-
oleh : Habib Ismail
Kala malam datang ke pangkuan
Segenggam kerinduan terasa semakin menusuk jiwa
Setetes asa beribu makna
Cinta, aku gusar terbayang senyum mu
Andaikan aku dapat memetik bintang
Satu akan kupetikkan untukmu
Tahukah kamu besarnya rasaku
Cinta, aku gusar teringat namamu
Aku terbuai aku terlena
Ada apa dibalik rasaku
Suci murni hanya untuk satu hati
Cinta, aku gusar menanti kabarmu
Larut, malam semakin larut
Anganku melayang hatiku bimbang
Sungguh berat menahan rasa
Cinta, aku gusar terjerat rindu
Gelapnya malam merangkul aku
Sendiri, tanpa kau disisi
Buram semakin suram
Cinta, aku gusar jauh darimu
Samar terdengar nada-nada cinta
Mengalun lembut membelai jiwa
Menyelinap merdu disetiap sudut hatiku
Cinta, aku gusar tak mendengar suaramu
Entah kapan akan berlalu
Rindu, rindu, rindu
Terlalu dalam aku mencintaimu
Cinta, aku gusar terjerat cintamu
Gemericik hujan menyadarkanku
Aku dan kamu adalah satu
Biarkan semua ini menjadi mimpi
Gusar aku terbuai cinta
-
oleh : Puput Qurnia Anggraini
Malam ini semua membisu
Detik jam seakan berhenti
Tak ada suara yang menghiburku
Semua tak sayang padaku
Dada ini seakan sesak
Terhela napas yang begitu panjang
Terdengar isak tangis yang tak bisa terhenti
Kesedihan itu seakan tak dapat terdengar
Isak tangis semakin keras
Kesedihan mencuat sampai tak bisa terbendung air mata
Semua seakan tak lagi bersahabat
Tak ada lagi terdengar senandung nyanyian termanis
Semua tak bersahabat
Semua tak ada yang peduli
Kupikul semua ini sendiri
Hanya sendiri
Terjerat dan tak mungkin bisa lepas begitu saja
Kesedihan kini telah menjadi
Hanya butuh penghibur saat rapuh
Hanya butuh teman ketika sendiri
Hanya butuh kasih ketika tak ada sayang
Hanya butuh penghapus air mata
-
oleh : Ahmad
tak terasa begitu banyak waktu yang telah terlewati…
jutaan detik yang berlalu selalu mengingatkan ku akan harapku….
berharap kau menjadi penerang di hati ku..
mungkin terlambat untuk ungkapkan rasa ini….
rasa yang disetiap hembusan nafasku selalu sesakan dadaku..
jujur ku akui ku agungkan dirimu, ku puji dirimu, hingga langit dan bumi merasa iri..
aku cinta kamu,dan aku sayang kamu, memang mudah dibaca
namun sangatlah sulit tuk ucapkan kepadamu.
namun inilah aku yang tak berdaya dikalahkan oleh egoku.
cukup kau tau saja
andai kau buka hatimu sedikit saja untukku aku rela
akan aku bayar dengan nyawa..
-
oleh : Yucata Indo
Sentuhan lembut suasana penuh kebisuan
Hanya terasa satu hembusan nafas dari sepuluh kali detak jantung
Waktu yang cepat berlari seakan ingin berhenti di sini
Di sini, aku yang hina ditemani alam sekitarku, bersama melagukan isyarat hati akan rindu
Rindu tentang semua yang aku anggap terbaik dahulu
Jauh dari pelukan erat rasa muak dan kalut
Gelora rasa dalam samudera hasrat memenuhi hariku
Yang saat ini entah berarak ke mana
Sungguh ironi, ketika aku mulai menatap lebih jauh
Segala yang begitu berharga terampas dari sisiku
Mengapa bukan bagi insan lain?
Mengapa harus aku?
Atau mungkin semua ini penjabaran hakikat
Atas harga yang harus terbayar di tengah taman kehidupan
Aku ini insan kecil yang terdampar di pantai luka
Dari sekian banyak taburan bintang yang bertasbih
Bintang itu bersamaku dalam hati membangunkan hasrat
Demi kebangkitan kenangan dengan ruahan kesadaran
Bahwa kita terlahir seorang diri
Begitu pula saat lembar kehidupan kita sempurna tertutup
-
oleh : Firman Venayaksa
Kita bersumpah di bibir lautan, terus mengabdi pada cinta dan kerinduan. Kemudian langit malam mendekap kita dengan selimut cahaya bintang. Mataku terus bersengketa dengan matamu, bibirku terus bersengketa dengan bibirmu. Engkau dan aku telah mengukir kesunyian pada pasir pantai takdir kita.
Upacara sederhana dari zaman purba telah dimulai. Nafas kita tertahan seketika.
Tanah Air, 2005
-
oleh : Afifah
Ketika malam tak lagi berbintang
Ketika bulan tak lagi terlihat
Dis aat itulah, hingga sekarang aku merindukanmu
Selama bintang selalu dapat kulihat
Selama bulan selalu menemaniku di malam yang gelap
Aku selalu bercerita kepada mereka
Aku merindukanmu..
Merindukan belaian lembut
Kasih sayang yang ingin selalu kurasakan darimu
Terkadang ku menangis
Sambil bercerita kepada bulan dan bintang
Tentang perasaan yang kupunya untukmu
Andai kau tahu rasa ini
Rasa yang sulit untuk ku hilangkan
Karena aku terlalu mencintaimu
Dan kini aku berharap kau kembali
Aku berharap sulit kau hilangkan pula diriku ini di hatimu
Agar kau senantiasa tak jauh dari diriku
Egokah aku?
Mencintaimu, berharap kau kembali
Dan semua ini, hanya seandainya..
-
oleh : Firman Venayaksa
Dan kita pun bersua setelah masing-masing mengembara begitu lama, bermilyar jarak cahaya. Terlewati sudah 99 matahari yang berencana melepuhkan peta yang kita tulis dengan tinta air mata. Aku yang begitu masyuk dalam dzikirdzikir cinta, engkau yang zuhud dengan doadoa lara.
Kita kini berdua di kamar ini. Ada tubuh wanita mengerang seperti gemerisik daun di hutan tropis, ada tubuh lelaki menggeliat seperti debu di padang sahara. Jiwa kita melebur, mata kita saling cakar dan tetes peluh menjelma nyanyian hujan.
Lalu kita teringat tentang kisah Adam dan Hawa yang tak berbusana. Di surga.
Tanah Air, 2005
-
oleh : Lia Salsabila
Kusibak tirai dinding hatimu
Tak nampak satu huruf pun namaku terukir disana
Pedih tiba tiba di sebalik dada
Perlahan kutelusuri bilik hatimu
Tak satupun jejak langkah tertinggal
Kian perih rasa disebalik dada
Aku bertahan
Kusingkap pelan tabir relung hatimu
Samar kulihat jejak jejak indah
Berkelebat di pelupuk mata
Ada secercah harap
Tepiskan pedih palung jiwa
Tidak tidak…
Jejak itu bukan langkahku
Bukan bukan….
Tanda cinta itu juga bukan untukku
Pedih perih membentuk luka
Basah memerah
Hempas telaga di sudut mata
Terkoyak sudah rajutan asa
-
oleh : Eva Nuriva
Sulit bagiku percaya ini
Saat kau kepakkan sayap,lalu singgah di hatiku..
kau beri aku arti yang selalu sanggup aku pahami..
kau nyaris membuka mata untuk sosok aku yang tak sempurna ini..
tak butuh waktu lama
untuk aku menyadari bahwa aku tlah luluh karnamu..
Trimakasih dariku,,
untuk sgala ketulusanmu mencintaiku,
meski aku tau mungkin masalalumu lebih indah daripada ini,
Izinkan aku mencintaimu,
menyempurnakan cinta yang kau sematkan di hatiku..
-
oleh : Usman Arummy
kubaca tubuh fanamu dengan abjad yang berderap
sebab aku takjub pada seluruh hidup yang berdegup
kupersembahkan diriku kepada kau yang penuh olehku
karena aku adalah udara yang kali pertama kau hela
kurenangi ruh dan tubuhmu agar kau tak berpeluh
meski kau jauh namun kau hendak selalu kusentuh
kadang kubayangkan kau adalah angin yang bernafsu memasukiku,
kadang juga kau adalah air yang mendamba berarus di urat nadiku,
berkalikali kau menjadi api yang menggali sepi agar hangat meriap,
karena kau…seluas paras cinta.
kuburu suara sunyi yang tersibak dipuncak bunyi
jatuh ke dalam jurang jantung
terjerembab di gurit dan bergaung
namun aku tetap mengembara sebagai cinta
di separuh liang ruhmu yang benderang
pare kediri 2012