Sukses

Parenting

Kisah Ibu Yang Melahirkan Caesar Seorang Diri

Membayangkan perlakuan operasi Caesar saat melahirkan bukanlah hal yang sepele. Pasalnya, sekalipun terdengar lebih mudah, konsekuensi rasa sakit dan komplikasi juga harus menjadi resiko yang dihadapi ibu saat melahirkan. Belum lagi soal biaya yang cukup besar, tentunya hal ini selalu menjadi pertimbangan bagi banyak wanita.

Jaman dulu sih ceritanya lebih mudah. Wanita yang melahirkan melalui operasi caesar jumlahnya sangat sedikit. Sebagian besar melahirkan dengan cara alami dengan dibantu dokter maupun bidan. Semuanya terdengar mudah dan proses penyembuhannya lebih cepat. Dan bahkan, ada lho ibu-ibu yang melahirkan normal sendiri di rumah. Karena pembukaan sudah berjalan maksimal, dan air ketuban sudah pecah, tanpa terasa ternyata si kecil sudah enggan berlama-lama di dalam.

Cerita soal melahirkan sendiri dengan normal selalu menjadi kisah yang mengagumkan. Takjub rasanya dengan perjuangan ibu menahan sakit saat kelahiran. Tetapi, jangan keburu takjub dulu deh. Cerita berikut ini akan membuat Anda double takjub dan mungkin sedikit merinding.

Dilansir smh.com, diceritakan bahwa seorang ibu bernama Inez Ramires Perez tinggal di sebuah rumah kabin di pegunungan Meksiko Selatan. Karena tinggal di dataran tinggi, tidak banyak tetangga yang berdekatan jarak rumahnya. Sebagian besar harus melalui perjalanan cukup jauh untuk sampai ke rumah tetangga lain.

Hari itu, ia sendirian di rumah dengan seorang anaknya berusia 6 tahun, bernama Bonito. Mendadak perutnya terasa mulas dan ia tahu bahwa ia hendak melahirkan. Sayangnya, beberapa tahun sebelumnya, ia memiliki pengalaman buruk soal melahirkan. Anaknya meninggal sebelum sempat dilahirkan akibat kesulitannya melahirkan normal.

Matahari sudah terbenam beberapa jam lalu. Klinik terdekat berada 80 km jauhnya dan harus melalui jalan terjal. Suaminya tak kunjung pulang dan ia tak punya telepon untuk menghubunginya.

Nekat melakukan operasi caesar sendiri
Foto: Copyright AP.com 

Tepat tengah malam. 12 jam menahan rasa sakit, ibu berusia 40 tahun inipun tak tahan. Duduk di sebuah bangku kayu yang rendah, ia kemudian mengambil botol alkohol dan minum beberapa teguk. Ia kemudian mengambil pisau dan mulai mengiris perutnya sendiri sepanjang 15 cm.

Dengan bantuan cahaya redup dari bohlam kecil, Inez Ramirez memotong kulit perut, lemak dan ototnya. Ia berhenti sebelum mencapai rahim dan menarik keluar bayi laki-lakinya di tengah menahan rasa sakit. Ia kemudian memotong tali pusar bayinya dengan gunting dan pingsan.

Hari itu, 5 Maret 2000, seorang bayi laki-laki yang sehat dan diberi nama Orlando Ruiz Ramirez dilahirkan dengan operasi caesar sukses oleh ibunya sendiri.

"Aku tidak bisa lagi menahan sakit," katanya. "Dan jika bayiku harus mati, maka aku memutuskan lebih baik aku mati dengan mencoba menyelamatkannya. Aku berharap ia bisa tumbuh dan bisa melihatnya tumbuh dewasa. Aku berpikir bahwa saat itu Tuhan yang menyelamatkan hidup kami berdua.

Dalam kondisi yang sehat

Meskipun tidak ada saksi yang melihat proses melahirkannya, dua dokter kandungan yang memeriksa kondisinya dan bayinya sepenuhnya yakin bahwa mereka dalam kondisi baik-baik saja.

Sebenarnya, Dr. Honorio Galvan dan Dr. Jesus Guzman sangat terkejut dengan apa yang didengarnya. Namun, ini adalah sebuah keberanian yang patut diacungi jempol. Proses melahirkan ekstrim ini bahkan mendapat perhatian yang dilaporkan dalam International Journal of Ginekologi dan Obstetri.

Inez Ramirez melanjutkan ceritanya, di mana setelah ia melakukan operasi pada dirinya sendiri. Sekitar satu jam kemudian ia sadar dan membungkus perutnya dengan sweater agar perdarahannya berhenti. Ketika ia sadar, ia meminta anaknya untuk mencari bantuan. Beberapa jam kemudian, pekerja kesehatan menemukan Inez sedang berbaring menahan rasa sakit di samping bayinya.

Petugas kesehatan itulah yang kemudian menjahit luka sayatan dengan jahitan sepanjang 17 cm dengan jarum dan benang biasa. Dengan tambahan bantuan dari petugas kesehatan lain, kemudian ia membawa Inez dan bayinya menggunakan kereta kuda ke kota dan merawatnya di klinik kesehatan.

Kisah ini adalah sebuah kisah keberanian seorang ibu dalam memperjuangkan anaknya. Sekaligus menunjukkan betapa besar cinta dan pengorbanan seorang ibu. Mari selalu hormati dan hargai apa yang telah dikorbankan ibu untuk kita.

(vem/bee)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading