelepon polisi yang akan mengambil tindakan. Kami akan meminta ganti rugi. Saya tidak akan pernah menginjakkan kaki di toko Anda lagi."


Staf yang melakukan pemukul mengatakan bahwa ia hanya menyentuh sang bocah dengan cara yang bersahabat, tetapi rupanya terjadi miskomunikasi. Kini staf tersebut sedang menjalani hukuman atas perilakunya. Belajar dari kisah ini, para orang tua sebaiknya selalu mengawasi dan menjaga anak dalam pandangan mata karena bisa saja karena sedikit kelengahan, hal berbahaya dapat menimpa anak kita.

(vem/wnd)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading